LRT jakarta- rumah123.com Rel LRT Jakarta. Light Rail Transit/Lintas Rel Terpadu (LRT) Jakarta Belum Beroperasi Secara Komersial. LRT Jakarta Sempat Menjalani Uji Coba untuk Ketiga Kalinya Sejak Juni 2019 (Foto: Rumah123/Getty Images)

LRT Jakarta telah menjalani uji coba publik selama satu bulan. Masyarakat masih menanti kapan kereta layang ini beroperasi.

Moda transportasi massal LRT (Lintas Rel Terpadu/Light Rail Transit) Jakarta telah menjalani uji publik selama satu bulan pada pertengahan Juli 2019 ini. Operator kereta layang, PT LRT Jakarta melakukan uji publik sejak 11 Juni.

Situs CNN Indonesia melansir bahwa jumlah orang yang ikut dalam uji publik ini mencapai 211 ribu orang. Minat masyarakat untuk mencoba transportasi massal ini memang tinggi. Apalagi sebelumnya transportasi massal lainnya yaitu MRT (Mass Rapid Transit/Moda Raya Terpadu) juga telah beroperasi secara komersial.

Corporate Communication PT LRT Jakarta, Melissa Suciati menyatakan bahwa animo penumpang cukup baik. Saat operator menutup uji publik pada Kamis (11/07/2019) pukul 23.00 WIB (Waktu Indonesia bagian Barat), jumlah penumpang mencapai 211 ribu orang.

Baca juga: LRT Jakarta Kembali Lakukan Uji Publik Sebelum Beroperasi Secara Komersial

Jumlah rata-rata penumpang per hari memang bervariasi. Pada hari biasa, jumlah penumpang berkisar antara 5.000 hingga 10.000 orang per hari. Jumlah penumpang 10.000 orang ini menjadi yang tertinggi saat hari biasa.

Sementara untuk hari libur atau akhir pekan, jumlah penumpang bisa mencapai 12 ribu orang per hari. Melissa tidak memungkiri kalau jumlah penumpang memang paling banyak saat akhir pekan (weekend).

Pada hari kerja, jam sibuk kereta layang ini terjadi antara pukul 06.00 hingga 10.00 WIB. Sedangkan sore hari, kesibukan terjadi mulai pukul 16.00 hingga larut malam. Hal ini terjadi lantaran penumpang menuju tempat kerja pada pagi hari dan pulang ke rumah saat sore hari.

Baca juga: Rute LRT Jakarta Akan Diperpanjang, Ke Mana Saja Ya?

Saat akhir pekan, penumpang membludak karena banyak orang ingin mencoba transportasi massal ini. Selain itu, banyak warga yang ingin berolahraga di kawasan Velodrome Rawamangun.

Integrasi LRT dengan Moda Transportasi Lain

Para pengguna LRT Jakarta ini memang beragam. Ada yang menggunakannya untuk berangkat kerja atau mereka yang merupakan pengguna transportasi massal pada umumnya.

Banyaknya jumlah pengguna transportasi massal ini juga terkait dengan integrasi dengan sejumlah transportasi lain. Pengelola Transjakarta, PT Transportasi Jakarta melakukan integrasi dengan memakai Jak Lingko.

Stasiun LRT di Boulevard Utara terkoneksi dengan mikrobus atau angkutan perkotaan (angkot) Jak Lingko. Ada Jak 24, Jak 59, dan Jak 61.

Sementara stasiun LRT di Pulomas dan Velodrome terhubung dengan Transjakarta. Stasiun LRT Pulomas terkoneksi dengan koridor 2 Transjakarta yaitu Pulo Gadung-Harmoni sedangkan stasiun LRT Velodrome terhubung dengan koridor 4 Transjakarta yakni Pulo Gadung-Dukuh Atas.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Belum Meresmikan LRT Jakarta

Sebenarnya, LRT Jakarta dipersiapkan untuk Asian Games 2018 Jakarta-Palembang. Tetapi, kereta layang ini tidak jadi beroperasi saat perhelatan pesta olahraga bangsa-bangsa se-Asia ini. LRT malah lebih dulu beroperasi di ibu kota Sumatera Selatan, Palembang.

Sebelum uji publik ini, PT LRT Jakarta sempat melakukan uji coba pada 2018. Namun, transportasi massal ini belum juga beroperasi secara komersial.

Masalah belum beroperasinya kereta layang ini adalah perizinan yang belum selesai. Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan pernah mengungkapkan akan menyelesaikan proses administrasi tersebut.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sempat mengeluarkan rencana tarif tiket perjalanan LRT yaitu Rp5.000 yang dipatok flat untuk jarak jauh dekat.

Bagikan: 284 kali