Mau budidaya tanaman sayuran tapi tak punya cukup lahan? Kamu bisa kok menanam microgreens di dalam ruangan! Sangat mudah caranya!

microgreens - rumah123.com

Gaya hidup sehat semakin populer beberapa tahun belakangan. 

Hobi-hobi baru yang mendukung gaya hidup tersebut pun kian bermunculan. 

Salah satunya adalah hobi berkebun tanaman sayuran.

Dengan memiliki hobi tersebut, kamu tak hanya bisa menyalurkan hobi berkebun, namun sekaligus bisa mengonsumsi hasil panen sayuran.

“Tapi, menanam sayuran kan membutuhkan lahan yang cukup? Bagaimana jika tak ada lahan tersisa untuk menanam?”. 

Mungkin pertanyaan tersebut kerap muncul di benakmu.

Jangan salah, tanaman sayuran ternyata bisa dibudidayakan di mana saja lho.

Bahkan, kamu bisa menanamnya sendiri di dalam ruangan dengan konsep microgreens.

Baca juga: Langka karena Corona, Ini Cara Budidaya Tanaman Empon-Empon di Rumah

Apa itu microgreens?

Seperti namanya, mikro, yang punya artian kecil merupakan tanaman sayuran yang berukuran mini.

Berbeda dengan sayuran kebanyakan, sumber nutrisi sayur mikro lebih terkonsentrasi dan mengandung  enzim yang bermanfaat untuk tubuh.

Jika kamu pergi ke restoran gourmet yang pelayanannya mahal, kamu akan sering melihat sayuran microgreen dihidangkan sebagai pelengkap makanan.

Rasanya yang lebih enak daripada sayuran biasa, tampilannya pun lebih cantik. 

Hasil panennya dijual dengan harga yang cukup mahal di supermarket.

Walaupun demikian, kamu bisa kok menanam microgreens sendiri di rumah, bahkan di dalam ruangan!

Baca juga: Langkah-Langkah Budidaya Bawang Putih di Rumah

Jenis-jenis microgreens yang bisa ditanam di dalam rumah

Tanaman yang paling umum ditanam dengan metode microgreen antara lain:

- Selada

- Kol

- Kol merah

- Bayam

- Lobak merah (red radish)

- Bit

- Chia

- Bunga matahari

- Arugula

- Soba

- Wheatgrass

Menanam microgreens sangatlah mudah

Karena wujudnya yang mungil, kamu tak memerlukan lahan atau wadah besar untuk menanam sayuran mikro ini.

Tanaman tersebut dipanen saat ketinggiannya masih sekitar 5 cm.

Media tanam yang dibutuhkan pun tidak sulit yaitu tanah campuran yang tidak terlalu basah.

Cara menanam microgreens di rumah

Dilansir dari Gardeners.com, berikut adalah langkah-langkah dalam menanam microgreen di rumah!

1. Mulailah dengan melakukan hal ini

Pertama-tama, pastikan terdapat sinar matahari yang cukup.

Jika kamu mau menanamnya di dalam rumah, pastikan bahwa di rumahmu terdapat sudut kosong di mana sinar matahari bisa masuk ke dalamnya. 

Siapkan juga wadah kecil yang bersih. 

microgreens - rumah123.com Sumber: gardeners.com

Kamu bisa menggunakan wadah plastik bekas pembungkus makanan yang sudah dicuci, kaleng bekas, atau tempat bekal yang sudah tidak terpakai.

Jangan lupa juga untuk mempersiapkan tanah organik dan biji tanaman microgreen

Kemudian, bersiaplah untuk menanam.

2. Mempersiapkan media tanam

microgreens - rumah123.com Sumber: gardeners.com

Tutupi bagian bawah wadah dengan satu atau dua inci tanah pot 

Ratakan tanah dengan menggunakan tangan atau selembar karton kecil. Berhati-hatilah agar tidak terlalu menekan tanah.

microgreens - rumah123.com Sumber: gardeners.com

Sebarkan biji secara merata di atas tanah. 

Tekan biji yang sudah disebarkan dengan lembut ke tanah menggunakan tangan atau karton.

microgreens - rumah123.com Sumber: gardeners.com

Tutupi benih dengan lapisan tanah yang tipis.

Basahi permukaan dengan semprotan. 

microgreens - rumah123.com Sumber: gardeners.com

Kamu juga bisa melewati langkah tersebut dan menggantinya dengan cara menutup wadah dengan tutup bening atau bungkus plastik sampai biji tumbuh.

3. Menunggu microgreen tumbuh

microgreens - rumah123.com Sumber: gardeners.com

Microgreens membutuhkan sinar matahari selama empat jam setiap hari untuk bisa berkembang. 

Ketika cuaca sedang dingin, tanaman tersebut mungkin membutuhkan waktu berjemur lebih lama lagi.

Perhatikan pertumbuhannya. 

microgreens - rumah123.com Sumber: gardeners.com

Jika warna sayuran hijau pucat dan berkaki panjang ketika tumbuh, artinya sinar matahari tidak cukup. 

Sambil menunggu kecambah muncul, biasanya dalam tiga sampai tujuh hari, gunakan semprotan sekali atau dua kali sehari untuk menjaga tanah tetap lembab, tetapi tidak basah.

Apabila kamu menggunakan opsi kedua yaitu menutup wadah, jangan lupa untuk llepaskan penutup jika biji mulai tumbuh.

Lakukan penyemprotan secara rutin, sekali atau dua kali sehari.

Mudah kan menanam tanaman sayuran sendiri di dalam rumah? 

Mumpung masih WFH, yuk lakukan segera supaya kamu lebih produktif!

Bagikan:
1792 kali