OK
Dijual
Disewa
Properti Baru
Panduan

Mengenal Rumah Adat Bangka Belitung yang Sarat Makna dan Filosofi

30 Agustus 2022 · 4 min read Author: Reyhan Apriathama

rumah adat bangka belitung

Rumah adat Bangka Belitung merupakan salah satu warisan budaya penuh makna yang perlu kamu tahu. Simak selengkapnya di sini.

Indonesia dikenal akan keragaman budayanya sejak dulu, tak terkecuali rumah adat tradisional yang berbeda-beda di setiap daerah.

Salah satu rumah adat di Indonesia yang cukup menarik perhatian adalah rumah adat Bangka Belitung yang berasal dari tanah melayu, dengan akulturasi budaya kolonial dan Tionghoa. 

Ada tiga jenis rumah adat Bangka Belitung yang harus kamu ketahui.

Penasaran? Simak pembahasannya bersama-sama!

Mengenal Rumah Adat Bangka Belitung dan Filosofinya 

Ketiga jenis rumah adat Bangka Belitung terdiri dari rumah panggung, rumah limas, dan rumah rakit, yang dibuat berdasarkan wilayah baik daratan maupun perairan, yang dapat dijelaskan sebagai berikut: 

1. Rumah Panggung 

Rumah Adat Bangka Belitung Panggung

Sumber: Lenteramata.com

Rumah adat panggung merupakan arsitektur asal Melayu Awal yang terdiri dari beberapa tiang dan satu tiang berukuran besar, terbuat dari kayu, bambu, rotan, dedaunan, akar pohon dan alang-alang.

Bentuk atapnya tinggi dan sedikit miring, atau menyatu dengan akulturasi ala bangunan rumah Tionghoa yang bersumber dari warga sekitar.

Di bagian dinding terdapat banyak jendela atau bukaan sehingga udara tetap sejuk, mengingat wilayah ini dikenal cukup panas.

Tiang dari rumah lantai ini terbuat dari kayu dan dindingnya terbuat dari bambu atau kulit kayu. Sedangkan, atapnya terbuat dari rumbia maupun ijuk.

Rumah panggung dari Bangka Belitung terdiri dari empat bagian yakni: 

  1. Ruang depan untuk menjamu tamu.
  2. Ruang induk atau ruang utama sebagai tempat berkumpul.
  3. Loss menjadi tempat penghubung antara ruang keluarga dan kamar penghuninya. 
  4. Ruangan belakang untuk kebutuhan rumah tangga dan penyimpanan.

Tidak semua rumah panggung memiliki komposisi ini, bahkan ada yang terdiri dari dua ruangan yakni sisi depan dan kebutuhan MCK dilakukan di sungai.

Filosofi Rumah Panggung 

Rumah panggung khas Bangka Belitung tidak boleh diberi cat, namun harus mempertahankan warna dari material yang digunakan.

Tujuannya supaya masyarakat Bangka Belitung memiliki kesetaraan yang sama, dan tidak dibedakan berdasarkan tampilan sebagai lambang kesederhanaan dalam persatuan dan kesatuan.

2. Rumah Adat Bangka Belitung Berbentuk Limas 

Rumah Limas Provinsi Bangka Belitung

Sumber: Selasar.com

Rumah adat Bangka Belitung berikutnya mengadopsi rumah adat Sumatra Selatan bernama rumah limas karena atapnya berbentuk limas

Ciri khas bangunannya luas dan bertingkat atau disebut bengkilas yang menggunakan bahan kayu, dan sisi tiang menggunakan kayu ulin yang cukup kuat. Dinding dan pintu lantai menggunakan kayu tembesu.

Rumah limas terdiri dari beberapa lantai yang membentuk beberapa ruangan atau dikenal dengan sebutan kekijing dengan pembagian: 

  1. Kekijing pertama disebut pagar tenggalung, berupa ruangan tanpa pagar pembatas untuk menerima tamu.
  2. Kekijing kedua disebut jogan untuk area kumpul laki-laki.
  3. Kekijing ketiga untuk menerima saudara yang lebih tua. 
  4. Kekijing keempat untuk tamu kehormatan.
  5. Kekijing kelima disebut gegajah sebagai ruang terluas.

Gegajah tersebut terdiri dari 3 ruangan meliputi: 

  1. Pembatas antar ruangan (pangkeng).
  2. Tempat keluarga inti (amben tetuo).
  3. Balai musyawarah (denamben). 

Filosofi Rumah Limas 

Jenis bangunan ini terdiri dari lima tingkatan kehidupan masyarakat yakni usia, jenis, bakat, pangkat, dan martabat.

Hal ini merupakan penanda garis keturunan seseorang untuk tingkat pertama adalah golongan Kiagus, kedua untuk Kemas dan Massagus, dan tingkat ketiga untuk Raden. 

Pada bagian atap terdapat ornamen tanduk dengan melati yang menggambarkan mahkota sebagai simbol kerukunan dan keagungan.

3. Rumah Adat Bangka Belitung Rakit 

Rumah rakit Bangka Belitung

Sumber: Lenteramata.com

Tak hanya berada di daratan, rumah adat Bangka Belitung juga tersedia di wilayah perairan bernama rumah rakit yang mendapatkan pengaruh dari rumah tradisional khas Palembang.

Pasalnya, Kesultanan Palembang dahulu melarang warga asing seperti Tionghoa memiliki tempat tinggal di atas daratan sehingga mereka membangun rumah di sepanjang sungai Musi

Rumah rakit memiliki area bangunan di atas rangkaian balok kayu atau bambu dengan keempat sudut yang dipasang tiang dari kayu agar rumah tak berpindah.

Untuk pengaman, terdapat pasang tali dan rotan untuk mengikat rumah pada tebing sungai.

Rumah ini berbentuk bujur sangkar dan berukuran kecil dengan atap yang terbuat dari daun yang dianyam dengan 2 pintu menuju pinggir dan tengah sungai.

Bangunan ini cukup sederhana terdiri dari kamar tidur, dapur dan ruangan untuk beraktivitas sehari-hari yang mudah mengapung di atas air.

Filosofi Rumah Rakit 

Pembangunan rumah ini tidak sembarang, namun ada musyawarah keluarga terdiri dari suami, istri, orangtua dan tetangga untuk menghormati satu sama lain.

Itulah beberapa hal menarik mengenai rumah adat Bangka Belitung beserta ciri khas dan filosofinya, semoga bermanfaat!

Temukan informasi menarik seputar properti, selengkapnya di artikel.rumah123.com

Wujudkan rumah impian berwawasan lingkungan bersama  Summarecon Mutiara Makassar  selengkapnya di Rumah123.com dan 99.co, yang pastinya #AdaBuatKamu!

 


Tag: ,


Reyhan Apriathama
Seorang mas-mas penulis Rumah123.com yang suka otomotif, sepak bola, gadget, dan musik-musik lawas.
Selengkapnya

IKLAN

Tutup iklan
×

SCROLL UNTUK TERUS MEMBACA