Pembangunan MRT Jakarta diklaim telah mendongkrak harga properti di sekitarnya. Yuk, simak ulasannya lengkap tentang sejarah dan rute yang dilewati.

Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta adalah salah satu transportasi di Jakarta yang sudah beroperasi selama beberapa tahun belakangan ini.

Moda transportasi ini diresmikan pertama kali oleh Presiden Joko Widodo pada tahun 2019 lalu, yang diharapkan dapat mengatasi kemacetan kota Jakarta.

Selain itu, Kementerian Perhubungan berharap MRT dapat meningkatkan rasio penggunaan transportasi, khususnya Jabodetabek. Pembangunan pun dilakukan pada 3 fase.

MRT Jakarta bahkan diklaim dapat mendongkrak harga properti di sekitar jalur MRT itu sendiri. Yuk, simak ulasannya beserta sejarah dan tarif MRT.

Sejarah MRT Jakarta

Berdasarkan catatan PT MRT yang diambil dari berbagai sumber, rencana pembangunan MRT di Jakarta sebenarnya telah dirintis sejak 1985.

Tetapi, saat itu proyek MRT belum dinyatakan sebagai proyek nasional, dan rentang waktu 1985-995 berbagai studi terkait MRT terus dilakukan.

Akhirnya pada tahun 1995, B.J Habibie yang saat itu menjabat sebagai Menristek meminta Gubernur DKI Jakarta Soerjadi Soedirja untuk menyiapkan desainnya.

Singkatnya, 17 Juni 2008 berdirilah PT MRT Jakarta yang berbentuk badan hukum Perseroan Terbatas, yang mayoritas sahamnya dimiliki Pemprov DKI.

Pembiayaannya dilakukan oleh Gubernur Japan Bank for International Coorperation (JIBC), dengan memulai pembangunan jalur MRT Fase I.

Pembangunan dan Tarif MRT Jakarta

Pembangunan MRT di Jakarta sudah diterapkan bagi pendanaan di fase I dan fase II oleh JICA, dengan rute sebagai berikut:

1. Jalur MRT Fase I sepanjang 16 km, dari Terminal Lebak Bulus hingga Bundaran Hotel Indonesia, dengam 13 stasiun berikut 1 Depo.

2. Jalur MRT fase II rencananya akan memililki rute dari Bundaran HI hingga Jakarta Kota.

Pada rute tersebut akan melewati 8 stasiun, yaitu stasiun Sarinah, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, Kota dan Kampung Bandan.

Sedangkan untuk proyek MRT fase 3 dan 4 rencananya dengan kombinasi pendanaan antara pemerintah dan swasta.

Tarif MRT yang sudah beroperasi berkisar antara Rp3.000 hingga Rp14.000 tergantung pada jarak yang kamu tempuh.

MRT Jakarta Dongkrak Harga Properti Sekitar

Pada awal pembangunannya, MRT di daerah Jakarta disebut-sebut dapat mendongkrak harga sewa bangunan untuk toko atau pun retail yang dilewati oleh MRT.

Bahkan, disebut harga sewa properti untuk kebutuhan retail naik 20 persen sebelum pandemi. Nah, hal tersebut digadang-gadang dipicu oleh adanya MRT.

Karena dengan adanya MRT Jakarta, semua jalur yang dilalui oleh moda transportasi tersebut, semua orang akan lebih mudah untuk mencapainya.

Selain itu, dengan adanya konsep TOD (transit oriented development), akan terwujud konektivitas secara terpadu melalui berbagai moda transportasi modern.

Bahkan, dengan adanya MRT ini dapat membantu banyak orang yang bekerja di jalur MRT untuk menghemat waktu. Hal ini tentu akan menguntungkan bagi perusahaan tersebut.

Sehingga gedung perkantoran hingga mall yang mempekerjakan banyak orang dapat menikmati transportasi modern yang mumpuni.

Demikian juga dengan harga tanah di sekitar jalur yang dilewati MRT. Contohnya saja, harga tanah di darah Cilandak naik sekitar 3-7 persen sejak dibangunnya MRT.

Bagaimana, apakah kamu tertarik untuk membeli properti di kawasan yang terintegrasi dengan jalur MRT Jakarta?

Rumah123.com rutin membahas proyek infrastruktur, salah satunya Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang masih dibangun.

Situs properti Rumah123.com selalu menghadirkan artikel dan tips menarik mengenai properti, desain, hukum, hingga gaya hidup.

Saatnya kamu memilih dan mencari properti terbaik untuk tempat tinggal atau investasi properti seperti Clover Hill Residence.

Bagikan:
386 kali