contoh tanah bengkok

Apa yang dimaksud dengan tanah bengkok? Pasti kamu banyak yang masih awam dengan jenis pertanahan tersebut kan, yuk mari disimak penjelasan berikut ini!

Banyak kepemilikan tanah tradisional atau dari zaman Belanda seperti sertifikat ijo, letter D, petok C, hingga eigendom verponding.

Tidak ketinggalan, tanah bengkok yang juga dikenal di masyarakat pedesaan, mereka mengenal kepemilikan tanah tradisional ini.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), tanah bengkok adalah lahan yang diterima untuk diusahakan sebagai pengganti gaji.

Biasanya, tanah tersebut diberikan bagi pamong desa, seperti lurah, kamituwo, kepala kampong.

Adapun Landasan hukum tanah bengkok ada di dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 4 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengelolaan Kekayaan Desa (Permendagri 4/2007).

Menurut Pasal 1 angka 10 Permendagri 4/2007, tanah desa adalah barang milik desa berupa tanah bengkok, kuburan, dan titisara.

Jadi, lahan tersebut merupakan salah satu aset yang merupakan barang milik desa, ingat hal ini ya.

Pemanfaatan Tanah Bengkok untuk Desa

sengketa Tanah Bengkok

Lantas, bagaimana pembagian tanah bengkok?

Melansir dari buku Dominikus Rato berjudul Hukum Benda dan Harta Kekayaan Adat, berikut ini penjelasannya.

1. Jenis Tanah Lungguh

Tanah jenis ini menjadi hak pamong desa untuk menggarapnya sebagai kompensasi gaji yang tidak mereka terima.

2. Tanah Kas Desa

Tanah jenis ini dikelola oleh pamong desa aktif untuk mendanai pembangunan infrastruktur atau keperluan desa

3. Tanah Pengarem-arem

Berbeda dari dua jenis tanah sebelumnya, tanah pengarem-arem menjadi hak pamong desa yang pensiun untuk digarap sebagai jaminan hari tua.

Namun, apabila ia meninggal, maka tanah tersebut harus dikembalikan pengelolaannya kepada pihak desa.

Kita bisa melihat tanah ini menjadi salah satu bentuk hak komunal masyarakat adat desa, yang terbentuk secara teritorial.

Adapun hasil pengelolaannya dapat digunakan untuk tambahan tunjangan kepala desa maupun perangkat desa lainnya.

Misalnya, kebijakan Pemerintah Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah yang memberi gaji sekretaris desa  dan ditambah 50% dari uang hasil pemanfaatannya.

Kamu bisa melihat lebih lanjut ketentuan mengenai hasil pengelolaan tanah bengkok  dalam peraturan bupati/walikota masing-masing daerah.

Bisakah Tanah Bengkok Diperjual-Belikan?

pembagian Tanah Bengkok

Praktek jual beli tanah bengkok sering terjadi di sejumlah daerah, namun hal itu dilakukan, kamu perlu mengetahuinya.

Tidak jarang kasus tanah adat ini bisa juga menyeret seseorang atau pihak tertentu ke meja hijau, tentunya karena menjadi lahan sengketa.

Dikutip dari laman Hukumonline.com, tanah aset desa ini tidak dapat diperjualbelikan tanpa persetujuan seluruh warga desa.

Meski demikian sewa tanah bengkok boleh dilakukan oleh mereka yang diberi hak mengelolanya.

Akan tetapi, lahan jenis ini tidak diperkenankan untuk disewakan kepada pihak ketiga.

Pada dasarnya, hak kepemilikan ini yang diperuntukkan sebagai pengganti gaji kepala desa, merupakan milik desa.

Hak atas tanah desa tersebut tidak boleh dilakukan pelepasan kepemilikan kepada pihak lain, kecuali untuk kepentingan umum.

Nah, demikianlah seluk-beluk tanah bengkok beserta pemanfaatannya bagi perangkat desa.

Baca juga informasi seputar hukum pertanahan dan legalitas properti lainnya, hanya di artikel.rumah123.com.

Bila kamu ingin cari rumah impian, yuk temukan beragam rekomendasi terbaiknya di Rumah123.com, karena kami #AdaBuatKamu.

Pilihan terbaik untuk memiliki rumah tapak di kawasan Bekasi, Jawa Barat pastinya adalah Waterfront Estate. 

Bagikan:
1024 kali