virus corona investasi properti- rumah123.com Ilustrasi Apartemen. Penyebaran Virus Corona Membuat Sejumlah Negara Termasuk Indonesia Membatasi Jumlah Kunjungan dari China. Akankah Penurunan Turis dari China Ini Berdampak Kepada Tingkat Hunian Hotel dan Kondotel? (Foto: Rumah123/Mosproekt 3/Dezeen.com)

Penyebaran virus corona sudah membuat WHO mengumumkan status darurat. Akankah hal ini berdampak kepada investasi dan pasar properti.

Jumlah penyebaran virus corona atau coronavirus (2019-nCoV) sudah semakin luas. Penyebarannya sudah mencapai 18 negara pada Jumat (31/1/2020).

Sementara jumlah korban hingga Minggu (2/2/2020) sudah mencapai 304 orang, 295 orang di antaranya berasal dari provinsi Hubei, China. Seluruh korban berasal dari China. Kota Wuhan menjadi tempat ditemukannya virus ini pertama kali.

Baca juga: WHO Umumkan Status Darurat Global Terkait Virus Corona

Jumlah mereka yang terinfeksi mencapai 14.380 orang. Mereka tersebar di China dan sejumlah negara yang berada di kawasan Asia, Australia, Amerika Utara, Timur Tengah, hingga Eropa. Belum ada laporan orang terinfeksi virus corona di Afrika.

Penyebaran virus ini membuat Badan Kesehatan Dunia atau WHO (World Health Organization) menyatakan status darurat global pada Jumat (31/1/2020).

Sejumlah pakar ekonomi memperkirakan China akan mengalami perlambatan ekonomi lantaran penyebaran virus ini. Negara-negara lain bisa terkena imbasnya.

Baca juga: China Bangun Rumah Sakit Hanya 7 Hari untuk Tangani SARS, Bagaimana dengan Virus Corona?

Bagaimana dengan investasi properti di Indonesia terutama okupansi hotel, kondotel, dan vila? Apakah akan terimbas dari penyebaran virus corona ini?

Selama ini, turis dari China masih mendominasi jumlah kunjungan wisatawan asing di Indonesia terutama Bali. Seperti apa dampak virus corona ini terhadap investasi properti?

Penyebaran Virus Corona Bisa Berpotensi Kepada Tingkat Hunian Hotel dan Kondotel

Situs properti Rumah123.com sempat berbincang dengan Head of Research and Digital Markets JLL Indonesia James Taylor mengenai hal ini pada Rabu (28/1/2020) di kantornya di kawasan Sudirman, Jakarta Selatan.

“Hmm, pertanyaan yang menarik. Saat masih di masa awal, saya rasa berapa banyak kasus serius yang ada di Indonesia. Saat ini, belum ada kasus, saya rasa hal itu belum berdampak,” ujar Taylor.

Taylor menyatakan apakah hal ini bisa berdampak kepada tingkat hunian atau okupansi dari hotel dan kondotel, dia belum memikirkannya.

Baca juga: Dampak Virus Corona Novel, Sejumlah Kota Ditutup, Wuhan Seperti Kota Hantu

Dia juga memaparkan bahwa China adalah penyumbang jumlah wisatawan untuk Indonesia terutama Bali. “Jika pemerintah mengimplementasikan pembatasan kedatangan dari China, tentunya itu akan berdampak kepada okupansi hotel. Saya rasa hal itu punya potensi, tetapi saya rasa belum perlu merasa khawatir,” lanjutnya.

“Hal yang bisa memberikan dampak adalah kebijakan soal kedatangan turis. Jika ada pembatasan kedatangan turis, jika ada larangan kedatangan turis. Tetapi, China memiliki peran penting terkait turisme bagi Indonesia dan negara-negara lain,” kata Taylor lagi.

Laman berita online Beritagar.id pernah melansir jumlah wisatawan asal China ke Indonesia mencapai 1,1 juta orang pada 2028. Bali menjadi tujuan destinasi wisata turis China.

Baca juga: Atasi Wabah Virus Corona Novel, China Bangun Rumah Sakit dalam 6 Hari

Taylor melanjutkan bahwa saat ada penyebaran wabah maka pemberitaan media dan perhatian publik akan mengarah. Sejumlah kawasan pernah terjadi wabah seperti SARS.

Sebenarnya, ada sejumlah penyebaran virus yang menjadi perhatian publik seperti SARS, MERS, Zika, Ebola, Flu Burung, dan lainnya. Jumlah korban yang meninggal cukup banyak.

Publik menjadikannya sebagai referensi, meski menurut Taylor hal itu merupakan kasus yang berbeda. “Ini baru beberapa minggu, kita lihat saja nanti,” kata Taylor.

Baca juga: Tips Sehat: Sejumlah Fakta Terkait Virus Corona

Tentunya jika penyebaran terus berlanjut, jumlah korban bertambah, tentunya sejumlah langkah dilakukan. Sejumlah maskapai penerbangan memutuskan berhenti terbang ke China terutama ke Wuhan.

Evakuasi WNI dari Wuhan dan Pemerintah Tidak Mengizinkan Semua Pendatang dari China untuk Masuk atau Transit

Beberapa negara mulai membatasi kedatangan warga China. Indonesia sendiri baru saja memulangkan sejumlah warga dari Wuhan dan juga provinsi Hubei. Mereka dan juga kru penjemput akan dikarantina sementara di Kepulauan Natuna, Kepulauan Riau.

Kabar terbaru lainnya adalah Pemerintah Indonesia untuk sementara waktu tidak mengizinkan semua pendatang yang tiba dari China dan telah berada di kawasan itu selama 14 hari untuk masuk dan transit di Indonesia.

Laman berita online BBC.com Indonesia melansir pernyataan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi pada Minggu (2/2/2020). Sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah melakukan rapat kabinet terbatas.

Baca juga: Tips Sehat: Mengenal Virus Corona yang Sedang Mewabah Saat Ini

Bagikan:
1256 kali