El Nino dan La Nina merupaka gejala alam yang perlu diwaspadai. Simak fakta dan perbedaannya di sini selengkapnya. 

el nino dan la nina

El Nino dan La Nina merupakan gejala alam yang kerap terjadi di Indonesia, seiring perubahan cuaca yang kerap terjadi.

Adapun, kedua kondisi ini merujuk pada sebagian besar wilayah di Indonesia yang sangat berpengaruh terhadap perekonomian.

Anomali cuaca merupakan salah satu bagian penting terhadap pengaruh dari El Nino dan La Nina di Indonesia.

Meski demikian, hal ini tidak sepenuhnya merugikan, terlebih gejala El Nino akan sangat membantu khususnya dalam sektor perikanan. 

Lantas, seperti apa El Nino dan La Nina serta perbedaannya? Untuk itu, simak pembahasannya bersama-sama!

Apa yang dimaksud dengan El Nino dan La Nina? 

El Nino merupakan fenomena meningkatnya suhu laut di kawasan pasifik bagian tengah hingga timur.

Dampak dari gejala El Nino cukup luas, misalnya wilayah Amerika Latin akan mengalami peningkatan curah hujan yang sangat tinggi.

Sementara, gejala El Nino di Indonesia merujuk pada kondisi kemarau berkepanjangan dan berkurangnya hujan secara drastis.

Lain halnya dengan La Nina, gejala ini merupakan lawan kata dari El Nino yang ditandai dengan fenomena turunnya suhu air laut di Samudera Pasifik dengan suhu lebih rendah dibanding kawasan sekitar.

Adapun, efek La Nina berbanding terbalik dari El Nino, yakni efek curah hujan yang lebih tinggi, sekalipun bisa terjadi sepanjang tahun.

Istilah lain dari La Nina bagi orang awam adalah kemarau basah.

Baik El Nino dan La Nina, kedua hal ini perlu diperhatikan lebih dalam, mengingat faktor geografis Indonesia sebagai negara kepulauan.

Baca Juga :Musim Hujan, Ketahui 8 Penyebab & Cara Mengatasi Genteng Bocor!

Proses terjadinya El Nino dan La Nina yang perlu kamu ketahui 

El Nino dan La Nina diakibatkan oleh pendekatan sebab akibat, antara lain : 

1. Naiknya suhu di wilayah Pasifik Tengah dan Timur 

Peningkatan suhu di samudera pasifik bagian tengah dan timur merupakan penyebab awal terjadinya gejala El Nino. 

Meningkatnya suhu akan menyebabkan kelembapan atmosfer di atas perairan turut mengalami peningkatan.

2.  Pembentukan awan 

Naiknya suhu di perairan pasifik bagian timur dan tengah akan menyebabkan kelembapan tinggi di atmosfer samudera.

Hal ini menjadi pemicu terbentuknya awan yang berpotensi meningkatkan curah hujan, khususnya di bulan Desember hingga Januari.

3.  Awan yang tumbuh sedikit terhambat

Ketika awan mulai terbentuk, belahan bumi bagian lain seperti Samudera Pasifik bagian barat akan terjadi peningkatan suhu udara.

Kondisi ini menyebabkan hambatan pertumbuhan awan, khususnya bagian Indonesia timur. 

Terhambatnya pertumbuhan awan menjadikan penurunan curah hujan yang terjadi jauh dibawah rata-rata normal.

4.  Menguatnya angin di Samudera Pasifik

Fenomena La Nina terjadi sebagai akibat dari menurunnya suhu di permukaan Samudera Pasifik bagian timur.

Dalam waktu bersamaan, angin pasat timur juga bertiup dan menguat di kawasan samudera pasifik.

5.  Massa air hangat terbawa arus 

Angin kencang yang bertiup dari wilayah Samudera Pasifik, menjadikan massa air hangat terbawa ke arah barat dalam jumlah yang signifikan.

6.  Terjadinya upwelling 

Massa air yang terbawa ke wilayah perairan Pasifik Barat dalam jumlah besar akan berakibat pada massa air dingin di Pasifik Timur yang bergerak ke atas, menggantikan massa air hangat di wilayah barat.

Kondisi ini kerap disebut sebagai upwelling yang terjadi karena perubahan masa air yang berbeda di lautan. 

Dampak perubahan cuaca El Nino dan La Nina di Indonesia

Kondisi iklim geografis Indonesia yang luas dari Sabang sampai Merauke menjadikan dampak gejala El Nino dan La Nina berbeda-beda.

Adapun, untuk mengetahui analisis dampaknya, analisis sifat curah hujan bulanan merupakan acuan yang patut untuk diaplikasikan. 

Oleh sebab itu, analisis memerlukan data-data terdahulu dalam rentang 10 sampai dengan 30 tahunan yang lalu.

Meski analisis tersebut bersifat historical, dampak perubahan cuaca El Nino dan La Nina tidak boleh mengesampingkan fenomena dinamika atmosfer dan harus melibatkan pengaruh faktor lainnya.

  1. Dampak El Nino 

Secara global, dampak yang ditimbulkan oleh gejala El Nino antara lain : 

    Melemahnya angin pasat timur. 

    Sirkulasi monsoon turut melemah.

    Akumulasi curah hujan di Indonesia dan wilayah yang berada di garis khatulistiwa akan berkurang, sehingga lebih dingin dan kering.

    Wilayah pasifik ekuatorial tengah dan barat akan mengalami cuaca cenderung hangat dan sedikit lembap.

2.  Dampak La Nina 

Sedangkan, dampak La Nina secara global dapat dideskripsikan sebagai berikut : 

    Menguatnya angin pasat timur.

    Sirkulasi monsoon ikut menguat.

    Wilayah pasifik timur akan mengalami penurunan akumulasi curah hujan, sehingga cuaca lebih dingin namun kering.

    Wilayah pasifik ekuatorial seperti Indonesia, Malaysia, dan Australia Utara cenderung menghasilkan curah hujan yang tinggi.

    Adapun, curah hujan tersebut diimbangi dengan kualitas udara yang lebih lembap dan hangat.

Baca Juga : Tanda-tanda Terjadinya Angin Puting Beliung dan Cara Meminimalisir Risikonya

Demikian beberapa hal yang perlu kamu tahu, mengenai gejala alam El Nino dan La Nina di Indonesia.

Untuk cari tahu informasi menarik seputar gaya hidup dan properti, selengkapnya di artikel.rumah123.com.

"Sedang mencari rumah idaman di Balikpapan? Kamu bisa cek Grand City Balikpapan selengkapnya." 

Bagikan:
843 kali