Bahan Polyester cenderung dikenal untuk digunakan dalam industri pakaian serta interior rumah. 

Polyester adalah istilah untuk kain yang dibuat menggunakan benang atau serat Polyester. 

Serat atau kain Polyester dibuat dari senyawa kimia, Ethylene glycol, dan Asam terefalat. 

Ketiganya dikombinasikan dengan Polyethylene terephathalate (PET) yang berasal dari minyak bumi (Petroleum).

Serat Polyester ditemukan pertama kali sebelum tahun 1939, di Laboratorium W.H. Carothers. Kemudian dikembangkan oleh sekelompok ilmuwan, yaitu J.R Whinfield, J.T. Dickson, W.K. Birtwhistle, dan C.G. Ritche.

Pada tahun 1941, mereka menciptakan serat Polyester pertama yang disebut Terylene. Polyester pertama kali diperkenalkan kepada publik Amerika di tahun 1951.

Serat ini diiklankan sebagai serat ajaib yang bisa dipakai selama 68 hari tanpa penyetrikaan dan masih terlihat rapi.

Tipe Utama Bahan Polyester

bahan polyester

Sebelum mengetahui berbagai kelebihan dan kekurangan bahan Polyester dalam interior rumah, kamu harus mengenal berbagai jenis terlebih dahulu. 

Bahan Polyester dibagi menjadi tiga tipe, yaitu: 

1. Polyethylene Terephthalate (PET)

Tipe Polyester ini biasanya digunakan untuk kebutuhan pembuatan pakaian jadi. 

Ethylene glycol yang diekstrak dari minyak bumi dicampurkan dengan Asam tereftalat dengan menggunakan katalis antimon. 

Tipe ini tergolong memiliki waktu yang cepat untuk memproduksinya. 

Untuk menjadi kain, bahan Polyester divakum dengan suhu tinggi di dalam ruang yang hampa udara. 

Polyester  tipe PET ini dapat didaur ulang.

2. Poly1,4-Cyclohexylene Dimethylene Terephthalate (PCDT)

Tipe bahan Polyester PCDT ini cenderung lebih elastis dibandingkan bahan Polyester PET. 

Oleh karena itu, PCDT sering digunakan sebagai bahan dasar kain tekstil untuk keperluan tirai dan cover furniture.

3. Benang Sintetis

Benang sintetis dapat digunakan untuk menciptakan benang sintetis lain. 

Beberapa jenis bahan yang digunakan untuk membuat tipe Polyester ini adalah benang filamen, benang pintal, dan benang bertekstur. 

Bahan-bahan tersebut harus melewati proses khusus yang disebut memutar benang. 

Proses inilah yang kemudian menciptakan bahan Polyester.

Kain Polyester sintetis ini mempunyai tampilan yang lebih mirip dengan kain alami dibandingkan tipe  Polyester lain.

Baca Juga: 9 Pilihan Sofa Informa Berbahan Kulit yang Nyaman dan Mewah

Jenis bahan polyester

bahan polyester Sumber: Familygyptech

Polyester juga diketahui terbagi menjadi beberapa jenis bahan

Beberapa diantaranya merupakan hasil pencampuran dengan jenis bahan lainnya. 

Mulai dari bahan katun hingga bahan sutra.

Yuk, simak penjelasan lebih lengkapnya di bawah ini:

1. Bahan Woven

Bahan ini cenderung terlihat memiliki permukaan yang kasar. 

Namun, jika kamu merabanya, bahan ini akan terasa halus. 

Woven berasal dari rajutan Polyester yang digunakan untuk label baju.

2. Bahan PE

Bahan ini menggunakan 100 persen Polyester, tanpa adanya campuran dengan bahan lain.

Umumnya digunakan untuk pakaian yang diproduksi secara massal, karena biaya produksinya relatif lebih terjangkau dibandingkan katun.

3. Bahan Lacoste CVC Pique

Bahan yang satu ini berasal dari campuran Polyester dan katun. 

Karakteristik dari kedua bahan ini yaitu memiliki daya serap keringat yang baik layaknya katun. 

Selain itu, bahan ini juga tahan lama karena merupakan campuran Polyester.

4. Bahan Lacoste PE Peque

Bahan ini merupakan bahan yang dibuat dari 100 persen Polyester dan sering digunakan untuk dijadikan baju berkerah.

Pada permukaan bahan biasanya akan terlihat lubang pori-pori yang berukuran sama.

Kelebihan Bahan Polyester

bahan polyester Sumber: Archiexpo

1. Tahan Terhadap Noda

Polyester cenderung tidak mudah menyerap air sehingga tidak mudah pula terkena noda. 

Meski terkena pun, itu tidak akan membekas seperti bahan katun.

Jadi, jika kamu mengaplikasikannya pada interior rumah, bahan ini akan mudah dibersihkan.

2. Sangat Ringan

Bobotnya yang ringan membuat bahan Polyester kerap dijadikan kain favorit untuk membuat pakaian olahraga. 

3. Tidak Mudah Menyusut

Polyester memiliki kemungkinan menyusut yang relatif kecil. 

Meski kamu sering mencucinya, Polyester tidak akan mudah menyusut dan warnanya tidak mudah pudar. 

4. Terjangkau

Berasal dari serat sintetis, bahan ini tidak akan sering mengalami fluktuasi dibandingkan serat lain seperti kapas. 

5. Serbaguna

Produser kain bisa dengan mudah mencampurkan Polyester dengan serat lain untuk mendapatkan lebih banyak manfaat. 

Dengan begitu, fungsi bahan Polyester bisa digunakan untuk lebih banyak hal. 

6. Kain Daur Ulang

Kain Polyester 100 persen dapat di daur ulang, sehingga usia pakainya bisa diperpanjang. Namun, jika tidak dipakai lagi, sebaiknya kain Polyester tidak dibuang sembarangan karena tidak mudah terurai.

7. Perawatannya mudah

Jika kamu menggunakan bahan ini untuk bahan tirai di rumah, kamu tak perlu repot dalam hal perawatan. 

Sebab, bahan yang berasal dari 100 persen Polyester ini dapat dicuci dan dikeringkan dengan mesin cuci. 

Bahan ini juga tidak selalu memerlukan penyetrikaan.

8. Kuat dan lentur

Kain dan serat Polyester termasuk kuat dan lentur. 

Untuk itu, bahan ini akan tepat jika digunakan untuk interior di rumahmu. 

Baca Juga: Dikenal Hanya untuk Pakaian, Ternyata Bahan Linen juga Bisa Digunakan untuk Sofa!

Kekurangan Bahan Polyester

bahan polyester Sumber: Interior Design

1. Tidak Memiliki Sirkulasi Udara yang Baik

Kain  Polyester berasal dari bahan plastik yang memiliki daya tahan terbatas. 

Dengan begitu, bahan ini akan kurang cocok jika diaplikasikan untuk sprei dan alas tempat tidur di rumah. 

2. Mudah Terbakar

Bahan kain Polyester cenderung  mudah terbakar, sehingga kamu harus menyimpannya di tempat yang jauh dari sumber api. 

Tujuannya untuk menghindari penyebaran api apabila alat tersebut mengalami korsleting dan terkena api.

3. Sensitif Terhadap Suhu

Pakaian yang terbuat dari Polyester termasuk sensitif terhadap suhu.

Jika kamu berencana untuk mencetak desain khusus di atas kaos yang terbuat dari bahan ini, berhati-hatilah agar tidak meleleh atau terbakar. 

4. Memiliki Tekstur Kasar

Tidak seperti katun yang terasa lembut di kulit, bahan Polyester cenderung memiliki tekstur kasar. 

Hal itu membuat bahan ini terkadang kurang terasa nyaman untuk kulit sensitif. 

5. Dapat Menimbulkan Iritasi

Proses pembuatan bahan kain Polyester biasanya menggunakan bahan kimia. 

Untuk itu, sebagian orang biasanya akan mudah mengalami iritasi yang mengganggu, seperti gatal-gatal dan kulit kemerahan.

Itulah beberapa hal yang harus kamu ketahui tentang bahan Polyester sebelum kamu menggunakannya, baik untuk pakaian atau interior rumah. 

Jangan lupa kunjungi artikel.rumah123.com untuk dapatkan artikel menarik lainnya seputar properti. 

Kamu juga bisa mencari properti yang sesuai kebutuhanmu seperti Nava Park hanya di www.rumah123.com.

Bagikan:
2950 kali