Indonesia berada di daerah yang rawan gempa. Untuk itu, pemerintah mengantisipasinya dengan membuat rumah tahan gempa agar meminimalisir kerusakan.

Indonesia terletak di antara lempeng Australia, lempeng Eurasia dan lempeng pasifik.

Inilah penyebab kenapa di Indonesia sering terjadi gempa bumi, baik vulkanik maupun tektonik.

Bahkan dalam beberapa tahun terakhir, beberapa tahun terakhir, terjadi gempa besar yang melanda wilayah Indonesia seperti Lombok, Nusa Tenggara Barat, serta Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.

Bukan hanya menimbulkan korban jiwa, gempa bumi juga menyebabkan sejumlah kerusakan, terutama pada struktur rumah peduduk.

Pemerintah membangun rumah tahan gempa Risha

Rumah anti-gempa dengan teknologi RISHA. Foto: Dok. Litbang-pu.go.id

Atas dasar inilah, pemerintah melalui  Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun rumah dengan konsep tahan gempa, yaitu Risha.

Risha (Rumah Instan Sederhana Sehat) merupakan rumah tahan gempa yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di lokasi bencana gempa di Lombok baru-baru ini.

“Sudah 20 Risha yang dibangun sebagai rumah contoh dan sarana mengajar kepada masyarakat. Risha yang dibangun diperuntukan bagi pos polisi, masjid, kantor yang lokasinya tersebar. Jumlah warga yang sudah dilatih sampai saat ini berjumlah 1.200 orang,” kata Menteri PUPR, Basuki Hadi Muljono, dalam keterangan tertulis Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR, Sabtu (1-9-2018), kepada Rumah123.

Baca juga: Kenalan Ama Rekompak yang Muncul Pasca-Gempa Lombok

Kementerian PUPR telah memulai rehabilitasi dan rekonstruksi fasilitas publik di lokasi gempa Lombok.

Pembangunan rumah tahan gempa bisa dilakukan oleh masyarakat dibantu tenaga pendamping yang berasal dari 400 insinyur muda CPNS PUPR, mahasiswa, Tim Balitbang PUPR, dan relawan.

Pemerintah memberikan bantuan untuk pembangunan kembali rumah, yakni Rp50 juta untuk rumah rusak berat, Rp25 juta untuk rumah rusak sedang dan Rp10 juta rumah rusak ringan.

Verifikasi untuk mendapatkan bantuan tersebut dilakukan oleh BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) yang kemudian ditetapkan oleh Surat Keputusan Bupati sebagai dasar pemberian bantuan.

Selanjutnya akan dilakukan rehabilitasi oleh BUMN Karya dan ditargetkan satu bulan sudah selesai dan siap difungsikan.

Rumah Risha sering dianggap sama dengan rumah domus, padahal keduanya berbeda!

PT Tata Logam Lestari, perusahaan penyedia material bangunan baja ringan menawarkan konsep rumah instan yang diberi nama rumah Domus.

Dilansir dari Tempo.co, Domus merupakan sebuah produk rumah permanen instan yang telah lama dikembangkan oleh perusahaan.

Lalu, apa perbedaan rumah Risha dan Domus?

Perbedaan Risha dan Domus, bila Risha berkonsep knock down atau bongkar pasang, maka Domus berupa bangunan permanen.

Rangka bangunannya berupa kolom praktis dan rangka atap yang menggunakan material baja ringan.

Rumah tahan gempa bukan hanya Risha, tapi masih ada Rumah Rika dan Rumah Ruspin

Rumah tahan gempa yang dibangun, menurut Menteri Basuki, tak harus Risha, terbuka untuk model rumah tahan gempa lainnya yang nantinya akan dilakukan verifikasi kualitasnya oleh Kementerian PUPR.

Selain Risha, Kementerian PUPR juga telah mengembangkan Rika (Rumah Instan Kayu) dan Ruspin (Rumah Unggul Sistem Panel Instan) yang juga sudah teruji kekuatannya.

Apa itu Rumah Rika dan Rumah Ruspin?

Rumah Rika dan Ruspin PUPR merupakan program rumah tahan gempa lainnya selain rumah Risha.

Rumah tahan gempa Rika

rumah tahan gempa rika Sumber: itbang.pu.go,id

Dilansir dari Medcom.id, rumah Rika adalah rumah yang dibuat menggunakan kayu rekayasa sebagai pembentuk konstruksinya.

Dengan memanfaatkan teknologi Laminated Veneer Lumber (LVL), maka kayu kelas rendah cepat tumbuh (sengon/karet/akasia mangium) dapat digunakan sebagai sistem struktur rumah instan kayu dengan kekuatan setara dengan kayu kelas 3.

Rumah tahan gempa Ruspin

rumah tahan gempa ruspin Sumber: Kementerian PUPR

Sedangkan dilansir dari Pu.go.id, rumah Ruspin adalah rumah yang dibuat dengan teknologi rangka rumah pracetak dengan sistem panel menggunakan sambungan baut, dapat dipasang secara cepat.

Biayanya pun relatif murah, sehingga dapat mejadi solusi bagi permasalahan penyediaan kebutuhan masyarakat akan rumah  yang murah dan memenuhi persyaratan kualitas teknis sebuah rumah.

Itu dia jenis-jenis rumah tahan gempa yang ada di Indonesia.

Bencana alam memang tidak bisa dihindari, namun mengurangi dampak kerusakannya sangat bisa diantisipasi sejak jauh-jauh hari.

Dengan adanya rumah tahan gempa ini, semoga masyarakat Indonesia yang tinggal di daerah rawan gempa tak lagi harus merasakan kehilangan harta benda lantaran rumah yang habis tak bersisa.

Simak juga artikel lainnya seputar properti hanya di artikel.rumah123.com!

Bagikan:
6439 kali