Ilustrasi Rumah (Rumah123/iStockphoto)

Beli tunai atau mencicil saat membeli properti? Tunai atau cicil? Wah, kalau begini, kamu jangan menghitung pakai kancing baju ya seperti orang tua atau kakek nenek kamu.

Dua pilihan ini memang menyulitkan bagi para investor yang masih baru di bidang properti. Motivator sekaligus investor properti, Tung Desem Waringin memiliki jawabannya.

Baca juga: Mau Investasi Properti? Beli Sekarang!

Pilihan pembiayaan menjadi salah satu dari lima hal yang diungkapkan Tung dalam investasi properti. Lima hal ini adalah precise time, right locations, right management, right developers, dan smart financing.

Dia memaparkan hal yang  merupakan “The Secret to Investing in Property” dalam sebuah acara beberapa waktu lalu.

Baca juga: Yang Paling Sakti itu Lokasi!

Dalam berinvestasi properti, investor harus cerdas ketika melakukan pembiayaan unit propertinya, apakah harus mencicil atau membayarnya tunai.

Cash atau nyicil? Ya, tergantung bunganya. Kalau bunganya di atas 15 persen mendingan cash,” ujar Tung. “Namun, jangan semua properti diutangkan karena belum tentu bisnis selalu bagus.”

Baca juga: Ga Usah Terburu Nafsu Buat Jual Aset Properti

Dia menjelaskan lebih lanjut kalau bunga cicilan tinggi, maka sebaiknya investor tidak mencicil. Cicilan bunga bisa terbilang besar dibandingkan dengan uang sewa yang didapatkan jika unit properti diproyeksikan untuk disewakan atau dikontrakkan.

Kalau bunga cicilan tidak terlalu besar, investor bisa mengambil kredit pemilikan rumah (KPR) atau kredit pemilikan apartemen (KPA). Namun jika yang terjadi sebaliknya dan investor memiliki uang tunai, tidak ada salahnya untuk membayarnya secara cash.

Baca juga: Mau Investasi? Beli Properti dari Pengembang Terpercaya Dong

Nah, sudah jelas kan? Kalau bunga tinggi, kamu lebih baik membayar tunai. Tetapi, kalau kamu bisa mendapatkan cicilan bunga rendah, ya lebih baik mencicil saja.

Sebenarnya sih ada pilihan lainnya, belakangan sejumlah perusahaan pengembang menawarkan cicilan bertahap tanpa bunga. Jangka waktunya beragam mulai dari 24 bulan hingga 60 bulan.

Baca juga: Ngapain Investasi Properti Kalo Developernya Ga Bagus

Jika kamu memiliki uang tunai pun, kamu bisa memilih opsi ini. Siapa tahu kamu bisa mengalihkan sebagian dana cadangan untuk berinvestasi lainnya.

Bagikan: 1212 kali