Ilustrasi Generasi Milenial Membeli Properti (Foto: Rumah123/Realtor)

Generasi milenial memang mengubah banyak lanskap industri dan bisnis termasuk properti. Kalau generasi sebelumnya masih berpikir soal lokasi, maka lain halnya dengan generasi milenial yang melihat banyak faktor lain terutama akses.

Lokasi, lokasi, lokasi. Banyak perusahaan pengembang yang masih mengutamakan lokasi strategis di pusat kota sebagai hal utama yang dijual.

Buat mereka yang bukan masuk generasi milenial, mungkin mereka masih tertarik. Tetapi, apa perlunya berada di lokasi strategis kalau ke mana-mana masih terjebak kemacetan.

Baca juga: Kayak Apa Sih Rumah Idaman Generasi Milenial

Berbeda dengan generasi milenial. Mereka lebih mementingkan aksesibilitas alias kemudahan transportasi.

“Dulu bicara lokasi, lokasi, lokasi. Sekarang bicara aksesibilitas. Milenial melihat background developer, konsep, cara bayar, harga, fasilitas, akses,” ujar Ketua Umum AREBI (Asosiasi Real Estate Broker Indonesia), Lukas Bong.

Lukas menjadi salah satu pembicara dalam diskusi panel Rumah123.com Property Outlook 2019, Proyeksi Arah Properti 2019 dengan tema “Memanfaatkan Kesempatan untuk Bertahan di Tahun 2019” yang berlangsung di Jakarta beberapa waktu lalu.

Baca juga:  Edukasi Tanpa Henti Agar Milenial Bisa Memiliki Properti

Generasi milenial memang berbeda dengan generasi sebelumnya. Mereka tidak bermasalah dengan lokasi yang jauh asalkan dekat dengan sarana transportasi.

Kaum milenial juga bakal bertanya mengenai konsep hunian, cara membayar, harga, dan juga fasilitas. Soal fasilitas tentunya jadi hal yang tidak bisa ditawar.

Jangan heran kalau sekarang banyak perusahaan pengembang yang memberikan fasilitas co-working space, coffee shop, pusat kebugaran, dan lainnya.

Baca juga:  Gimana Ganti Mind Set Milenial Soal Lifestyle Jadi Investasi Properti

Bagikan: 979 kali