Sebelum menjadi Masjid Nabawi yang megah seperti saat ini, rumah Nabi Muhammad SAW hanya beralaskan tanah dan berukuran kecil. 

rumah nabi muhammad - rumah123.com Sumber: YouTube.com

Bulan Ramadan bukan hanya identik dengan ibadah puasa. 

Setiap tahunnya, bulan suci ini juga menjadi puncak ibadah umrah yang dilakukan oleh umat Muslim dari seluruh penjuru dunia.

Namun sangat disayangkan, pandemi virus corona yang melanda seluruh dunia membuat sejumlah negara menyetop masuknya warga negara asing ke negara mereka. 

Salah satunya adalah pemerintah Arab Saudi yang menghentikan kegiatan umrah selama tahun 2020 guna mencegah penyebaran COVID-19.

Tapi tenang saja, kebijakan ini hanya berlangsung sementara kok.

Setelah COVID-19 mereda, tak menutup kemungkinan pemerintah Arab Saudi akan segera membuka kembali jalur masuk turis untuk melangsungkan umrah di sana.

Untuk kamu yang berencana melaksanakan umrah namun tertunda karena virus corona atau alasan lainnya, jangan berkecil hati. 

Kita ‘pemanasan jalan-jalan’ secara virtual dulu saja yuk ke tanah suci!

Baca juga: Strategi Mudah Khatam Quran 30 Juz Selama Bulan Ramadhan

Melihat rumah Nabi Muhammad di Museum Muhammad The Messenger of Allah Exhibition

rumah nabi muhammad - rumah123.com Sumber: YouTube.com

Ketika kamu pergi umroh nanti, jangan lupa luangkan waktu sejenak untuk berkunjung ke Muhammad The Messenger of Allah Exhibition, alias Museum Nabi Muhammad SAW. 

Museum ini terletak di depan Gerbang 8 Masjid Nabawi, Madinah. 

Biasanya, museum ini buka setiap hari dari pukul 08.00-12.00, lalu istirahat, dan buka lagi pukul 16.30-20.00. 

Kamu tak akan dipungut biaya apapun untuk mengunjungi museum ini.  

Di sini, kamu bisa melihat sejarah kehidupan Nabi Muhammad SAW secara detail melalui diorama dan gambar.

Salah satunya adalah rumah Nabi Muhammad SAW pada 14 abad silam, sebelum menjadi Masjid Nabawi yang sekarang.

Penasaran seperti apa wujud rumah Nabi Muhammad SAW? Yuk, kita lihat bersama-sama!

Rumah Nabi Muhammad SAW berukuran kecil

rumah nabi muhammad - rumah123.com Sumber: Facebook.com

Dalam buku History of Madinah Munawwarah karangan  Dr Muhammad Ilyas Abdul Ghani, tertulis bahwa masing-masing rumah Nabi memiliki bagian perumahan serta halaman belakang kecil.

Halaman belakang dikelilingi oleh cabang-cabang pohon palem dan batu bata yang tidak terbungkus. 

Setumpuk rambut dilemparkan ke sekitar batu bata tersebut untuk menciptakan privasi di halaman. 

Terdapat dua hujrah di rumah beliau. Hujrah adalah sebuah bangunan terpisah berbentuk kubus. 

Ukuran dari masing-masing hujrah adalah sekitar 5 meter x 4 meter dan ukuran halaman belakang adalah 5 meter x 3,5 meter. 

Pintu setiap hujrah tidak dibangun dari kayu mahal. Setiap pintu memiliki selimut kasar yang tergantung di sana untuk privasi. 

Bahkan, orang yang berdiri di dalam hujrah dapat menyentuh langit-langit dengan tangannya. 

Karenanya, rumah beliau sangat mencerminkan kerendahan hati dan kesederhanaan. 

Baca juga: 6 Menu Buka Puasa dan Sahur Ini Cuma Membutuhkan 3 Bahan!

Masjid Nabawi berada di sebelah rumah Nabi Muhammad SAW

rumah nabi muhammad - rumah123.com Sumber: Facebook.com

Pada zamannya, Masjid Nabawi belum semegah saat ini. 

Dalam perjalanan hijrah dari Mekkah ke Madinah, Rasulullah SAW sempat menghentikan perjalanannya dan mengistirahatkan unta tunggangannya di lokasi penjemuran buah kurma milik anak yatim dua bersaudara Sahl dan Suhail bin ‘Amr.

Rasulullah SAW pun membelinya untuk dibangunkan masjid dan tempat kediaman beliau. 

Bersama sahabat dan kaum Muslimin, Nabi Muhammad SAW  membangunnya masjid yang awalnya hanya berukuran sekitar 50 m × 50 m, dengan tinggi atap sekitar 3,5 m.

Tembok di keempat sisi masjid terbuat dari batu bata dan tanah, sedangkan atapnya terbuat dari daun kurma, dan tiang-tiang penopangnya terbuat dari batang kurma. 

Sebagian atapnya dibiarkan terbuka begitu saja. Selama sembilan tahun pertama setelah dibangun, masjid ini tidak memiliki penerangan di malam hari. 

Melekat pada salah satu sisi masjid, dibangun kediaman Nabi yang tidak lebih besar dan tidak lebih mewah dari keadaan masjidnya, hanya saja dibuat lebih tertutup.

Bagian interior rumah Nabi Muhammad SAW

rumah nabi muhammad - rumah123.com Sumber: Islamtics.com

Selain ada pada Muhammad The Messenger of Allah Exhibition, bagian dalam rumah Rasulullah SAW juga pernah dibuat replikanya dan dipajang di Jeddah. 

Replika tersebut dibuat berdasarkan narasi otentik di dalam hadits.

Dilansir dari Islamtics.com, seperti inilah bagian interior dari rumah Nabi Muhammad SAW:

Dari gambar tersebut, dapat kita lihat bahwa:

- Pintu masuk hanya terbuat dari tirai. Sebab, pengunjung Rasulullah SAW tidak mengetuk, melainkan memanggil namanya (Surat Alhujurat)

- Ada tombak, busur, panah, dan pedang

- Ada tongkat yang beliau gunakan untuk bersandar untuk berjalan dan digunakan juga untuk memberikan khutbah 

- Barang lainnya termasuk panci air yang terbuat dari kulit dan turban.

- Atap rumah terbuat dari cabang pohon palem. Ketika hujan, rumah Rasulullah SAW menjadi basah

- Bantal yang digunakan oleh Nabi untuk tidur adalah batu bata.

Sahabat Nabi menangis melihat keadaan rumah beliau

Menurut sebuah hadits tentang akhirat yang dimuat dalam kitab Shahih Muslim, Sayyidina Umar bin Khattab, salah satu sahabat utama Rasulullah SAW, pernah menangis saat melihat kondisi rumah Nabi Muhammad SAW.

Suatu hari, Umar bin Khattab memasuki ruangan Rasulullah SAW, ketika beliau sedang berbaring miring di atas tikar. 

Umar duduk ketika Nabi menarik pakaiannya. Tikar itu meninggalkan bekas di salah satu sisi tubuh Rasulullah SAW. 

Umar juga melihat lemari Nabi dengan isi yang sedikit. Daun mimosa di bagian sudut, dan tas kulit yang tergantung di samping. 

Mata Umar pun mulai berkaca-kaca, dan Nabi berkata, "Apa yang membuatmu menangis, putra Khattab?" ujarnya.

Umar berkata, “Wahai Nabi, bagaimana saya tidak menangis? Tikar ini meninggalkan bekas di sisimu, dan saya hanya melihat sedikit (barang) di lemari ini? Caesar dan Khosrau hidup di antara buah-buahan dan mata air, sementara utusan Allah yang dipilih-Nya, seperti ini.” 

Nabi pun berkata, "Wahai putra Khattab, apakah kamu tidak rela jika mereka hanya memperoleh hal itu di dunia saja, sementara nanti akhirat hanya akan menjadi milik kita?”

Semoga kamu bisa pergi umroh dan melihat bekas rumah Nabi Muhammad SAW secara langsung!

Melihat wujud rumah Nabi Muhammad SAW dan mendengar cerita di dalamnya, tentu membuat para umat Muslim semakin cinta dengan sikap mulia dan kesederhanaan Rasulullah SAW.

Dari sana kita belajar, bahwa tidak perlu membeli semuanya untuk mendapatkan kebahagiaan. 

Semoga, kamu yang barusan ‘jalan-jalan’ virtual ke replika rumah Rasulullah SAW, bisa segera ke sana!

Bagikan:
21571 kali