OK
Dijual
Disewa
Properti Baru
Panduan

Mengenal Apa itu SHGB Mulai dari Cara Memperoleh, Syarat, dan Biaya

18 September 2022 · 4 min read Author: Dodiek Dwiwanto

memahami apa itu shgb

Pemilik properti wajib mengetahui apa itu SHGB mulai dari cara memperolehnya, persyaratan mendapatkan, hingga biaya mengurus. 

Saat kamu ingin membeli properti pastinya akan menemukan sejumlah bentuk kepemilikan yang berbeda. 

Bentuk kepemilikan rumah atau tanah yang paling umum sudah tentu adalah SHM (Sertifikat Hak Milik).

Sementara bentuk kepemilikan hunian vertikal atau apartemen adalah SHM Sarusun (satuan rumah susun).

Selain itu, masih ada bentuk-bentuk kepemilikan tanah tradisional lainnya seperti petok D, sertifikat hijau, dan lainnya. 

Lantas bagaimana dengan SHGB (Sertifikat Hak Guna Bangunan), apakah kamu sudah mengetahuinya?

Laman properti Rumah123.com akan membahas apa itu SHGB dengan mengutip dari berbagai sumber. 

sertifikat hgb

Sumber: Harianterbit.com

Mengetahui Apa itu SHGB

Hak guna bangunan merupakan bentuk hak yang diperoleh untuk dipakai membangun di atas lahan bukan milik sendiri dalam masa waktu tertentu. 

Pemilik SHGB tidak mempunyai lahan atau tanah, tetapi memiliki bangunan di atasnya.

Pihak yang memiliki lahan bisa negara, perorangan, atau lainnya.

Untuk pemberian hak tentunya berbeda berdasarkan pemilik, negara atau perseorangan. 

Kalau milik perseorangan, maka pemegang hak memberikan HGB lewat akta yang dibuat oleh PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah).

Sementara untuk tanah hak pengelolaan, HGB didapatkan lewat keputusan pemberian hak oleh menteri atau pejabat yang ditunjuk.

Mereka yang telah mendapatkan SHGB bisa menggunakan hak dalam membangun untuk kepentingan pribadi atau bisnis. 

Kalau ditanya siapa yang dapat memiliki SHGB, tentunya WNI atau badan hukum yang berdiri menurut hukum Indonesia dan berkedudukan di Indonesia. 

Ingat, jangka waktu sertifikat ini hanya terbatas, maksimal hanya 30 tahun, meski memang bisa diperpanjang. 

Hal ini berbeda dengan SHM, Rumah123.com akan membahas perbedaan SHGB dan SHM dalam artikel lainnya.

Sertifikat HGB ini memang diperuntukkan bagi kamu yang ingin memiliki tempat usaha atau bisnis. 

Ingat, perusahaan tidak diperbolehkan mempunyai tanah dengan status Hak Milik. 

Untuk luas tanah kategori perseorangan dan badan usaha telah diatur, begitu juga dengan tempat mengurusnya. 

Ada yang cukup mengurus di Kepala Kantor Pertanahan, tetapi ada juga yang harus memohon ke tingkat Kepala Badan Pertanahan Nasional.

Sebagai pemegang SHGB, kamu memiliki sejumlah kewajiban yang harus dipatuhi seperti memakai tanah sesuai peruntukkan. 

Pemilik juga harus memelihara tanah, bangunan, dan kelestarian lingkungan hidup. 

Saat jangka waktu penggunaan sudah habis, maka kamu harus menyerahkan kembali kepada pemegang hak milik, negara, atau lainnya. 

Sementara sertifikat harus dikembalikan ke Kepala Kantor Pertanahan.

belajar soal shgb

Sumber: Marketwatch.com

Prosedur Memperoleh SHGB

1. Menyiapkan Dokumen 

Untuk perseorangan, kamu bisa menyiapkan sejumlah dokumen seperti identitas diri, sertifikat tanah, akta pelepasan, surat ukur, hingga IMB (Izin Mendirikan Bangunan).

Bagi yang berbadan hukum, harus menyiapkan fotokopi akta dan salinan surat keputusan penunjukkan.

2. Membuat Permohonan 

Membuat dan mengajukan surat permohonan tertulis kepada Kepala Kantor Pertanahan/Kepala Kanwil BPN/Kepala BPN.

3. Pemeriksaan Kelengkapan Dokumen

Ada proses pengecekan data yuridis dan data fisik permohonan HGB oleh pihak berwenang. 

4. Membuat Risalah Pemeriksaan Tanah 

Ada proses pemeriksaan permohonan hak atas tanah yang telah terdaftar, akan dibuat dalam Risalah Pemeriksaan Tanah.

5. Menerbitkan Surat Keputusan 

Kepala Kantor Pertanahan/Kepala Kanwil BPN/Kepala BPN menerbitkan surat keputusan pemberian sertifikat HGB atau malah sebaliknya. 

6. Membayar Uang Pemasukan 

Setelah surat keputusan diterima, kamu harus membayar uang kepada negara. Jumlahnya telah ditentukan.

7. Membuat Pembukuan HGB 

Hak atas tanah ini akan dicatat dalam buku tanah berdasarkan bukti yang ada. 

8. Menerbitkan Sertifikat 

SHGB akan diterbitkan menjadi sertifikat dan terdaftar dalam buku tanah, telah diatur dalam Pasal 31 Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997.

9. Menandatangani Sertifikat 

Kepala Kantor Pertanahan akan menandatangani SHGB, bisa diwakili kalau berhalangan.

10. Penyerahan Sertifikat 

Pemegang hak atas tanah atau orang yang mendapatkan kuasa akan menerima sertifikat. 

biaya perpanjangan shgb

Biaya Perpanjangan SHGB 

Setelah mengetahui apa itu SHGB, saatnya untuk mengecek berapa biaya perhitungan biaya perpanjangan. 

Menurut Peraturan Pemerintah No.46 tahun 2002, biayanya adalah jangka waktu perpanjangan dibagi 30 tahun dikali 1%. 

Jumlah ini akan dikalikan Nilai Perolehan Tanah (NPT), telah dikurangi oleh NPT Tidak Kena Uang Pemasukan (NPTTTKUP), dikalikan dengan 50%.

Besaran nilai di atas dapat dilihat di SPT PBB (Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Bumi dan Bangunan).

***

Nah, itulah ulasan mengenai apa itu SHGB, semoga menjadi panduan bagi investor properti.

Jangan lupa membaca artikel Rumah123.com untuk mendapatkan informasi yang menarik mengenai properti hingga gaya hidup.

Laman ini juga memudahkan bagi para pencari properti dan lainnya karena Rumah123.com memang #AdaBuat Kamu.

Saatnya kamu memilih dan mencari properti terbaik untuk tempat tinggal atau investasi, hanya di Rumah123.com.

Kalau kamu sedang mencari rekomendasi properti untuk tempat tinggal atau investasi, pilihan terbaik adalah Cimanggis Golf Estate


Tag: , , ,


Dodiek Dwiwanto
Penulis sekaligus Editor Rumah123.com. Hobi menonton tayangan desain rumah dan gaya hidup di HGTV saat senggang. Lagi mencari tahu dan belajar soal investasi saham properti dan crowdfunding. Siapa tahu jadi investor.
Selengkapnya

IKLAN

Tutup iklan
×

SCROLL UNTUK TERUS MEMBACA