Ilustrasi (Rumah123/Realestate.com.au)

Milenial yang ngotot banget pengen punya rumah tapak dengan ukuran besar tuh buat apa sih?  Milenial yang sebenarnya super sibuk dengan kerjaan, pertemanan, dan deretan jadwal padat di luar punya waktu berapa banyak sih untuk stay di rumah?

Dengan penghasilan yang masih “so so”, tapi ngotot baru mau beli properti sendiri kalau uangnya sudah cukup beli rumah tapak besar malah cuma jadi alasan nunda doang. No matter berapa lama kamu menghabiskan waktu di rumah, punya hunian sendiri tuh penting sebagai modal awal.

Baca juga: Milenial Berani Minta Kenaikan Gaji. Nah, Sudah Berani Investasi Properti Belum?

Iya, modal awal buat cari pasangan hidup, terutama para cowok nih. Cowok bakal dipandang dewasa karena sudah memikirkan masa depan. Properti itu bagian dari masa depan lho!

Emangnya ketika sudah menikah masih mau tinggal ama orangtua? Mertua? Ngontrak? Yaelah, katanya gaya, kok masih numpang orangtua atau cuma bisa ngontrak? Ngopi aja di coffee shop, tapi tiap bulan disamperin yang punya rumah buat nagih uang kontrak. Malu keleus!

Baca juga: Ternyata Bukan Cuma Generasi Milenial yang Kesulitan Punya DP Rumah, Pasti Ga Percaya!

Nih ya, menurut salah satu perusahaan arsitektur ternama di Inggris, Zaha Hadid Architects, milenial tuh gak butuh tempat tinggal yang terlalu besar. “Untuk anak muda yang super sibuk tuh cuma butuh rumah berukuran mungil, bahkan berukuran layaknya ruangan hotel,” kata sang direktur, Patrik Schumacher, seperti dikutip dari Realestate.com.au.

Yap, seukuran kamar hotel tanpa ruang tamu, karena milenial memang gak membutuhkannya. “Konsep tempat tinggal demikian yang dibutuhkan milenial, dan jelas lebih terjangkau di kantong mereka,” katanya menambahkan.

Baca juga: Co-Living Bisa Jadi Solusi Hunian Murah untuk Milenial

Hal ini selaras dengan kondisi terkini di London, dan banyak kota lainnya di dunia, termasuk Jakarta, yang fakir lahan perumahan. Solusi? Sepertinya demikian. Toh, nanti seiring meningkatnya penghasilan, milenial bisa menjual properti mungilnya itu sebagai modal untuk membeli yang lebih besar.

Daripada bingung gimana mengalokasikan 80 persen penghasilan untuk membeli rumah, sementara masih suka kongkow, lebih baik membeli rumah yang cicilannya cuma 35-40 persen gaji. Gak pusing, tetap bisa punya hunian sendiri, kongkow juga jalan terus.

Bagikan: 3168 kali