Selain ramah lingkungan, penggunaan panel surya ternyata bisa membuatmu lebih hemat - Rumah123.com Selain ramah lingkungan, penggunaan panel surya ternyata bisa membuatmu lebih hemat - Rumah123.com/GettyImages

Penggunaan panel surya memang belum begitu masif pada perumahan di Indonesia. Bahkan di Indonesia, pemanfaatan energi surya di Indonesia baru sebesar 0,05% dari potensi yang ada. Hal ini dipaparkan oleh Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Energi Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) KementErian ESDM, M. Arifin, dalam keterangan tertulis di laman esdm.go.id. Padahal karena berada di garis khatulistiwa, sinar matahari di Indonesia sangat melimpah. Matahari bersinar sepanjang tahun, sehingga sangat optimal jika masyarakat Indonesia menggunakan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).

Amarangga Lubis, CEO dari SolarKita di acara talkshow Festival Properti Indonesia pada Minggu, (9/11/2019). Amarangga Lubis, CEO dari SolarKita di acara talkshow Festival Properti Indonesia pada Minggu, (9/11/2019).

Tak bisa dipungkiri, salah satu faktor penyebab terjadinya hal ini karena minimnya informasi soal pengertian, cara kerja, manfaat, hingga harga dari panel surya. Sebenarnya, seperti apa sih serba-serbi panel surya? Topik ini menjadi bagian bahasan dari talkshow Rumah123.com bersama SolarKita pada Minggu, (9/11/2019). Acara ini merupakan rangkaian acara dalam Festival Properti Indonesia 2019 di Grand Atrium Mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan pada 6-10 November 2019. Amarangga Lubis, CEO dari SolarKita menjadi pembicara dalam talkshow ini.

Pengertian dan cara kerja panel surya

Panel surya atau solar cell adalah suatu komponen yang dapat digunakan untuk mengubah energi cahaya matahari menjadi energi listrik dengan menggunakan prinsip yang disebut efek photovoltaic. Energi listrik yang diproduksi oleh panel surya biasanya akan digunakan untuk kebutuhan listrik dan ada yang disimpan terlebih dahulu dengan baterai. Cara kerja sistem panel surya ini tetap dapat berjalan meski keadaan sore, malam hari maupun hujan sekalipun karena menggunakan bantuan baterai tersebut. 

“Ada kabel yang masuk ke panel listrik rumah. Karena panel surya terintegrasi ke panel listrik rumah, otomatis ketika ada konsumsi listrik dari barang elektronik, misalnya nyalain TV, atau AC, maka tenaga listrik diambil dari panel surya dulu. Kalau supply dari panel surya gak cukup, baru yang diambil dari listrik PLN,” ujar Angga. 

Cara kerja panel surya, paralel dengan listrik PLN. Jika supply dari panel surya melebihi konsumsi listrik, tagihan listrik bisa dijual kembali ke PLN. “Caranya, meteran diganti jadi meteran ekspor impor. Fungsinya untuk mencatat berapa listrik yang dibeli, berapa listrik yang dijual, dan yang dibayarkan hanya selisihnya,” Angga menambahkan. 

Manfaat dari menggunakan panel surya

Kenaikan listrik konvensional atau listrik PLN untuk rumah non subsidi mencapai 9,7% per tahun. Penyebabnya dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya adalah kenaikan harga bahan bakar utama. Kenaikan ini akan berdampak pada tingkat perekonomian dan kesejahteraan masyarakat, baik secara langsung dan tidak langsung. Memang, tidak setiap tahunnya terdapat kenaikan. Namun sekali naik, kenaikannya bisa mencapai 20-30%.  

Dari segi penggunaan, energi listrik tenaga surya sangat cocok karena tidak menggunakan bahan bakar secara konvensional. Energi utamanya adalah matahari yang bisa didapatkan secara gratis. Jika hal ini diterapkan di berbagai instansi, perindustrian, hingga rumah tangga, maka dapat menghemat pengeluaran dan dana yang tersimpan pun bisa dialokasikan untuk keperluan lainnya. “Tagihan listrik bisa berkurang rata-rata hingga 50% dengan menggunakan panel surya,” ujar Angga. 

Proses pemasangan dan harga panel surya 

Umumnya, proses pemasangan panel surya diawali dengan kebutuhan konsumen. “Kita lihat dulu kebutuhan dia, bayar listriknya berapa, tagihan per bulannya berapa? Dari situ kita analisa, kalau ini pakai panel surya bisa mengurangi tagihan berapa banyak? Harus pasang berapa panel surya dan berapa biaya yang dibutuhkan?” Kata Angga menjelaskan kepada tim Rumah123.com. 

Setelah konsumen setuju, akan dilakukan survei ke lokasi pemasangan. Hal ini dilakukan karena panel surya berukuran besar, sehingga penyedia jasa pemasangan panel surya harus melihat terlebih dahulu seberapa besar watt listrik dari lokasi pemasangan. “Untuk satu rumah dengan listrik 2200 watt, dibutuhkan sekitar 6-8 panel dengan ukuran 1x2 meter berjejer di atap. Tempat yang bisa menggunakan panel surya idealnya 1300 watt ke atas,” ujar Angga.

Di SolarKita sendiri, biaya pemasangan panel surya untuk listrik 2200 watt kurang lebih sebesar Rp45-50 juta. 

Panel surya sebagai investasi

Panel surya tak hanya membuat kamu menjadi lebih hemat dan ramah lingkungan. Kamu juga bisa sekaligus berinvestasi. 7 hingga 8 tahun pertama, penghematan listrik yang didapatkan sudah bisa membuatmu balik modal. 18 tahun terakhir, bisa dibilang listriknya gratis.

Setelah mengetahui sejumlah fakta di atas, apakah kamu tertarik untuk mengganti tenaga listrik konvensional menjadi tenaga surya?

Bagikan: 68467 kali