OK

Mengintip Pesugihan Gunung Kawi, Harus Tumbal Nyawa Kalau Ingin Jadi Kaya Raya Secara Cepat

23/01/2022 by Dodiek Dwiwanto

pesugihan gunung kawi

iStock

Seperti apa sih pesugihan Gunung Kawi, konon kabarnya orang yang ingin kaya raya harus mengorbankan nyawa keluarga dekatnya.

Mungkin kamu pernah mendengar joke atau candaan kalau mau kaya raya, datang saja ke Gunung Kawi.

Sudah sejak lama, gunung yang berada di Desa Wonosari, Malang, Jawa Timur ini menjadi tujuan pesugihan.

Bisa dikatakan kalau Gunung Kawi menjadi tujuan favorit bagi mereka yang ingin kaya raya via jalur tersebut.

Di area ini, ada petilasan yang dibuat oleh Eyang Jogo dan Eyang Sujo, keduanya pembantu Pangeran Diponegoro.

Laman Vice.com pernah melansir kalau saat ini generasi keempat Eyang Jogo yaitu Raden Iwan Soerjandoko yang menjadi juru kunci.

Ia malah mengatakan kalau kakeknya adalah pejuang kemerdekaan era 1945-an, sempat mengungsi ke daerah ini.

Meskipun diklaim sebagai tempat pesugihan, namun reportase Vice.com mengungkapkan hal yang lebih halus. 

Orang yang menawarkan jasa untuk kaya ini lebih memilih kata lelaku, sementara mereka yang datang ada yang mengaku beribadah.

Biasanya, mereka yang datang ke sini merupakan keturunan Tionghoa, mereka mengaku ingin berziarah dan beribadah.

Jangan heran lo, ada kelenteng besar di Gunung Kawi, bahkan juga ada masjid di kawasan yang sama.

Ritual Pesugihan Gunung Kawi yang Sudah Terkenal

Situs Kumparan.com melansir ada ritual yang dilakukan bagi mereka yang ingin kaya raya dengan cara cepat.

Ritual harus dilakukan pada hari baik, biasanya ritual pesugihan Gunung Kawi dilakukan pada Jumat Legi.

Pilihan lain adalah tanggal 1 dan 2 bula Suro, lantaran bertepatan dengan hari wafatnya Eyang Jogo dan Eyang Sujo.

Mereka yang percaya mitos pesugihan Gunung Kawi percaya khodam (jin) pesugihan keluar pada hari tersebut.

Para peziarah wajib melakukan mandi suci dipimpin juru kunci sebelum melakukan tapa brata, setelah itu baru melakukan ritual.

Saat ritual, mereka harus melakukan perjanjian kontrak mati dengan penguasa gaib Gunung Kawi, ada tumbal nyawa.

Mereka yang bertapa selama beberapa hari, tanpa makan, minum, dan tidur ini berharap kejatuhan daun Pohon Dewandaru.

Konon kabarnya, setelah satu tahun, pelaku pesugihan Gunung Kawi mendapatkan kekayaan, bisnisnya maju.

Saat itulah, ia harus memberikan tumbal nyawa manusia yang mempunyai hubungan darah atau sepersusuan.

Konon juga, mereka yang menjadi tumbal ritual pesugihan Gunung Kawi akan meninggal secara mendadak.

Jangan lupa membaca artikel Rumah123.com untuk mendapatkan berita, tips, atau panduan yang menarik mengenai properti, desain, hukum, hingga gaya hidup.

Laman ini juga memudahkan bagi para pencari properti, penjual properti, hingga sekadar mengetahui informasi, karena Rumah123.com memang #AdaBuat Kamu.

Saatnya kamu memilih dan mencari properti terbaik untuk tempat tinggal atau investasi properti, hanya di Rumah123.com dan 99.co.


Tag: ,


Dodiek Dwiwanto

Dodiek Dwiwanto

Penulis sekaligus Editor Rumah123.com. Hobi menonton tayangan desain rumah dan gaya hidup di HGTV saat senggang.

Lagi mencari tahu dan belajar soal investasi saham properti dan crowdfunding. Siapa tahu jadi investor.