Ilustrasi. Foto: Rumah123/iStock

Apapun peruntukannya, ditempati atau investasi, membeli properti sudah seharusnya dilakukan saat ini. Pasalnya, harga properti sangat sulit bahkan cenderung mustahil bisa turun di masa mendatang.

Mahalnya harga properti tak hanya dirasakan mereka yang merasa belum mampu membeli. Tjahjo Kumolo, Menteri Dalam Negeri saat ini pun merasakan hal yang sama.

Baca juga: Orang Lokal Justru yang Banyak Melirik Apartemen Mewah Ini

“Dia (Seorang direktur perusahaan developer) bilang, murah Pak, tidak sampai Rp2,5 miliar. Edan!” kata politisi PDI Perjuangan ini seperti dilansir dari Kompas. Hal itu terucap saat ia bercerita mendapat tawaran apartemen di pusat Jakarta yang pembayarannya bisa dicicil selama 36 bulan, sebesar @Rp2,5 miliar.

Baca juga: Mal Kelas Atas Ini Sebentar Lagi Berdiri di Bandung!

Tjahjo heran mengapa harga apartemen bisa semahal itu. Ternyata, lanjutnya, harga lahan tempat apartemen tersebut berdiri mencapai Rp250 juta per meter persegi. Yang lebih mengherankan, Tjahjo menemukan fakta bahwa apartemen tersebut masih laku bak kacang goreng.

Ketersediaan lahan, khususnya di Jakarta memang masih terus menjadi masalah utama terkait harga properti. Hal senada disampaikan Anton Sitorus, Director Head of Research and Consultancy Savills Indonesia.

Baca juga: Benhil Central "Bikin" Jakarta Jadi Kota Bisnis Kelas Internasional

Menurut Anton, pembangunan ragam transportasi massal memberi dampak signifikan pada terkereknya harga properti. “Kenaikan harga tanah dan properti rata-rata bisa 15 sampai 20 persen per tahun dalam jangka panjang," kata Anton.

Persentase kenaikan harga properti itu bukanlah hal sepele. Terlebih mengingat harga dasar properti saat ini yang menjadi pengalinya, sudah sedemikian tinggi. Jadi, kamu masih mau menunda beli hunian?

Bagikan: 1350 kali