Puasa Arafah menjelang Idul Adha memiliki banyak keutamaan. Salah satunya adalah menghapus dosa selama setahun. Untuk umat Muslim yang mau melaksanakannya, simak tata caranya berikut ini.

manfaat puasa - Rumah123.com

Bagi umat Islam, saat ini kita sudah memasuki bulan Dzulhijjah yang dimana bulan baik bagi sesama. 

Tak hanya bulan yang baik, bulan yang dikenal sebagai musim haji ini juga memiliki peristiwa khusus yang tidak akan dilupakan oleh umat Islam, yakni Idul Adha. 

Salah satu tahapan dan proses saat Idul Adha yang sering dilakukan oleh umat Islam sebelum menyambut bulan “haram” ini adalah puasa Arafah.

Tak hanya sekadar tahapan dan proses sebelum Idul Adha, puasa Arafah pun juga menjadi salah satu jenis amalan yang baik bagi umat Islam di bulan Dzulhijjah. 

Kapan puasa Arafah 2020?

Puasa Arafah merupakan puasa hari ke-9 dari bulan pada bulan Dzulhijjah atau sehari menjelang Hari Raya Idul Adha.

Dilansir dari Suara.com, tahun ini, menurut maklumat Pemimpin Pusat (PP) Muhammadiyah dengan nomor edaran 06/Edr/I.0/E/2020, puasa Arafah dilakukan pada tanggal 30 Juli 2020 yang jatuh pada hari Kamis.

Lantas, seperti apa puasa di hari Arafah? Simak pembahasannya berikut ini. 

Mengenal makna sesungguhnya dari puasa Arafah 

Puasa Arafah adalah puasa yang dilakukan pada tanggal 9 Dzulhijjah yakni bertepatan dengan momentum Wukuf di Padang Arafah pada musim haji. 

“Di antara puasa yang dianjurkan adalah puasa hari Arafah, yaitu berpuasa pada tanggal sembilan Dzulhijjah,” kata Syaikh Abdurrahman Al Juzairi dalam Fiqih Empat Madzhab.

“Namun puasa ini hanya khusus dilakukan oleh selain jamaah haji saja, sedangkan untuk para jamaah haji maka para ulama berbeda pendapat mengenai hukumnya.”

Lantaran masa pandemi Covid-19, musim haji di tahun ini sangatlah terbatas, hanya jamaah yang bermukim di Arab Saudi yang boleh melaksanakannya.

Hukum puasa pada hari Arafah ini bersifat sunnah muakad (sunnah yang dianjurkan) bagi kaum muslim yang tidak sedang berhaji.

Sedangkan, untuk orang yang sedang berhaji, tidak ada keutamaan untuk menjalankan puasa pada hari Arafah.

Hadits puasa Arafah

Adapun, hadis mengenai pelaksanaan puasa pada hari Arafah sebagai berikut :

عَنْ عِكْرِمَةَ قَالَ دَخَلْتُ عَلَى أَبِى هُرَيْرَةَ فِى بَيْتِهِ فَسَأَلْتُهُ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ بِعَرَفَاتٍ فَقَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ بِعَرَفَاتٍ

Dari Ikrimah, ia mengatakan:

“Aku masuk ke rumah Abu Hurairah lalu bertanya tentang puasa hari Arafah bagi (jamaah haji yang sedang) di Arafah.”

Lalu Abu Hurairah menjawab, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang puasa hari Arafah di Arafah” (HR. Ibnu Majah dan Ahmad). 

Selain puasa pada hari Arafah, ada juga puasa tarwiyah, yakni puasa di tanggal 8 Dzulhijjah. 

Hukum puasa tarwiyah adalah sunnah ghairu muakkad bagi orang yang tidak sedang berhaji, namun menjadi makruh apabila kamu sedang menjalani ibadah wukuf.  

Tata cara dan niat puasa Arafah

Sama seperti menjalankan puasa di bulan ramadhan, puasa di hari Arafah pun seperti tata cara puasa pada umumnya, sebagai berikut:

1. Membaca niat menjalankan puasa

Menjalankan niat puasa pada hari Arafah sebaiknya dilakukan pada malam hari, sebelum terbit fajar.

Namun, mengingat ini merupakan jenis puasa sunnah, jika terlupa, maka tidak salah untuk dilafalkan pada pagi hari selama tidak melakukan hal yang membatalkan puasa. 

Hal ini berdasarkan hadis yang menyatakan jika Rasulullah SAW pernah menjalankan puasa sunnah di pagi hari seperti pada hadis berikut : 

عَنْ عَائِشَةَ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ قَالَتْ دَخَلَ عَلَىَّ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- ذَاتَ يَوْمٍ فَقَالَ هَلْ عِنْدَكُمْ شَىْءٌ. فَقُلْنَا لاَ. قَالَ فَإِنِّى إِذًا صَائِمٌ. ثُمَّ أَتَانَا يَوْمًا آخَرَ فَقُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ أُهْدِىَ لَنَا حَيْسٌ. فَقَالَ أَرِينِيهِ فَلَقَدْ أَصْبَحْتُ صَائِمًا . فَأَكَلَ

Dari Aisyah Ummul Mukminin, ia berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menemuiku pada suatu hari lantas beliau bertanya, “Apakah kalian memiliki sesuatu untuk dimakan?

"Kami pun menjawab, “Tidak ada.” Beliau pun bersabda, “Kalau begitu saya puasa.” Kemudian di hari lain beliau menemui kami, lalu kami katakan pada beliau, “Kami baru saja dihadiahkan hays (jenis makanan berisi campuran kurma, samin dan tepung).” 

Lantas beliau bersabda, “Berikan makanan tersebut padaku, padahal tadi pagi aku sudah berniat puasa.” Lalu beliau menyantap makanan tersebut. (HR. Muslim). 

Baca juga: 7 Keutamaan Bulan Dzulhijjah dan Amalan Sunnah yang Berlimpah Pahala

2. Makan sahur

Untuk mendapatkan asupan nutrisi dan energi, makan sahur merupakan salah satu sunnah puasa yang dilakukan akan mendapat pahala dan keberkahan.

Meski tidak dikerjakan karena melewati batas waktu dan melewati adzan shalat subuh, maka puasanya tetap sah.

3. Menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa

Selain menahan diri dari lapar dan haus, mencegah hawa nafsu yang membatalkan puasa pun juga harus dilakukan saat menjalankan puasa sunnah ini.

Waktunya pun juga sama seperti puasa wajib, yakni pada pagi sampai adzan maghrib.

Baca juga: Tata Cara Penyembelihan Hewan Qurban Saat Pandemi Covid-19 Sesuai Syariat Islam

4. Berbuka puasa 

Sebagaimana puasa pada umumnya baik puasa wajib maupun puasa sunnah.

Berbuka puasa pada adzan maghrib pun juga harus dilakukan sebagai bagian dari menyempurnakan ibadah.

Saat berbuka puasa, sebaiknya hal ini kamu segerakan secepat mungkin.

Keutamaan puasa Arafah yang baik bagi umat Islam 

Puasa pada hari arafah memiliki keutamaan yang sangat baik bagi umat Islam dan amalannya pun juga luar biasa.

Adapun, keutamaan puasa di hari Arafah berdasarkan hadis yang sahih sebagai berikut. 

وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ فَقَالَ يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ

Rasulullah ditanya tentang puasa hari Arafah, beliau bersabda: “Menghapuskan dosa satu tahun yang lalu dan satu tahun yang akan datang.” (HR. Muslim)

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ

“Puasa hari Arafah, aku berharap kepada Allah Dia menghapuskan dosa satu tahun sebelumnya dan satu tahun sesudahnya.” (HR. Muslim)

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ إِنِّى أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ

“Puasa hari Arafah, sesungguhnya aku berharap kepada Allah, Dia menghapuskan dosa satu tahun sebelumnya dan satu tahun sesudahnya.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah; shahih)

مَنْ صَامَ يَوْمَ عَرَفَةَ غُفِرَ لَهُ سَنَةٌ أَمَامَهُ وَسَنَةٌ بَعْدَهُ

“Barangsiapa berpuasa pada hari Arafah, maka ia diampuni dosa-dosanya setahun yang di depannya dan setahun setelahnya.” (HR. Ibnu Majah; shahih)

مَنْ صَامَ يَوْمَ عَرَفَةَ غُفِرَ لَهُ ذَنْبُ سَنَتَيْنِ مُتَتابِعَتَيْنِ

“Barangsiapa berpuasa pada hari Arafah, maka dosanya diampuni selama dua tahun berurut-turut.” (HR. Abu Ya’la; shahih)

مَنْ صَامَ يَوْمَ عَرَفَةَ غُفِرَ لَهُ سَنَةٌ أَمَامَهُ وَسَنَةٌ خَلْفَهُ

“Barangsiapa berpuasa pada hari Arafah, maka ia diampuni tahun depannya dan tahun belakangnya.” (HR. Thabrani dalam Al Mu’jam Al Ausath; shahih lighairihi)

سَأَلَ رَجُلٌ عَبْدَ اللَّهِ بن عُمَرَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ ؟ فَقَالَ : كُنَّا وَنَحْنُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَعْدِلُهُ بِصَوْمِ سَنَتَيْنِ

Seorang laki-laki bertanya kepada Ibnu Umar tentang puasa hari Arafah, dia menjawab, “Kami dulu bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyamakannya dengan puasa dua tahun.” (HR. Thabrani dalam Al Mu’jam Al Ausath; hasan lighairihi)

Dapat disimpulkan jika berpuasa pada hari kesembilan Dzulhijjah memiliki banyak keutamaan yang baik untuk umat Islam. 

Tak hanya sekadar melaksanakan ibadah puasa saja, kamu pun juga diharuskan menjalani ibadah lainnya untuk mendapatkan amalan-amalan yang baik.

Yuk, cari tahu inspirasi menarik mengenai aktivitas yang baik untuk keluarga di rumah selengkapnya di artikel.rumah123.com.

Bagikan:
9539 kali