algojo pembantaian pki

Kesaksian algojo pembantaian PKI di Sigli, Aceh, menuturkan kisah yang terjadi pada tahun 1965 tersebut dengan berani.

Melansir bbc.com, momen pembantaian di Kota Sigli paling besar dihelat di sekitar perbukitan Selawah.

Konon, banyak orang yang dituduh komunis dibinasakan di kawasan tersebut.

Dalam penuturannya kepada BBC Indonesia, Udin (nama samaran), menjadi saksi penangkapan dan pembunuhan massal atas pimpinan, anggota, sampai simpatisan orang-orang PKI di pesisir timur Aceh.

Kala itu, ia masih berumur 25 tahun sedangkan kini dirinya telah berusia 81 tahun.

Adapun peristiwa pembantaian tersebut dilatari oleh pembunuhan tujuh Jenderal di Pulau Jawa dan kudeta yang gagal.

Tak hanya itu, polarisasi politik tingkat lokal, dendam pribadi, hingga isu agama juga turut memengaruhi.

Sebagaimana penuturannya, dalam peristiwa itu Udin lulus rekrutmen sebagai algojo pembantaian.

“Saya masih simpan parang untuk memotong leher orang-orang PKI. Kalau bapak mau lihat, silakan,” kata Udin kepada BBC Indonesia.

Ada Korban yang Bawa Yasin

algojo pembantaian oki sumber: garudacitizen.com

Dalam wawancara tersebut, Udin menjelaskan tindakan kejam yang terjadi meski peristiwa tersebut telah berlangsung lebih dari 55 tahun.

“Ada yang membawa kitab surat Yasin dikantong bajunya,” kata Udin Oktober 2021 kepada BBC Indonesia.

“Namun, ada pula yang memberikan jawaban murtad ‘mana ada Tuhan, apa Tuhan, mana Tuhan?’”

Sebagai informasi, Udin mempunyai perawakan yang gempal dan besar.

Bahkan, menurut penjelasannya, ia sangat ditakuti oleh masyarakat di kampungnya.

Udin merupakan saksi, sedangkan sumber BBC News Indonesia di Sigli menyebut dia adalah bagian dari tim ‘tukang jagal’.

Akan tetapi, ketika diwawancara, Udin mengaku hanya berperan kecil sebagai petugas yang berjaga di pos penjagaan, tak jauh dari lokasi pembantaian.

Korban Sampai Ribuan?

pki zaman dahulu sumber: hops.id

Masih menurut sumber yang sama, dokumen internal militer di Aceh menyebut orang-orang yang dibantai di wilayah Sigli dan sekitarnya berjumlah 314 orang.

Namun, apabila dihitung secara keseluruhan, korban di Aceh mencapai 1.424 jiwa.

Angka tersebut berbeda dari perkiraan para peneliti dan pegiat HAM.

Setidaknya, diprediksi ada 3.000 hingga 10.000 yang telah dibantai dalam kurun waktu 1965-1966.

Pada tahun-tahun itu, di Kota Sigli dan sekitarnya, ratusan orang yang dituduh PKI ditangkap dan dibawa ke sebuah penjara.

Beberapa di antaranya bahkan dipaksa naik ke dalam truk yang hendak menuju lubang pembantaian tanpa diadili terlebih dahulu.

***

Itulah cerita kesaksian algojo pembantaian PKI di Sigli, Aceh.

Semoga bermanfaat.

Baca ulasan menarik lainnya di artikel.rumah123.com.

Kunjungi rumah123.com untuk menemukan hunian terbaik serta ragam kebutuhan properti, karena kami selalu #AdaBuatKamu.

Salah satunya seperti Cimanggis Golf Estate yang berlokasi di Depok.

Bagikan:
658 kali