Woodplank

Woodplank bisa menjadi alternatif bagi kamu yang menyukai material kayu. Bahan ini memiliki sejumlah kelebihan dan juga kekurangan, apa saja ya. 

Kayu masih menjadi pilihan untuk plafon, atap, jendela, pagar, pintu, dinding rumah, dan juga lainnya.  

Material ini memang memiliki sejumlah kelebihan seperti terlihat lebih indah dan juga alami terutama untuk pagar. 

Namun, kayu juga mempunyai kekurangan seperti harganya yang mahal dan juga tidak tahan lama. 

Ada alternatif untuk bahan pengganti kayu yaitu bahan woodplank yang memiliki kemiripan dengan kayu, meski terbuat dari bahan lain. 

Woodplank adalah material papan yang terbuat dari semen, namun mempunyai tekstur mirip kayu. 

Material ini sering juga disebut sebagai papan fiber semen karena memang terbuat dari campuran semen. 

Woodplank ini bisa diaplikasikan pada beragam macam fungsi papan kayu alami seperti dekorasi dingin. 

Bahan ini juga bisa dipakai untuk plafon, pagar, lisplang, lis tangga, partisi, dan fungsi lainnya yang biasa menggunakan kayu. 

Salah satu produk woodplank ini adalah merek woodplank Elephant yang memiliki sejumlah keunggulan. 

Merek ini memiliki beberapa varian ukuran terutama untuk lebar dan tebal, sementara panjangnya sama. 

Wooplank Elephant ini dipasarkan dengan harga mulai dari Rp50 ribu untuk setiap material, murah bukan.

Selain murah, cara memasang woodplank juga relatif mudah karena bisa dilakukan dengan peralatan yang tidak banyak. 

Material ini bisa dipasang dengan menggunakan mesin bor, palu, obeng, paku, dan juga sekrup. 

Bahan ini juga dapat dipasang atau diaplikasikan pada dinding beton, besi, dinding batu bata, dan lainnya. 

Selain itu, material ini juga bisa dibentuk dan dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan dan keinginan.

Tidak hanya itu, woodplank juga bisa diterapkan untuk berbagai jenis arsitektur dan juga desain interior. 

Situs properti Rumah123.com akan menjelaskan mengenai kelebihan dan kekurangan woodplank.

Woodplank

Kelebihan Woodplank 

1. Memiliki daya tahan yang lama, bahkan ada yang mengklaim kalau bahan ini bisa tahan hingga 50 tahun 

2. Material ini tahan dan tidak mudah terbakar, tentunya hal ini bisa mengurangi risiko api kebakaran yang menjalar dan perubahan cuaca.

3. Bahan ini tahan rayap sehingga tidak perlu khawatir mengenai ancaman serangga ini lantaran terbuat dari semen. 

4. Memunculkan kesan estetika yang baik pada rumah minimalis karena woodplank terlihat seperti kayu sehingga terkesan natural. 

5. Woodplank bisa dicat dengan cat berbahan dasar air jika menginginkan material yang mirip tekstur kayu. 

6. Lantaran terbuat dari bahan fiber semen, Woodplank tentunya lebih kuat dibandingkan material kayu.

7. Material ini juga tidak mengandung asbes sehingga bisa diklaim merupakan bahan ramah lingkungan. 

8. Woodplank tidak menyerap air dan tidak lembap sehingga bahan ini tentu saja awet dan tahan lama. 

9. Bahan ini tidak mudah melengkung karena memuai ataupun menyusut, kemungkinan hal ini terjadi sangat kecil. 

10. Untuk memasang material ini relatif mudah baik untuk dipasang pada rangka kayu ataupun metal. 

11. Woodplank memiliki banyak variasi warna dan motif sehingga pemilik rumah mempunyai alternatif. 

12. Material ini mudah dibersihkan saat terkena jamur yaitu membasuhnya dengan air saja hingga hilang. 

13. Woodplank tidak hanya bisa digunakan untuk interior rumah saja, namun juga untuk eksterior hunian. 

Kekurangan Woodplank 

1. Material ini cukup berat sehingga harus memastikan agar desain pagar bisa menopang woodplank. 

2. Bahan ini tidak tahan benturan dari benda berat atau goresan dari benda tajama sehingga harus berhati-hati. 

3. Harus menggunakan cat yang tahan cuaca, selain itu woodplank harus dicat ulang secara berkala. 

Situs properti Rumah123.com selalu menghadirkan artikel-artikel menarik mengenai pilihan material untuk rumah.

Baca juga: 10 Kelebihan Atap Go Green | Alternatif Pilihan Atap untuk Rumah Kamu

Bagikan:
11924 kali