tol layang jakarta-cikampek- rumah123 Ilustrasi Tol Layang. Tol Layang Jakarta-Cikampek Sudah Bisa Digunakan Mulai 20 Desember 2019. Ruas Ini Menjadi Tol Layang Terpanjang di Indonesia Sepanjang 36,4 Kilometer (Foto: Rumah123/Getty Images)

Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek akan dioperasikan secara gratis mulai 20 Desember 2019. Hanya kendaraan pribadi yang boleh melintas.

Laman berita online Detik.com melansir pernyataan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Dia menyatakan Tol Layang Jakarta-Cikampek II (elevated) atau Tol Layang Japek akan beroperasi secara fungsional pada 20 Desember 2019.

Sebelumnya, tol layang ini ditargetkan beroperasi pada 15 Desember 2019. Proses pembangunan tol ini hingga Ahad (8/12/2019) sudah mencapai 99,8 persen.

Baca juga: Sejumlah Jalan Tol Difungsikan Secara Gratis Selama Libur Natal dan Tahun Baru

Budi mengecek kesiapan tol ini bersama Kepala Korps Lalu Lintas Kepolisian Republik Indonesia (Kakorlantas Polri) Inspektur Jenderal Istiono. Budi dan Istiono memantau persiapan mudik Natal 2019 dan Tahun Baru 2020.

Rombongan juga menguji coba tol layang ini. Budi dan Istiono menyatakan tol ini siap digunakan dan akan dibuka pada 20 Desember 2019.

Tol Layang Jakarta-Cikampek Hanya Untuk Kendaraan Pribadi

Tol Layang Jakarta-Cikampek ini cuma bisa digunakan untuk kendaraan pribadi. Sebelumnya, Direktur Utama Jasamarga Desi Arryani menyatakan bahwa tol layang ini hanya untuk kendaraan golongan I non bis dan non truk.

Sesuai dengan peraturan BPJT (Badan Pengatur Jalan Tol), kendaraan yang termasuk golongan I adalah sedan, jip, pick up/truk kecil, bus, minibus termasuk MPV (multi purpose vehicle).

Kalau kendaraan yang boleh melintas di tol layang ini adalah kendaraan golongan I, namun non bus dan non truk, maka hal ini mengacu kepada kendaraan pribadi.

Baca juga: Percepat Pengerjaan Proyek, Pemerintah Indonesia Akan Ambil Alih Tol Cisumdawu

Desi melanjutkan kalau kendaraan besar tidak diizinkan untuk melewati tol layang ini. Salah satu hal yang menjadi pertimbangan adalah mempercepat lajur kendaraan di Tol Layang Jakarta-Cikampek.

Jasamarga tidak ingin tol layang ini mendapatkan hambatan. Adanya tol ini untuk mempercepat kendaraan untuk rute jarak jauh. Sementara truk hanya memiliki kecepatan di bawah 50 kilometer per jam (km/jam).

Tilang Elektronik Diberlakukan di Tol Layang Jakarta-Cikampek

Pembatasan kecepatan akan diberlakukan di tol layang ini. Bagi pengendara yang ingin menggunakan tol ini diminta untuk berhati-hati.

Pengendara diharapkan bisa mematuhi batas kecepatan yang telah ditetapkan. Menteri Perhubungan menyatakan batas minimal kecepatan kendaraan di Tol Layang Jakarta-Cikampek ini adalah 60 km/jam.

Kementerian Perhubungan dan Kakorlantas RI akan menyiagakan petugas di tol layang ini. Pihak berwenang akan memberlakukan tilang elektronik atau ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement). Jadi para pengendara harus berhati-hati saat memacu kendaraan.

Baca juga: Tol Balikpapan-Samarinda Ditargetkan Beroperasi Pada Desember 2019

Sebelumnya, jalan tol ini telah melakukan uji beban. Uji ini dilakukan untuk menentukan kelayakan. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dengan Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) yang melakukan uji tersebut.

Tol Layang Jakarta-Cikampek ini menjadi tol layang terpanjang di Indonesia. Tol ini mempunyai rute sepanjang 36,4 km.

Tol layang bermula dari Simpang Susun Cikunir KM 9 dan berakhir pada gerbang tol Karawang Barat KM 48. Tol ini dibangun untuk pengendara rute jarak jauh sehingga tidak terjadi penumpukan arus kendaraan.

Baca juga: Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung Gratis Selama 1 Bulan

Bagikan:
1011 kali