PT MRT Akan Memberikan Kesempatan Kepada Pelaku Usaha UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) untuk Membuka Gerai di Stasiun MRT (Foto: Rumah123/Jhony Hutapea)

Pengelola MRT (Mass Rapid Transit), PT Moda Raya Terpadu memberikan peluang kepada pelaku usaha UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) untuk membuka gerai di stasiun MRT.

Para mitra UMKM bisa mendapatkan booth atau gerai dengan luas 4x2 meter atau delapan meter persegi. Nilai fisik gerai ini mencapai Rp15 juta.

“Jadi ini adalah komitmen MRT untuk berpihak bukan hanya kepada retail yang sudah established tapi juga memberi kesempatan berkembang kepada rekan-rekan UMKM,” ujar Direktur Pengembangan dan Dukungan Bisnis PT MRT Ghamal Peris seperti dilansir oleh Kompas.com.

Baca juga: Halte Transjakarta Bakal Terintegrasi dengan Stasiun MRT, Yuk Naik Transportasi Massal

UMKM yang bisa berpartisipasi bakal dikelompokkan menjadi tiga kategori yaitu kuliner, fashion, dan kriya. Nantinya, ada delapan UMKM kategori kuliner, lima UMKM kategori fashion, dan tiga UMKM kategori kriya. Total ada 16 UMKM.

UMKM yang menjadi mitra PT MRT hanya perlu membayar sewa Rp1.360.000 per bulan. Tidak ada tambahan biaya lainnya.

Sebanyak 16 UMKM ini akan ditempatkan di sejumlah stasiun MRT. Ada enam UMKM di Lebak Bulus, satu di Haji Nawi, enam di Fatmawati, dan dua di Dukuh Atas.

Baca juga: MRT Fase II Groundbreaking Januari 2019, Yuk Cari Hunian Terintegrasi Transportasi Massal

Sebelum bisa membuka gerai, para mitra UMKM akan melewati proses seleksi. PT MRT menjalin kerjasama dengan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dalam proses ini.

Sayangnya, proses seleksi ini bakal berakhir pada 18 Februari 2019. Jadi buat kamu yang memiliki UMKM, mungkin kamu bisa menunggu pembangunan MRT fase 2 diselesaikan.

Namun, kamu bisa ikut menggerakkan perekonomian dengan membeli produk-produk UMKM. Cintailah produk-produk Indonesia!

Baca juga: Siapa Mau Ikutan Uji Coba MRT

Bagikan: 3872 kali