jenis banjir

Ada berbagai jenis banjir yang terjadi di Indonesia dan dunia selama ini, apa saja sih ya? Yuk, cari tahu bisa memahami bencana banjir ini. 

Banjir menjadi salah satu bencana “langganan” yang terjadi setiap tahunnya terutama saat masuk musim hujan di Indonesia.

Saat memasuki musim hujan, masyarakat yang tinggal di kawasan rawan banjir pun mulai bersiap. 

Apalagi buat mereka yang tinggal di Jakarta lantaran banjir sering terjadi disebabkan curah hujan dan banjir kiriman. 

Banjir membuat orang kehilangan harta benda, korban jiwa, berhentinya aktivitas, hingga tidak berjalannya perekonomian. 

Indonesia merupakan negara yang rawan bencana lantaran berbentuk kepulauan dan berada di cincin api. 

Negara ini rawan bencana seperti gunung meletus, angin kencang, gempa bumi, tsunami, tanah longsor, banjir, kebakaran hutan.  

Hampir di setiap wilayah Indonesia memang rawan bencana, jadi kamu memang harus paham mitigasi bencana. 

Situs properti Rumah123.com akan menjelaskan mengenai jenis-jenis banjir yang terjadi selama ini. 

Rumah123.com mengolahnya dari berbagai sumber seperti Tirto.id, Powodz.gov.pl, ilmugeografi.com, Kompas.com, dan lainnya. 

Baca juga: Seperti Apa Dampak Bencana Banjir Terhadap Harga Properti?

jenis banjir

Jenis-Jenis Banjir yang Dikenal di Indonesia 

1. Banjir Air 

Banjir ini seringkali terjadi saat ini lantaran kondisi air yang meluap di sungai, danau, maupun selokan. 

Jika hujan terjadi cukup lama sehingga sungai, danau, ataupun selokan tidak lagi bisa menampung air hujan. 

2. Banjir Rob Atau Banjir Laut Pasang 

Jenis banjir ini terjadi disebabkan oleh naiknya permukaan air laut atau air pasang menuju ke daratan sekitar. 

Banjir ini biasanya terjadi dan menimpa permukiman atau kota yang berada di tepi laut seperti Jakarta Utara. 

3. Banjir Bandang

Jenis banjir ini merupakan banjir yang tidak membawa air, tetapi juga material lainya seperti sampah dan lumpur.

Biasanya, banjir bandang ini terjadi disebabkan oleh bendungan air atau tanggul yang jebol. Banjir ini tergolong berbahaya. 

4. Banjir Lahar 

Jenis banjir ini disebabkan oleh lahar gunung berapi yang masih aktif saat mengalami erupsi atau meletus. 

Erupsi membuat gunung mengeluarkan lahar ke daerah sekitar sehingga air sungai akan mengalami pendangkalan dan meluap. 

5. Banjir Lumpur 

Masih ingat dengan peristiwa Lumpur Lapindo di Sidoarjo, Jawa Timur? Nah, hal ini bisa disebut sebagai banjir lumpur. 

Jenis banjir disebabkan oleh keluarnya material lumpur dari dalam bumi yang kemudian menutupi permukaan sekitarnya.

6. Banjir Cileuncang

Dari namanya, jenis banjir ini diserap dari bahasa Sunda. Banjir ini terjadi lantaran aliran air yang deras akibat hujan. 

Namun, air tidak bisa mengalir karena posisi lokasi yang terlalu rendah dibandingkan kawasan sekitarnya. 

Baca juga: MRT Jakarta Fase II Didesain Bisa Antisipasi Bencana Banjir

jenis banjir

Jenis-Jenis Banjir Lainnya 

Jenis banjir di negara lain tentu berbeda. Ada sejumlah jenis banjir yang bisa dilihat dari mana sumber air. 

1. Banjir Sungai 

Banjir ini identik dengan banyaknya jumlah air di sungai, saluran air, kanal banjir, danau, dan lainnya. 

Meluapnya air sungai karena meningkatnya curah hujan dan sungai tidak bisa lagi menampungnya. 

2. Banjir Hujan 

Jenis banjir ini terjadi lantaran meluapnya air yang datang dari hujan atau mencairnya salju yang kemudian merambah ke kawasan permukiman. 

Biasanya, saat salju mencair maka jumlah air yang ada meningkat dan menyebabkan daerah tersebut banjir.

3. Banjir Air Tanah 

Banjir ini terjadi lantaran meningkatnya jumlah debit air di bawah tanah dan kemudian muncul ke permukaan. 

Permukaan tanah tidak lagi bisa menyerap air yang berada di atasnya sehingga air bisa lama menggenang.

Banyak juga ya jenis banjir yang terjadi, ada baiknya kamu memang memahami bencana banjir yang sering terjadi. 

Jadi saat bencana banjir terjadi, kamu sudah tahu bagaimana menyelamatkan diri sendiri, keluarga, dan juga barang berharga.

Baca juga: Tips Jual Rumah: Cara Menjual Rumah yang Berlokasi di Daerah Rawan Banjir

Bagikan:
535 kali