Foto: Rumah123/Getty
 

Masih kos atau ngontrak rumah? Kamu pasti akan merasakan waktu terbang begitu cepat. Baru bayar kos atau sewa, eh tau-tau udah harus bayar lagi. Coba kalau punya rumah sendiri, berat bayar cicilannya, eh tapi tau-tau jadi milik sendiri. Kalau udah punya sendiri kan kamu gak perlu nguntungin kantong orang lain karena harus bayar sewa atau kontrak ke dia.

Ada lima alasan kenapa kamu mending beli hunian ketimbang sewa atau ngontrak:

Pertama, harga sewa rumah di Jabodetabek nyaris sama dengan cicilan KPR sekitar 4-60%.

Sadar gak kamu bahwa tarif sewa hunian di Jabodetabek hampir sama dengan besarnya cicilan hunian di wilayah ini? Persentasenya sekitar 4-60 persen. Nih ya, Managing Director PT Graha Loka Pangestu (GLP) yang mengembangkan Female Apartment di Depok, I Wayan Ekadiana, seperti dikutip Kompas.com, Selasa (12/12/2017), menyebutkan bahwa sewa unit apartemen di sekitar Depok kini Rp5-10 juta. Bahkan, ada yang Rp15 juta per unit kalau yang sewa ekspatriat. Sewa Rp5-10 juta per bulan itu sama dengan cicilan beli hunian.

Baca juga: 3 Bulan Lagi Bunga KPR Naik! Beli Rumah Sekarang, It’s Now Or Never!

Kita tengok juga pengalaman pemenang Asia's Next Top Model Season 3, Ayu Gani. Sejak menetap di Jakarta, Ayu menyewa apartemen Rp6 juta per bulan. Dia lantas mengikuti nasihat ibunya agar bagaimanapun harus bisa mengatur income agar bisa punya apartemen sendiri. Dia kemudian beli unit Apartemen Bassura City. Sekarang sudah dua tahun dia tinggal di Bassura City. Ayu pun terbebas dari uang sewa tiap bulan.

Kedua, ukuran rumah semakin mengecil 4-8% setiap tahunnya.

Pasti kamu udah tau kalau luas hunian yang ditawarkan pengembang semakin mengecil. Kalau dulu tipe terkecil rumah adalah Tipe 21/60 seharga Rp200-300 jutaan. Saat ini luas tanah yang ditawarkan semakin sempit, yakni 32-36 meter persegi (m2). Misalnya, di Permata Gading Residence, untuk Cluster Woodland Tipe Pine luas tanahnya 32 m2 (LB 28 m2), sedangkan Tipe Oak luas tanahnya 38 m2 (LB 37) dengan harga mulai Rp700 jutaan.

Baca juga: Beli Rumah Tetep Jalan, Travelling Ga Ketinggalan, Bisa Kok!

Ketiga, harga rumah gak akan turun, selalu naik.

Kalau luas hunian yang ditawarkan semakin minimalis, gak begitu dengan harganya. Harga rumah semakin naik. Contohnya, rumah termurah di Citra Maja Raya kini harganya naik 15-20 persen dari harga awalnya.

Pada 2014, yakni tahap pertama perumahan yang berlokasi di Lebak, Banten, itu dirilis, unit terkecil ditawarkan seharga Rp119 juta oleh PT Ciputra Residence. Kemudian harganya meningkat jadi Rp149 juta. Pada September 2015, dilansir tipe yang sama dengan harga mulai Rp133 juta. Pada tahap kelima, hunian di sini terus mengalami peningkatan harga. Menurut Corporate Secretary Ciputra, Tulus Santoso, kenaikan harganya 15-20 persen. "Sekarang paling murah Rp200 juta Tipe 72," kata Tulus seperi dikutip Kompas.com, Selasa (28/3/2017).

Baca juga: Kalau Gaji Udah Gede, Baru Deh Beli Rumah, Yakin Kamu?

Keempat, beli rumah merupakan investasi jangka panjang.

Siapa juga pasti ngakuin kalau harga rumah tuh mahal, ratusan juta bahkan miliaran rupiah. Belinya susah. Nyicilnya lama, bisa belasan tahun. Tapi, bagaimanapun beli rumah itu merupakan investasi jangka panjang. Semakin lama harganya meningkat. Rumah yang kamu beli sekarang seharga Rp300 jutaan, lima tahun yang akan datang sudah Rp700-800 jutaan. Dalam jangka waktu panjang, beli rumah di manapun akan selalu menguntungkan.

Kelima, punya rumah berarti punya aset hak milik sendiri.

Milenial mesti memprioritaskan punya hunian. Kenapa harus? Kan bisa kos atau ngontrak? Gini, beli hunian itu akan memaksa kamu untuk punya aset pertama. Emang apa untungnya sih punya aset? Keuntungan punya aset tetap, yakni kamu punya nilai aset kekayaan yang terus meningkat. Nih ya, kalau suatu saat nanti kamu punya masalah keuangan, aset pertama kamu itu bisa kamu jual atau kamu gadai. Emangnya kalau kamu sewa atau ngontrak rumah orang, itu rumah bisa kamu jual?

Bagikan: 1685 kali