Reklamasi merupakan salah satu isu yang sedang hangat saat ini. Biar nggak ketinggalan dan tahu apa itu reklamasi, simak artikel ini!

apa itu reklamasi

Dalam beberapa tahun terakhir ini, isu apa itu reklamasi merupakan hal yang amat sangat sensitif baik, khususnya isu lingkungan.

Sebab, reklamasi dinilai dapat mengurangi kelangsungan hidup biota laut sehingga menjadi tercemar dan tidak aman bagi banyak ikan, mengingat Indonesia merupakan poros maritim dunia.

Isu reklamasi yang berhembus kuat dalam lima tahun belakangan ini terdapat di dua wilayah, yakni Teluk Jakarta dan Teluk Benoa. 

Meski demikian, peraturan mengenai apa itu reklamasi sudah pernah dibahas sejak era Presiden Soeharto dalam Keppres Nomor 52 tahun 1995 mengenai Reklamasi Pantura. 

Berdasarkan keputusan tersebut, tanggung jawab reklamasi dibebankan pada Gubernur DKI Jakarta sebagai pelaksana teknis, yang bertujuan pada pengembangan kawasan Pantura.

Lantas, seperti apa sebuah proses reklamasi yang terjadi di Indonesia?

Untuk mencari tahu apa itu reklamasi, simak pembahasannya berikut ini. 

Apa itu reklamasi berdasarkan berbagai pengertiannya

Secara harfiah, reklamasi merupakan proses pembuatan daratan baru dari dasar laut sungai yang dilakukan oleh manusia untuk memperluas daratan.

Ada beberapa pengertian menarik tentang apa itu reklamasi menurut beberapa pandangan ahli yang dapat dideskripsikan sebagai berikut. 

1. Reklamasi menurut Wisnu Suharto 

Pengertian reklamasi adalah suatu upaya pemanfaatan kawasan atau lahan yang relatif tidak berguna atau masih kosong berair menjadi lahan yang dikeringkan dan berguna bagi banyak orang.

Dengan kata lain, reklamasi merupakan cara mengubah wilayah perairan pantai menjadi daratan dengan mengubah permukaan tanah yang rendah dan genangan air menjadi lebih tinggi.

2. Arti reklamasi berdasarkan Undang-Undang 

Menurut UU No. 27 tahun 2007 Tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil.

Berdasarkan UU tersebut, definisi reklamasi adalah kegiatan yang dilakukan dalam rangka meningkatkan manfaat sumber daya lahan yang ditinjau dari sudut lingkungan dan sosial ekonomi melalui pengerukan, pengeringan lahan atau drainase.

3. Pengertian reklamasi menurut ensiklopedi Indonesia

Berdasarkan pengertian ensiklopedi Indonesia, reklamasi merupakan proses memperbaiki wilayah yang tidak berguna menjadi daerah yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan untuk sarana dan prasarana baru.

Umumnya, jenis sarana prasarana tersebut seperti pelabuhan, bandara, kawasan industri, pemukiman, sarana sosial, rekreasi dan sebagainya.

Tujuan dilakukannya reklamasi

Berdasarkan pengertian di atas, tujuan reklamasi berfungsi untuk mengubah wilayah daratan rendah yang berair menjadi wilayah untuk kegiatan ekonomi strategis. 

Umumnya, wilayah reklamasi dimanfaatkan untuk pemukiman, aktivitas komersial maupun kebutuhan logistik yang menyangkut hajat hidup orang banyak. 

Namun, menurut tujuan reklamasi menurut Max Wagiu dijelaskan sebagai berikut :

1. Agar tanah yang hilang tersapu oleh ombak laut dapat dikembalikan seperti semula.

2. Supaya terbentuk tanah lapisan baru di kawasan garis pantai yang akan difungsikan untuk bangunan sebagai benteng di garis pantai. 

Selain kedua tujuan tersebut, sumber lain menyebutkan jika reklamasi merupakan salah satu cara mengatasi laju pertumbuhan manusia namun dengan kondisi keterbatasan lahan. 

Pemekaran kota ke daratan yang sudah tidak memungkinkan lagi akhirnya membuat manusia menciptakan daratan baru di wilayah yang berair. 

Dampak positif dan dampak negatif reklamasi 

Reklamasi berdampak pada kehidupan masyarakat, baik positif maupun negatif yang dapat dideskripsikan berikut ini.

Dampak positif 

Perlu diingat, dampak positif reklamasi adalah terciptanya lahan baru bagi sebuah kota atau negara untuk pemekaran wilayah, tata daerah pantai, pengembangan wisata dan lainnya. 

Berdasarkan faktor ekonomi, reklamasi dapat membantu meningkatkan kualitas dan taraf hidup ekonomi masyarakat pesisir pantai, dan menambah lahan produktif.

Sedangkan, berdasarkan pendekatan lingkungan, reklamasi dapat mencegah terjadinya erosi berkelanjutan dan membantu meningkatkan habitat perairan. 

Dampak negatif reklamasi

Selain dampak positif, reklamasi dapat menimbulkan beberapa dampak negatif sebagai berikut. 

- Pencemaran laut 

- Berpotensi mengakibatkan sedimentasi tanah dan laut

- Terjadinya perubahan hidro-oseanografi

- Kerusakan habitat dan ekosistem laut

- Potensi pencemaran udara 

- Akses masyarakat ke pantai menjadi terbatas

- Peningkatan keruhnya air bersih maupun air laut

Baca juga: Ramai Normalisasi Vs Naturalisasi, Apa Sih Bedanya?

Negara-negara ini telah sukses melakukan reklamasi 

Meski mengundang perdebatan bagi banyak orang, namun harus diingat jika ada beberapa negara yang telah sukses menjalankan program reklamasi sebagai usaha berkelanjutan.

Adapun beberapa negara ini telah sukses menjalani reklamasi.

1. Singapura 

Negara terkecil di semenanjung Asia Tenggara ini merupakan salah satu wilayah yang terus memperluas wilayahnya melalui pendekatan reklamasi.

Tujuan utamanya yakni untuk menambah lahan-lahan produktif yang bersifat mendapatkan keuntungan maksimal.

Dengan adanya reklamasi, Singapura telah memiliki masterplan jangka panjang hingga 50 tahun mendatang.

2. Belanda 

Tahukah kamu jika Belanda merupakan salah satu negara di Eropa Barat yang berada di bawah permukaan laut?

Perlu diingat jika Bandara Schiphol pun berada 4,5 meter di bawah permukaan laut.

Namun, negara bunga tulip ini memiliki sistem drainase irigasi yang amat sangat canggih, sekalipun di dunia.

Dengan sistem drainase air yang bagus dan pembuatan dinding raksasa, tak ayal jika Belanda merupakan negara yang sukses dalam menjalankan reklamasi.

Tak hanya sekadar sukses, sistem yang dilakukan di Belanda pun juga akan diadaptasi di negara lain. 

3. Dubai dan Palm Island

Siapa yang tak kenal salah satu ikon Dubai yaitu Palm Island di Jumeirah?

Ya, lokasi terindah dan termewah di Uni Emirat Arab ini berasal dari reklamasi pantai. 

Pulau tersebut diciptakan oleh Sheikh Mohammed Rashid Al Maktoum dengan tujuan meningkatkan jumlah kunjungan pariwisata di semenanjung arab.

Dengan adanya Palm Island, luas wilayah Uni Emirat Arab pun bertambah 250km² di pantai kota Dubai. 

Tak hanya Palm Island saja, perluasan wilayah di Uni Emirat Arab akan sepenuhnya menerapkan reklamasi baik di Dubai maupun Abu Dhabi.

4. Korea Selatan

Meski terkenal dengan drama dan musiknya yang mendunia, Korea Selatan juga beberapa kali melakukan reklamasi daratan Song Do di semenanjung timur laut korea. 

Lokasi wilayah reklamasi ini mempunyai luas keseluruhan sebesar 38 ribu hektare yang terdiri dari tiga zona, yakni resort, Bandara Internasional Incheon dan kawasan industri.

Keberhasilan reklamasi ini bisa dibuktikan dengan kesuksesan Bandara Internasional Incheon sebagai salah satu lalu lintas udara yang strategis di dunia.

5. Jepang 

Sebagai salah satu negara kepulauan yang maju, Jepang pernah melakukan reklamasi di wilayah Kansai, di prefektur Kyoto.

Tujuan reklamasi tersebut untuk kebutuhan logistik laut dan perluasan Bandara Internasional Kansai.

Luas wilayah reklamasi tersebut terdiri dari 10km², (panjang 4km dan lebar 2,5km), yang sudah diperhatikan dari segi dampak lingkungan dengan penerapan rekayasa teknologi. 

Dapat disimpulkan jika penerapan apa itu reklamasi tidak hanya sekadar faktor keuntungan maupun komersial saja, namun juga penerapan sistem berkelanjutan.

Meski demikian, reklamasi harus harus menjadi perhatian penting bagi Pemerintah Pusat. 

Yuk, cari tahu fakta menarik mengenai industri properti secara lengkap di artikel.rumah123.com.

Bagikan:
1336 kali