Ilustrasi. Foto: Rumah123/Getty
 

Bikin sertifikat tanah memang ada biayanya lho! Kepala Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Timur, M Unu Ibnudin, mengatakan, untuk sertifikat yang diurus individu, biaya akan dibebankan ke pemohon. Sedangkan untuk peserta program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang dikoordinasi pemerintah, biaya akan ditanggung dari APBN dan APBD.

Menurut Unu, semua pembiayaan proses pendaftaran tanah untuk disertifikatkan merupakan dana kebutuhan untuk ongkos panitia ukur tanah. Biaya yang dibayarkan masyarakat juga nantinya akan digunakan untuk validasi data dan berkas, dan biaya administrasi pendaftaran untuk berkas.

Baca juga: Urus Rumah yang Belum Bersertifikat Tuh Gimana Ya?

Biaya yang dibebankan memiliki standar harga yang berbeda-beda di setiap daerah. Contoh bikin sertifikat tanah seluas 1.000 m2 di Jakarta. Ini tanah non-pemerintah. Biayanya yang ada di aplikasi Rp340.000. Besar biaya ini akan berbeda tergantung pada daerah setempat dan luas lahannya.

Ada biaya pengukuran tanah, ada juga biaya lain, yakni biaya pemeriksaan tanah untuk mengecek apakah tanah yang diajukan sertifikatnya itu dalam status sengketa atau sudah disertifikat atas nama orang lain.

Selanjutnya, adalah biaya pendaftaran di awal proses, yakni biaya cetak formulir pengurusan tanah. Biaya pemeriksaan tanah harganya beda di setiap daerah.

Baca juga: Cara Cepat Urus Tanah Girik Jadi Bersertifikat, Mau Tahu?

"Untuk yang 1.000 m2 itu biayanya Rp390.000. Sedangkan biaya pendaftaran Rp50.000. Total untuk mensertifikatkan tanah 1.000 meter itu hanya butuh Rp780.000," kata Unu seperti dikutip finance.detik.com, Senin (26/3/2018).

Lamanya pengurusan sertifikat secara mandiri sekitar 60 sampai 120 hari. Sedangkan untuk Pogram PTSL dari mulai pemohon menyerahkan dokumen lengkap dan verifikasi, butuh waktu sekitar 45 hari.

Kalau prosedur tersebut sudah dilalui, lalu perlu memasang patok berupa tiang besi atau cor untuk memudahkan petugas BPN (Badan Pertanahan Nasional) mengukur lahan yang akan disertifikatkan.

Baca juga: Butuh Dokumen Apa Aja Sih untuk Bikin Sertifikat Tanah?

"Pemilik memasang patok untuk dikur, setelah itu pihak pengaju memberikan keterangan pada pihak BPN, setelah ada surat itu langsung dilakukan pengukuran," kata Unu.

"Kalau banyak (melalui jalur PTSL) itu kan sekelurahan pengukur pakai pihak ketiga, kalau ada puluhan ribu kavling itu juga sama akan dibiayai oleh pemerintah. Setelah itu, dilakukan penelitian dan verifikasi pemeriksaan tanah apakah benar batas batasnya," kata dia.

Proses selanjutnya yang dilakukan kata Unu yaitu Satgas pemeriksa tanah yang tadi mengukur, kemudian mengolah data tersebut, baru kemudian hasil ukurnya diverifikasi ulang.

Kemudian jika sudah aman, tanah akan diumumkan oleh pihak kelurahan di papan pengumuman. Bila dalam waktu 14 hari khusus untuk program PTSL setelah pengumuman tidak ada yang keberatan mengenai pendataan tanah tersebut, maka tanah tersebut sudah bisa menjadi hak milik seseorang dan surat sertifikat sudah bisa diambil.

Bagikan: 12253 kali