mrt jakarta- rumah123.com Pembangunan MRT Jakarta Fase II Akan Dilakukan Pada Maret. Rute Fase II Ini Adalah Bundaran Hotel Indonesia-Kota. Rute Ini Memiliki Tujuh Stasiun dan Seluruhnya Berada di Bawah Tanah (Foto: Rumah123/Getty Images)

Pembangunan MRT Jakarta fase II akan dimulai pada Maret 2020. Pengerjaan terbagi dalam beberapa paket pengerjaan. Ada yang masih dalam tahap lelang.

MRT (Mass Rapid Transit/Moda Raya Terpadu) Jakarta fase II rute Bundaran Hotel Indonesia-Kota direncanakan mulai dibangun pada Maret 2020. Rute ini merupakan jalur Utara-Selatan.

Fase II ini memiliki rute sepanjang 5,8 kilometer. Nantinya, rute ini mempunyai tujuh stasiun. Semua stasiun berada di bawah tanah.

Baca juga: Kehadiran MRT Jakarta Membuat Keinginan Membeli Kendaraan Menurun

Situs berita online Kompas.com melansir pernyataan Corporate Secretary PT MRT Jakarta Muhammad Kamaluddin bahwa pembangunan MRT Jakarta fase II dimulai dengan pengerjaan paket CP201.

Paket konstruksi ini mencakup pembangunan Stasiun Sarinah, Stasiun Monas (Monumen Nasional), dan pekerjaan terowongan. Kamaluddin menyatakan CP201 ini masih dalam tahap lelang.

Pengumuman tender pengerjaan paket ini akan dilakukan pada akhir Februari 2020. Pembangunan fisik akan dimulai pada Maret 2020.

Proses Pembangunan MRT Jakarta Fase II Terbagi dalam Sejumlah Paket

Pembangunan MRT Jakarta fase II ini terbagi dalam beberapa paket pengerjaan. Paket tersebut adalah CP 200, CP 201, CP 202, CP 203, CP 204, CP 205, dan CP 206.

Paket CP 200 merupakan pembangunan gardu induk bawah tanah di dekat Stasiun Monas. Kompas melansir bahwa pembangunan ini telah selesai dilakukan.

CP 201 adalah pengerjaan pembangunan Stasiun Sarinah dan Stasiun Monas serta pengerjaan di dalam terowongan. CP 202 adalah pembangunan Stasiun Harmoni, Stasiun Sawah Besar, dan Stasiun Mangga Besar serta pengerjaan yang terkait terowongan.

Baca juga: Baru 7 Bulan Beroperasi, MRT Jakarta Capai Target Jumlah Penumpang

Kemudian CP 203 adalah pembangunan Stasiun Glodok dan Stasiun Kota serta konstruksi terkait terowongan. CP 204 adalah pembangunan depo di Ancol Barat, Jakarta Utara.

Selanjutnya, CP 2015 adalah pembangunan sistem rel, sinyal, dan jalur kereta. Terakhir, CP 206 adalah pembangunan tambahan jalur rel kereta.

Paket pengerjaan CP 202 hingga CP 206 masih dalam tahap proses lelang hingga Juni 2020. Proses pembangunan CP 202 dan CP 206 diproyeksikan dimulai pada Juli 2020.

MRT Jakarta Fase II Memiliki Tujuh Stasiun

MRT Jakarta fase II dengan rute Bundaran Hotel Indonesia-Kota ini memiliki tujuh stasiun. Empat stasiun berada di Jakarta Pusat, sisanya tiga stasiun berada di Jakarta Barat.

Stasiun yang berada di Jakarta Pusat adalah Sarinah, Monas, Harmoni, dan Sawah Besar. Sedangkan stasiun yang berada di Jakarta Barat adalah Mangga Besar, Glodok, dan Kota.

Nantinya, ada rencana untuk mengintegrasikan MRT Jakarta dengan KRL (Kereta Rel Listrik) Commuter Line di Stasiun Kota. KRL Commuter Line memiliki sejumlah rute yang berangkat dari stasiun ini yaitu Jakarta-Bogor dan Jakarta-Cikarang.

Baca juga: Jelang Musim Hujan, Operator MRT Jakarta Telah Bersiap Antisipasi Banjir

Selain itu, ada rencana memperpanjang rute MRT Jakarta fase II hingga Ancol, Jakarta Utara. Fase ini bernama II B. Ada empat stasiun yang seluruhnya berada di Jakarta Utara yaitu Mangga Dua, Gunung Sahari, Ancol, dan Ancol Barat.

Saat ini, studi kelayakan untuk fase II B ini sedang dilakukan. Rencananya, MRT Jakarta juga memiliki rute Timur-Barat yang menghubungkan Kalideres dengan Ujung Menteng.

Bagikan: 1398 kali