Cotswold village of Snowshill, Worcestershire, England

Industri properti terus berkembang pesat. Membuat harga tanah kian meningkat. Di sisi lain, pengembang kesulitan mencari lahan untuk membangun hunian.

Tak heran, kalau lahan pemakaman pun dijadikan perumahan, apartemen, dan proyek properti lainnya.

Dari sisi bisnis, mengubah lahan pemakaman menjadi perumahan memang tak masalah. Tapi, tidak demikian kalau kita melihatnya dari sudut pandang feng shui.

Menurut ahli feng shui, memiliki properti di atas tanah bekas makam tidak menguntungkan. Mengapa? Karena tanah pemakaman mengandung hawa Yin, berlawanan dengan manusia yang berenergi Yang.

Baca juga: Bangun Rumah di Lahan Berbukit Bawa Hoki Lho

Menempati lokasi bekas makam tanpa mengikuti aturan feng shui bisa menyebabkan munculnya kejanggalan bagi penghuninya. Misalnya, penghuni mendengar suara orang berjalan, tetapi tidak ada orangnya.

Bagi orang Tionghoa, makam merupakan tempat pemujaan kepada leluhur. Orang Tionghoa percaya, jiwa para leluhur mereka membawa pengaruh langsung bagi kesejahteraan keturunannya.

Bagi mereka, makam ditempatkan di lokasi, arah hadap, dan kontur yang bagus. Hal ini membuat banyak lokasi atau kompleks pemakaman Tionghoa terlihat rapi dan terkesan mewah.

Bagikan: 2359 kali