ibu kota baru, pindah ibu kota- rumah123.com Masjid Islamic Center di Ibu Kota Provinsi Kalimantan Timur, Samarinda. Ibu Kota Akan Pindah Ke Provinsi Ini, Seperti Apa Peluang Bisnis Hunian Sewa di Ibu Kota Baru? (Foto: Rumah123/Getty Images)

Ibu kota Indonesia akan pindah pada 2025 mendatang. Yuk, intip peluang bisnis sewa hunian di ibu kota baru.

Seperti dikutip oleh situs berita online Kompas.com, Presiden Joko Widodo menyatakan Kalimantan Timur sebagai lokasi ibu kota baru Indonesia pada Senin (26/8/2019).

Lokasi ibu kota baru ini berada di dua kabupaten yaitu Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kertanegara. Lokasinya tidak jauh dari Balikpapan, salah satu kota industri di Kalimantan Timur.

Baca juga: Berapa Sih Harga Tanah di Ibu Kota Baru, Kutai Kartanegara?

Ada sepuluh lembaga yang akan pindah yaitu pertama, istana dan lembaga eksekutif. Kedua, lembaga legislatif seperti DPR (Dewan Perwakilan Rakyat), MPR (Majelis Permusyawaratan Rakyat), dan DPD (Dewan Perwakilan Daerah).

Ketiga, lembaga yudikatif seperti MA (Mahkamah Agung), MK (Mahkamah Konstitusi), dan KY (Komisi Yudisial). Keempat, lembaga keamanan seperti Markas Besar Kepolisian Republik Idonesia.

Kelima, lembaga pertahanan seperti Markas Besar TNI (Tentara Nasional Indonesia). Keenam, bank sentral dan perbankan utama. Ketujuh, perwakilan negara atau kedutaan besar.

Baca juga: Yuk, Cari Tahu Berapa Harga Tanah di Ibu Kota Baru, Penajam Paser Utara

Kedelapan, information and communication technology. Kesembilan, perguruan tinggi. Kesepuluh, lembaga-lembaga penelitian.

Menteri Pembangunan dan Perencanaan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro bahwa ada 1,5 juta penduduk yang akan pindah ke ibu kota baru. Jumlah itu dihitung berdasarkan jumlah pegawai negara dan keluarganya.

Bisnis Sewa Properti di Ibu Kota Baru

Bambang juga sempat menyatakan bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) akan tinggal di apartemen yang disediakan oleh negara. Namun, kebutuhan properti di ibu kota baru pastinya akan menjanjikan.

Kebutuhan properti para pendatang sepertinya sulit untuk dipenuhi negara dan juga perusahaan pengembang swasta. Para pegawai bank sentral, staf kedutaan besar asing, dosen, peneliti, dan para pekerja lainnya membutuhkan hunian.

Perusahaan asing dan nasional pastinya akan membuka kantor perwakilan di ibu kota baru, termasuk media massa nasional. Hal ini membuka peluang untuk investor berinvestasi properti sewa.

  1. Investasi Rumah Tapak (Landed House)

Untuk memenuhi kebutuhan hunian jutaan orang dalam waktu lima tahun tentunya sulit. Jika kamu memiliki dana berinvestasi, kenapa tidak membeli rumah atau membangun rumah.

Nantinya rumah ini bisa disewakan kepada para pendatang yang bekerja di ibu kota baru. Hanya saja rental yield rumah memang kecil.

  1. Investasi Rumah Kos

Rumah kos atau rumah petak menjadi incaran para pendatang yang datang ke suatu kota. Sepertinya masih banyak orang yang memilih untuk menyewa kamar kos atau rumah petak.

Kamu bisa membangun rumah kos yang lengkap dengan fasilitas bak apartemen studio atau hotel berbintang. Fasilitas seperti AC atau pendingin udara, wifi, dan lainnya. Kos seperti ini biasanya menjadi buruan para penyewa.

  1. Investasi Apartemen

Sampai saat ini belum ada perusahaan pengembang besar yang berencana membangun hunian vertikal di ibu kota baru. Mungkin kalau masterplan ibu kota baru selesai pada 2020 mendatang, ada developer besar yang akan membangun apartemen atau superblok.

Jika ada proyek apartemen yang dibangun di ibu kota baru, saatnya berinvestasi apartemen. Saat ini, apartemen baru ada di Balikpapan yang jaraknya tidak jauh dari Kabupaten Kutai Kartanegara. Salah satunya adalah Borneo Bay City, sebuah superblok yang dibangun oleh Agung Podomoro Land.

Iklannya viral lantaran ditayangkan di harian Kompas pada Selasa (26/8/2019), hanya satu hari setelah Presiden Joko Widodo mengumumkan perpindahan ibu kota dari Jakarta ke Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara di Provinsi Kalimantan Timur.

Baca juga: Ibu Kota Baru Indonesia Harus Memiliki Transportasi Massal MRT

Bagikan: 4126 kali