Perbedaan Pantun Syair Gurindam

Perbedaan pantun, syair dan gurindam merupakan pertanyaan yang sering kita ajukan ketika masih duduk di bangku sekolah hingga saat ini.

Salah satu jenis karya sastra ini memang memiliki beberapa persamaan sekaligus perbedaan yang tipis-tipis antara satu dengan yang lain.

Bahkan, kerap segelintir orang sering tertukar antara ketiga karya sastra tersebut.

Kalau kamu salah satunya dan sedang ingin memahami mengenai ketiga jenis karya sastra tersebut, kebetulan, banget nih!

Sebab kamu sudah menyiapkan ulasan lengkap mengenai perbedaan pantun, syair dan gurindam.

Yuk, langsung saja kita simak pengertiannya berikut ini.

Pengertian Pantun, Syair dan Gurindam

Karya sastra pantun, syair dan gurindam Sumber: Pixabay

Sebelum mengetahui perbedaan dari ketiga karya sastra tersebut, ada baiknya kita mengetahui pengertian dari masing-masing istilah ini.

Apa Itu Pantun?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pantun adalah bentuk puisi Indonesia (Melayu).

Setiap bait (kuplet) biasanya terdiri atas empat baris, yang bersajak (a-b-a-b).

Pantun berasal dari bahasa Minangkabau 'patuntun', yang berarti penuntun.

Mulanya, pantun merupakan satu di antara bentuk dari sastra lisan.

Namun, saat ini sudah sering dijumpai pantun dalam bentuk tertulis.

Kemudian seiring berjalannya waktu, pantun telah berkembang sebagai media penuturan pesan dengan permainan kata-kata.

Ciri-ciri dari pantun sendiri adalah terdiri dari empat baris pada setiap baitnya.

Memiliki pola a-b-a-b atau a-a-a-a, mempunyai sampiran, dan tidak ada nama penulis di dalam karyanya.

Apa Itu Syair?

Contoh-Syair-Persahabatan (1) Sumber : yuksinau.id

Berdasarkan KBBI, syair dipahami sebagai puisi lama yang tiap-tiap bait terdiri atas empat baris dan mempunyai akhir bunyi yang sama.

Secara istilah, kata atau istilah 'syair' berasal dari bahasa Arab, yaitu Syi'ir atau Syu'ur yang berarti 'perasaan yang menyadari'.

Syair di dalam kesusastraan Melayu, merujuk pada pengertian puisi secara umum.

Namun dalam perkembangannya, syair ini telah mengalami perubahan dan modifikasi sehingga syair didesain sesuai keadaan dan situasi yang terjadi.

Ciri-ciri syair sendiri adalah terdiri dari empat baris, setiap baris terdiri dari empat hingga enam kata, semua baris adalah isi, memiliki akhir a-a-a-a dan berisi pesan atau cerita.

Apa Itu Gurindam?

Gurindam-dua-belas-@himsaifanah Sumber : traverse.id

Menurut KBBI, gurindam sendiri adalah sebuah bentuk karya sastra yang berupa sajak, satu baitnya ada dua baris.

Isinya adalah berupa nasihat atau petuah.

Gurindam mulanya dibawa oleh orang Hindu atau  yang terpengaruh sastra Hindu.

Gurindam berasal dari bahasa Tamil (India), yaitu 'kirindam', yang berarti mula-mula amsal, perumpamaan.

Pada baris pertama gurindam ini berisi syarat, masalah, persoalan, dan perjanjian.

Sedangkan pada baris kedua berisi jawaban atas persoalan yang sudah dipaparkan pada baris pertama.

Ciri-ciri dari gurindam sendiri adalah satu bait terdiri dari 2 kalimat atau baris, setiap bait bersajak a-a, b-b, c-c, d-d dan setiap barisnya maksimal terdiri dari 10 kata.

Perbedaan Pantun, Syair dan Gurindam

Tulisan karya sastra Sumber: Pixabay

Terdapat beberapa perbedaan pantun, syair dan Gurindam yang penting kamu ketahui.

Berikut ini adalah daftar lengkapnya:

Jumlah Baris

1. Pada pantun, terdiri dari empat baris.

2. Pada syair, terdiri dari empat baris.

3. Pada gurindam, terdiri dari dua baris.

Jumlah Kata

1. Pada pantun, terdiri dari 8-12 suku kata.

2. Pada syair, terdiri atas 8-14 suku kata.

3. Pada gurindam, terdiri atas 10-14 kata.

Struktur Tulisan

1. Pada pantun, baris pertama dan kedua berupa sampiran, baris ketiga dan keempat berupa isi.

2. Pada syair, semua baris adalah isi.

3. Pada gurindam, isi atau maksud gurindam terdapat pada baris kedua karena baris kedua berisi jawaban, akibat dari masalah atau perjanjian pada baris pertama.

Rima Akhir Baris

1. Pada pantun, berima a-b-a-b

2. Pada syair, berima a-a-a-a.

3. Pada gurindam. berima a-a, b-b, c-c, dan seterusnya

Kandungan isi

1. Pada pantun, berupa nasihat atau teguran secara tidak langsung dengan kata-kata yang menghibur.

2. Pada syair, berupa nasehat, filosofi hidup atau kata-kata mutiara.

3. Pada gurindam, berupa nilai-nilai kehidupan atau nilai-nilai moral.

Nah, itulah pengertian dan perbedaan antara pantun, syair dan gurindam yang bisa kamu ketahui.

Jika kamu sedang mencari rumah, apartemen, tanah atau yang lainnya di marketplace properti tepercaya dan aman, bisa mengunjungi laman Rumah123.com untuk mendapatkan penawaran terbaik seperti di Permata Hijau Suites Jakarta Selatan.

Dan jangan sampai ketinggalan untuk mendapatkan berita dan tips terbaru mengenai dunia properti dalam negeri serta mancanegara di artikel Rumah123.com.

Bagikan:
276 kali

Redaksi Rumah123.com

Alamat

Level 37 [email protected]
Jl. Casablanca Kav.88
Jakarta Selatan
Jakarta 12870
Indonesia