Ilustrasi. Foto: Rumah123/iStock Ilustrasi. Foto: Rumah123/iStock

Buat kamu yang punya hunian di wilayah Bekasi dan Bogor, serta sekitar dua kota penyangga Ibu Kota itu, mobilisasi kamu akan semakin dipermudah dengan transportasi massal light rail transit (LRT) atau kereta api ringan.

Akan tetapi, kudu sabar ya. Sebab, proses pembangunan proyek LRT diperkirakan rampung pada 2018. Jadi untuk oprasionalnya memang masih butuh waktu.

Untuk tahap pertama, LRT akan melintasi Cibubur-Cawang, Bekasi Timur-Cawang, dan Cawang-Dukuh Atas. Lintas layanan ini akan disambungkan melalui 18 stasiun yang meliputi panjang 42,1 km. Sedangkan untuk tahap kedua, layanan LRT akan melintasi Cibubur-Bogor, Dukuh Atas-Palmerah-Senayan, dan Palmerah-Grogol.

Baca juga: LRT Genjot Perkembangan Properti Bogor

Seperti dikutip dari Rappler.com, begitu selesai dibangun oleh kontraktor PT Adhi Karya, Tbk, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan mengambil alih LRT ini. Menurut Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub, Hermanto Dwiatmoko, pengambilalihan ini dilakukan agar masyarakat tak terbebani harga tiket yang tinggi.

Kemenhub nantinya akan melelang penyediaan sarana LRT untuk pihak swasta, agar tercapai harga tiket di kisaran Rp10.000-Rp15.000 per orang. Jika pengoperasiannya ditanggung Adhi Karya, diperkirakan harga tiket LRT sekitar Rp37.500 per orang.

Menurut Hermanto, LRT diperkirakan bisa mengangkut 24 ribu penumpang per jam per arah setiap harinya. Hal ini memungkinkan karena dalam satu rangkaian LRT terdiri atas 3 unit gerbong dengan total jumlah 60 set.

Baca juga: Buat Warga Bekasi dan Bogor, Inilah Rute-Rute yang Dilintasi LRT untuk Mencapai Jakarta

"Dalam satu rangkaian terdiri atas tiga unit. Total ada 60 set. Ini untuk mengejar 2-3 menit kedatangan (kedatangan rangkai LRT ditargetkan setiap 2-3 menit sekali)," kata Hermanto.

Dengan kecepatan LRT yang sekitar 60-80 km/jam, waktu tempuh warga masyarakat Bekasi atau Cibubur ke pusat kota Jakarta hanya sekitar 30 menit.

Bagikan:
2754 kali