Urban farming, konsep berkebun untuk orang perkotaan - Rumah123.com Urban farming, konsep berkebun untuk orang perkotaan - Rumah123.com

Siapa bilang aktivitas berkebun hanya bisa dilakukan di daerah pedesaan? Kamu yang tinggal di kota besar ternyata juga bisa lho melakukannya, walau lahan yang ditempati sempit sekalipun. Kegiatan berkebun di perkotaan dikenal dengan istilah urban farming. Apa sih perbedaannya dengan kegiatan berkebun seperti pada umumnya?

Hal-hal yang membedakan urban farming dan berkebun konvensional

Seperti namanya, urban farming memindahkan pertanian konvensional ke pertanian perkotaan. Yang membedakannya dengan berkebun biasa adalah orang yang melakukan dan juga media tanamnya. Apabila orang di pedesaan melakukan kegiatan berkebun berorientasi pada hasil produksi, maka pelaku urban farming berorientasi pada gaya hidup. Apalagi saat ini masyarakat mulai ‘melek’ dengan gaya hidup sehat, sehingga konsep urban farming semakin banyak diminati. 

Bukan di lahan kosong, ini berbagai cara penanaman urban farming

Lantaran kegiatan berkebun ini dilakukan di lahan yang sempit, maka ada berbagai cara yang bisa ditempuh untuk melakukan urban farming. Tak hanya mengandalkan lahan kosong, banyak media yang bisa dimanfaatkan untuk menanam. Misalnya tanaman dalam pot yang digantung di pagar atau dinding hingga membuat taman vertikal, menggunakan pipa paralon menjadi kebun hidroponik, atau memanfaatkan polybag. 

Manfaat dari melakukan urban farming di rumah

Bukan hanya soal gaya hidup, berkebun dengan cara urban farming juga memberikan banyak manfaat untuk pelakunya sendiri, sekaligus untuk orang lain. Misalnya seperti mendapatkan ketersediaan sayuran di rumah sendiri, menghemat bujet untuk belanja sayuran, menghijaukan lingkungan, hingga mengurangi dampak pemanasan global. Dengan begitu, orang-orang yang melakukan ini pun turut serta dalam meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat lainnya, sekaligus kesehatan lingkungan. Secara nilai ekonomis juga, kegiatan urban farming bisa menunjang  kondisi ekonomi masyarakat melalui penjualan dari hasil panen tanaman yang ditanam.

Tanaman yang mudah ditanam untuk pelaku urban farming pemula

Tertarik untuk berkebun dengan konsep urban farming? Kamu bisa memulainya dengan menanam jenis tanaman yang minim perawatan. Apa saja?

- Cabai

Jemur cabai yang mulai membusuk di bawah sinar matahari. Setelah kering, ambil bijinya kemudian cuci.  Setelah bersih, tanam biji tersebut di media tanam yang sudah disiapkan. Letakkan pot di tempat teduh namun tetap terkena sinar matahari. Dalam waktu 2-3 bulan, cabai siap dipanen.

- Tomat

Sama seperti cabai, kamu bisa mengambil biji tomat kemudian membersihkan dan mengeringkannya. Letakkan biji yang bersih ke dalam media tanam, lalu tunggu hingga 3 bulan hingga panen.

- Seledri

Seledri termasuk tanaman sayuran yang kerap digunakan untuk memasak. Budidayanya mudah, cukup pisahkan bagian tanaman yang tumbuh dari akar, lalu tancapkan pada tanah yang gembur.

Bagikan:
4409 kali