Zaskia Adya Mecca

Putra pasangan Hanung Bramantyo-Zaskia Adya Mecca mengalami TTN setelah lahir. TTN adalah gangguan pernapasan pada bayi lahir. 

Pasangan Hanung Bramantyo-Zaskia Adya Mecca sedang berbahagia lantaran Zaskia baru saja melahirkan anak kelima. 

Bayi berjenis kelamin laki-laki ini diberi nama Bhaj Kama Bramantyo, yang ternyata mengalami gangguan pernapasan setelah lahir. 

Sebelumnya, pasangan Hanung-Zaskia ini telah memiliki empat anak yaitu dua putra dan dua putri. 

Empat putra putri pasangan ini bernama Kana Sybilla Bramantyo, Kala Madali Bramantyo, Bhai Kaba Bramantyo, dan Bhre Kata Bramantyo.

Sementara Hanung sendiri telah mempunyai putra yang beranjak besar dari pernikahan sebelumnya yang bernama Barmastya Bhumi Brawijaya. 

Zaskia dikenal sebagai bintang sinetron dan juga bintang film saat mengawali kariernya di dunia hiburan. 

Saat ini, dia mulai merambah karier baru sebagai produser dan casting director film yang disutradarai oleh suaminya. 

Hanung dikenal sebagai sutradara dan produser, sesekali dia tampil dalam film yang disutradarai sendiri. 

Zaskia Adya Mecca Memberitahu Putranya Mengalami TTN

Zaskia melahirkan putra kelimanya di Rumah Sakit JIH Sleman, Yogyakarta pada Jumat (03/07/2020). 

Aktris ini kemudian mengabarkan kalau dia harus berpisah sementara dengan bayinya yang baru lahir.

Bhaj mengalami gangguan pernapasan sesaat setelah lahir, gangguan ini adalah TTN atau transient tachypnea of the newborn

Laman berita online Kumparan.com mengutip Stanford Children's Health mengenai apa yang dimaksud dengan TTN. 

TTN adalah gangguan pernapasan sedang yang biasanya dialami oleh bayi yang baru lahir pada awal hidupnya. 

Transient berarti berumur pendek atau short lived, sementara tachypnea mempunyai arti pernapasan cepat. 

Gangguan pernapasan ini biasanya bakal hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan apapun setelah tiga hari atau kurang. 

Mengenali Penyebab TTN

Kenapa sih bayi yang baru lahir bisa mengalami TTN? Untuk itu, harus dipahami terlebih dahulu penyebabnya. 

Orang harus mengetahui terlebih dahulu mengenai apa yang terjadi dengan paru-paru bayi yang baru lahir. 

Ketika masih berada di dalam kandungan ibu, bayi mempunyai cairan di dalam paru-paru mereka.

Lantaran terjadi perubahan hormon jelang persalinan atau kelahiran, maka sebagian cairan tersebut diserap kembali oleh bayi. 

Cairan yang ada di dalam paru-paru tersebut akan terus diserap oleh bayi ketika dalam proses kelahiran. 

Saat bayi lahir, sisa cairan yang masih tersisa atau masih ada akan diserap ke dalam paru-paru dan kemudian bayi mulai bernapas sendiri. 

Namun, masalah bisa terjadi kalau ada dua hal yaitu cairan di paru-paru tidak cukup cepat diserap. 

Atau bayi mempunyai terlalu banyak cairan di dalam paru-paru sehingga tidak dapat menyerap oksigen dengan baik. 

Kalau hal ini terjadi, bayi memiliki masalah karena akan bernapas lebih cepat dan lebih keras agar memperoleh oksigen dalam jumlah cukup ke paru-paru. 

Untuk diketahui, gejala TTN umumnya terjadi pada bayi dengan laju pernapasan yang cepat lebih dari 60 napas per menit. 

Gejala lainnya adalah bunyi mendengkur saat bernapas, nasal flaring atau lubang hidung melebar ketika bernapas. 

Selain itu, gejala lain adalah adanya retraksi atau tarikan pada tulang rusuk bayi ketika bernapas. 

TTN Bisa Sembuh dengan Sendirinya 

Seberapa risiko bayi bisa mengalami TTN? Tentunya orang tua yang sedang menanti kelahiran bayi bisa khawatir. 

The National Center for Biotechnology Information menyatakan TTN hanya terjadi pada sejumlah kecil bayi yang baru lahir. 

TTN dialami oleh 10% bayi yang lahir antara antara 33-34 minggu, 5% dari bayi yang lahir 35-36 minggu, dan 1% dari bayi yang dikandung secara penuh. 

Stanford Children's Health menyatakan bayi yang dilahirkan melalui proses operasi caesar cenderung mengalami kondisi ini. 

Bayi tidak mengalami perubahan hormon dan cairan di paru-paru masih ada, bayi harus berupaya keras menyerap cairan itu. 

TTN ini sendiri adalah self-limited disease atau penyakit yang bisa sembuh dengan sendirinya. Jangan khawatir ya. 

Stanford Children's Health menyatakan ada sejumlah perawatan tambahan yang dapat menolong bayi yang mengalami TTN. 

Beberapa perawatan ini adalah memberikan oksigen tambahan, melakukan tes darah, dan memberikan tekanan udara positif secara teratur memakai mesin pernapasan. 

Jangan lewatkan artikel-artikel menarik mengenai kesehatan dan gaya hidup dari situs properti Rumah123.com.

Baca juga: Jamur Enoki Mengandung Bakteri Listeria? Simak Penjelasan Berikut Ini

Bagikan:
1691 kali