kalium sianida sate

Seorang bocah berusia berinisial NFP (10) di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, meninggal dunia usai menyantap sate beracun jenis sianida yang dibawa ayahnya. 

Sang ayah, Bandiman, yang berprofesi sebagai pengemudi ojek online mendapatkan sate untuk takjil tersebut dari perempuan bernama Nani Apriliani (26). 

Sebelumnya, Nani menyuruh Bandiman untuk mengantarkan sate itu pada seseorang bernama Tomy. 

Namun, karena merasa tidak memesan makanan dan tidak mengetahui pihak pengirim, keluarga Tomy pun tidak bersedia menerima sate tersebut. 

Tanpa curiga, Bandiman membawa pulang sate tersebut yang kemudian disantap oleh anak dan istrinya di rumah. 

Naas, sate tersebut diketahui mengandung racun jenis Kalium sianida atau KCN. 

Setelah mengonsumsinya, anak Bandiman dan istrinya dilarikan ke rumah sakit karena mengalami mual-mual. 

Apa itu Kalium Sianida? 

Melansir Kompas.com, Dosen Program Studi Kimia Universitas Diponegoro Semarang, Nor Basid Adiwibawa Prasetya menjelaskan Kalium sianida (KCN) merupakan garam kristal dan berwarna putih. 

Racun mematikan ini biasanya berbentuk serbuk dan terlihat mirip gula. 

"Senyawa ini di Indonesia sering disebut sebagai potas yang banyak disalahgunakan sebagai racun ikan, karena sifatnya beracun dan sangat larut air," jelas Nor Basid. 

Ia mengatakan, KCN dalam ilmu kimia memiliki sejumlah fungsi, salah satunya sebagai ekstraktor atau zat pengikat logam mulia seperti emas dan perak dari mineral. 

Emas dan perak dilarutkan dalam KCN untuk dapat dipisahkan dari senyawa-senyawa lain yang ada di dalam bahan tambang tersebut. 

Selain itu, KCN juga banyak dimanfaatkan dalam berbagai macam reaksi sintesis dalam dunia kimia maupun dalam galvanisasi. 

"Walau punya kegunaan yang beragam, namun karena sifat toksiknya dan pencemarannya maka penggunaan sianida ini perlu pengawasan," jelas Basid.

Dampak Kalium Sianida

kalium sianida

Apabila masuk ke dalam tubuh manusia, maka KCN bisa menyebabkan keracunan.

Efek toksik ini muncul akibat kandungan sianida yang ada di dalamnya. 

Cara kerjanya yaitu mencegah sel dalam mengakses oksigen untuk membuat molekul energi. 

"Ion sianida, CN-, berikatan dengan atom besi dalam sitokrom C oksidase dalam sel mitokondria. Racun ini bertindak sebagai inhibitor enzim ireversibel untuk mencegah sitokrom C oksidase dari melakukan tugasnya, yaitu untuk mengangkut elektron ke oksigen dalam rantai transpor elektron dari respirasi seluler aerob," kata Basid. 

Tanpa kemampuan untuk menggunakan oksigen, mitokondria tidak dapat menghasilkan pembawa energi adenosin trifosfat (ATP). 

Hal itu menyebabkan sel otot jantung dan sel saraf, yang merupakan jaringan yang membutuhkan bentuk energi akan cepat menghabiskan semua energinya dan mulai mati. 

"Ketika sejumlah besar sel tersebut mati, maka manusia tersebut juga akan mati," lanjutnya. 

Secara sederhana, racun ini membuat tubuh yang mengonsumsinya tidak dapat menggunakan oksigen yang dibutuhkan untuk menjalankan seluruh organ. 

Tingkat Kekuatan Kalium Sianida

Nor Basid menjelaskan KCN mempunyai dosis yang dapat memberi respons berupa kematian (LD) pada konsumennya. 

"LD50 (oral) sebesar 7,49 mg/Kg pada tikus. LD50 artinya dosis suatu zat yang dapat memberikan respons kematian sebanyak 50 persen dari total populasi yang mengonsumsinya," paparnya. 

KCN memiliki LD50 7,5 mg/Kg, maka seseorang dengan berat badan 50 kg kemungkinan (50 persen) akan mati jika mengonsumsi KCN sebanyak 375 mg atau hanya sekitar 0,3 gram.

Angka itu muncul dari perhitungan berat badan x dosis KCN, yaitu 50 kg x 7.5 mg/Kg = 375 mg atau 0,3 gram.   

Pertolongan Pertama Kalium Sianida

Berdasarkan lembar keselamatan data untuk bahan KCN, berikut langkah-langkah pertolongan pertama yang harus dilakukan apabila keracunan sianida: 

Jika Terhirup

- Pindahkan korban ke udara segar dan jaga agar tetap nyaman untuk bernapas  - Berikan oksigen atau pernapasan buatan jika perlu  - Jika korban merasa tidak enak badan, segera dicarikan bantuan medis 

Jika Kontak dengan Kulit

Buka pakaian yang terkontaminasi 

Cuci dengan banyak sabun dan air 

Jika terjadi iritasi kulit atau ruam segera kontak tim medis.  

Jika Kontak Mata

Lepaskan lensa kontak, jika mudah dilakukan 

Lanjutkan dengan membilas secara hati-hati dengan air selama beberapa menit 

Jika iritasi mata berlanjut kontak tim medis 

Jika Tertelan 

Bilas mulut dengan air 

Jangan dimuntahkan/risiko kerusakan paru-paru melebihi risiko keracunan 

Jika korban merasa tidak enak badan segera dapatkan bantuan medis 

Itulah beberapa hal yang harus diketahui terkait kalium sianida dalam kasus sate beracun. 

Jangan lupa kunjungi artikel.rumah123.com untuk dapatkan artikel menarik lainnya seputar properti. 

Kamu juga bisa mencari properti yang sesuai kebutuhanmu seperti The Accent Apartment hanya di www.rumah123.com.

Bagikan:
217 kali