Tinggal di Rumah- Rumah123.com Rata-Rata Harga Rumah di Kawasan Pantai Barat Amerika Serikat Bisa Mencapai USD 600 Ribu (Rp8,6 Miliar). Harga Hunian yang Mahal Membuat Sejumlah Orang Tinggal di Mobil, Van, Dan Juga Perahu (Foto: Rumah123/Getty Images)

Harga rumah di negara bagian California, Amerika Serikat melonjak tinggi. Efeknya, 15.000 orang tinggal di mobil, van, hingga perahu.

Mobil tidak lagi menjadi sarana transportasi, tetapi juga menjadi tempat tinggal bagi sebagian orang. Saat harga sewa rumah naik tajam dan harga properti tidak lagi terjangkau, maka mobil punya fungsi lain.

Situs Business Insider melansir dalam laporannya bahwa rata-rata harga rumah di California sudah menembus angka USD 600 ribu (Rp8,6 miliar). Banyak orang yang mulai tidak bisa membeli properti.

Baca juga: Milenial Takut Utang Kartu Kredit, Tapi Ga Takut Utang KPR/KPA Kan

Tidak hanya keluarga atau pensiunan yang kesulitan memiliki rumah, bahkan para pegawai perusahaan teknologi juga tidak bisa membeli rumah. Solusinya mereka tinggal di mobil, van, atau bahkan perahu.

Situs berita Slate.com menyatakan kalau hal ini terus meluas. Slate menemukan kalau 15.000 orang yang tinggal di mobil berada di Los Angeles.

Jumlah ini hanya berada di Los Angeles. Padahal mereka yang tinggal di mobil juga ada di beberapa kota besar lainnya di Pantai Barat Amerika Serikat seperti San Diego dan San Francisco.

Baca juga: Dua Pertiga Milenial Pilih Renovasi Ketimbang Jual Rumah, Kenapa Ya

Fenomena orang yang tinggal di mobil atau perahu ini menjadi kekhawatiran US Department of Housing and Urban Development atau Departemen Perumahan dan Pembangunan Urban Amerika Serikat.

Pemerintah negara bagian berusaha keras untuk memperketat larangan parkir atau melarang rumah mobil. Namun, upaya ini membuat meningkatnya program parkir yang aman.

Program ini diinisiasi oleh sejumlah lembaga nirlaba dan pemerintah kota. Mereka berupaya mengakomodasi mereka yang tinggal di mobil dengan peraturan keselamatan.

Tinggal di Perahu- Rumah123.com Jumlah Orang Yang Tidak Memiliki Rumah di Area Pantai Barat Amerika Serikat Terus Bertambah. Setidaknya, 15 Ribu Orang Tinggal di Mobil di Area Los Angeles. Belum Lagi Mereka yang Harus Terpaksa Tinggal di Perahu (Foto: Rumah123/Getty Images)

Baca juga: Waduh, 41% Kaum Milenial Gunakan Kartu Kredit untuk Renovasi Rumah

Lembaga nirlaba untuk gelandangan dan orang berpenghasilan rendah di San Diego, Dreams for Change mengelola 150 lahan parkir dan juga 325 pemukim. Bahkan, orang yang tinggal di mobil juga berbagi kendaraan.

Setiap tempat parkir membutuhkan biaya pengelolaan sebesar USD 2.950 (Rp42 juta) setiap tahun. Pekerja sosial sering mendatangi lahan parkir ini.

Lahan parkir ini dirancang aman. Tidak boleh ada orang masuk setelah pukul 22.00 malam waktu setempat, mobil RV (recreational vehicle) dilarang, dan juga orang yang punyai jejak rekam penyerangan seksual dilarang masuk.

Baca juga: Hanya Generasi Milenial yang Berani Beli Rumah Berhantu

Selain itu, masih ada orang yang memilih tinggal di perahu. Pilihan untuk tinggal di mobil atau perahu masih lebih murah dibandingkan membeli rumah.

Hmm, bayangkan kalau hal ini terjadi di Indonesia ya. Lantaran harga rumah semakin mahal, kamu tidak punya pilihan tempat tinggal kecuali di mobil atau perahu.

Bagi kamu generasi milenial, yuk mulai memaksa diri untuk menabung uang muka atau down payment (DP) membeli rumah atau apartemen. Jangan sampai kamu menyesal tidak punya rumah ya. Memangnya kamu mau tinggal di mobil atau perahu?

Baca juga: Jumlah Kaum Milenial yang Hidup Menumpang di Rumah Orang Tua Meningkat

Bagikan: 2726 kali