Sebagian masyarakat di Tanah Air mungkin sudah gak asing lagi dengan istilah starling.

Namun sebagian lagi masih ada yang belum familiar dengan istilah yang satu ini

Starling sendiri adalah kependekan dari Starbucks keliling, istilah yang ditunjukan kepada para pedagang kopi keliling.

Umumnya para pedagang kopi keliling ini menjajakan dagangannya menggunakan sepeda di daerah perkotaan dimana banyak para pekerja yang sekedar istirahat.

Bagi para pekerja yang bekerja di daerah Sudirman - Thamrin - Kuningan Jakarta pasti sudah sering melihat para starling berkeliling.

Namun ada fakta menarik seputar starling, pemandangan cukup unik terlihat di kawasan Senen, Jakarta Pusat.

Melansir Kompas, tepatnya di jalan Prapatan Baru terdapat lokasi yang sering disebut sebagai kampung starling.

Sebutan tersebut bukan tanpa alasan, sebab di sana memang banyak pedagang kopi keliling berkumpul.

Penasaran seperti apa potretnya?

Yuk, langsung aja kita simak pembahasannya berikut ini.

Melihat kampung Starling dari dekat

Kampung starling 1 Sumber: Kompas

Bisa dilihat dari dekat bahwa pemandangan cukup mengejutkan yang berada di jalan Prapatan Baru.

Terlihat kendaraan pada pedagang starling saling berdempetan satu dengan yang lainnya.

Dapat dilihat juga terdapat banyak produk kopi sachet hingga minuman ringan yang disiapkan oleh pedagang.

Mayoritas pedagang starling berasal dari Madura

Kampung starling 3 Sumber: Tirto

Meskipun dagangan yang mereka jual bervariasi, terdapat satu kesamaan yang membuat kampung starling ini selalu ramai dan menjadi tempat berkumpul pada pedagang, yakni mayoritas pedagang berasal dari Madura.

Perlu diketahui, sebagian pedagang starling yang berdagang di kota Jakarta itu berasal dari kota Madura lho!

Jadi gak aneh kalau satu pedagang dengan pedagang lainnya itu sangat akrab seperti keluarga.

Mereka pergi merantau ke Jakarta untuk mencari peruntungan.

Menggunakan sistem agen

Kampung starling 2 Sumber: Kompas

Peta distribusi pedagang starling yang cukup luas ini ternyata dikelola dengan sistem agen.

Jadi masing-masing sepeda yang diparkirkan dimiliki oleh seorang agen pemilik modal.

Sebagai contoh, di depan rumah Ibu Ida seorang agen starling (47) misalnya.

Terdapat 10 sepeda berjejeran menunggu rencengan kopi digantung.

Tangan Ida lihai menghitung jumlah kopi untuk disalurkan melalui pedagang starling.

Mereka umumnya membawa 50 renceng kopi maupun minuman dari berbagai brand.

Tugas Ida menyetok kopi saset terlebih dahulu, kemudian baru dibayarkan pada pedagang starling.

“Ini ada 10 sepeda. Ngambil kopi ke saya. Mereka punya sepeda masing-masing sama termos, nyetok kopi dari saya,” terangnya.

Berawal dari ajakan teman

Kampung starling 4 Sumber: Tirto

Seorang pedagang bernama Sulaiman Alfarizi mengaku sudah berdagang lebih dari 4 tahun dan pertama kali diajak oleh temannya di kampung.

“Jadi kenal teman sudah di sini duluan jadi ikutan, bawa modal Rp 1,5 juta," ujar Sulaiman.

Keuntungan yang bisa ia dapatkan bervariasi sekitar Rp250 ribu per harinya.

Uang tersebut ia gunakan untuk menafkahi istri dan anaknya yang tinggal di kampung.

“Alhamdulillah penghasilan mah ada aja. Seringnya Rp 250.000 bisa buat ngirim ke kampung,” tambahnya.

Nah itulah sedikit potret dan kisah inspiratif dari kampung starling di daerah Senen, Jakarta Pusat.

Jika kamu sedang mencari rumah di marketplace terpercaya dan aman, bisa mengunjungi Rumah123 untuk mendapatkan penawaran terbaik.

Bagikan:
573 kali