rumah kolong tol

Tak semua orang bisa memiliki tempat tinggal yang layak. Bahkan banyak yang hanya bisa membayar sewa rumah kolong tol. Seperti ini potretnya.

Tinggal di rumah yang layak dan sehat tentu menjadi impian semua orang di Indonesia.

Rumah yang merupakan kebutuhan primer, dimana sebagian besar aktivitas akan dilakukan.

Tinggal di rumah tinggal yang layak dan sehat sudah menjadi kebutuhan setiap orang.

Namun begitu, ternyata tidak semua orang dapat mewujudkan itu.

Meskipun tinggal di rumah yang layak huni menjadi kebutuhan pokok yang harus dipenuhi.

Nyatanya, masih ada masyarakat yang kurang mampu yang tinggal di tempat kurang layak.

Seperti salah satu contoh yang diambil dari liputan KompasTV yang meliput masyarakat penghuni rumah kolong tol.

Tinggal di rumah kolong tol tentu saja ilegal dan tidak layak, berikut beberapa potret yang menggambarkan kehidupan kolong tol.

Potret Kehidupan Penghuni Rumah Kolong Tol

Kondisi Lingkungan Gelap dan Berdebu

Karena lokasinya yang berada di bawah tol, rumah rumah yang didirikan secara ilegal ini tentu saja tidak dapat sinar matahari. Begitupun juga dengan kondisi lingkungannya.

Rumah kolong tol yang awalnya memang tidak diperuntukkan untuk membangun rumah, membuat saluran drainase, bentukan jalanan dan fasilitas lainnya juga boleh dibilang seadanya.

Hal inilah yang membuat rumah kolong tol ini menjadi sangat berdebu dan becek karena digenangi air hujan dan limbah rumah tangga.

Menggunakan Toilet dan Mandi Harus Bayar

wc umum rumah kolong tol

Karena sifat bangunan yang ilegal dan memang tidak diperuntukkan untuk membangun rumah pada awalnya.

Rumah kolong tol ini otomatis tidak punya saluran air dan saluran pembuangan toilet atau septic tank.

Hal tersebut membuat masyarakat yang menghuni rumah kolong tol ini tidak dapat melakukan aktivitas MCK di rumah mereka masing masing.

Untuk mensiasati itu, ada orang yang membangun bangunan yang berisi toilet dan keran untuk mandi dengan toren air dan septic tank sendiri di wilayah dekat rumah kolong tol tersebut.

Tentu saja, untuk menggunakan fasilitas ini warga rumah kolong tol harus membayar. Untuk buang air kecil mereka harus membayar Rp 1.000, dan untuk mandi dan buang air besar mereka harus membayar Rp 1.000 lagi per berkunjung.

Tidak Ada Air Bersih di Rumah Kolong Tol

tidak ada air bersih di rumah kolong tol

Selain tidak ada toilet, akses air bersih juga tidak ada di rumah kolong tol ini.

Agar dapat memenuhi kebutuhan sehari hari, mereka terpaksa membeli air galon keliling yang harganya Rp 6.000 satu galon untuk memenuhi kebutuhan sehari hari mereka.

Memang sangat merepotkan, tetapi mau bagaimana lagi?

Status Bangunan yang Ilegal

penghuni rumah kolong tol

Tanah yang berada di bawah kolong tol merupakan milik pemerintah.

Oleh karena itu menggunakan atau melakukan aktivitas pribadi di lahan milik pemerintah tanpa izin tentu saja perbuatan ilegal.

Tentu saja, para masyarakat penghuni rumah kolong tol ini dapat sewaktu waktu digusur karena melanggar aturan.

Mirisnya lagi, salah satu penghuni masyarakat kolong tol yang diwawancarai oleh KompasTV adalah masyarakat ber-KTP DKI Jakarta.

Dimana itu merupakan tanggung jawab pemerintah DKI Jakarta untuk memindahkan masyarakat kurang mampu ke Rusunawa atau Rusunami yang bisa menampung.

Semoga para masyarakat yang menghuni rumah kolong tol ini kedepannya dapat diberikan rezeki sehingga bisa menghuni rumah yang lebih layak ya! Amin

Temukan berbagai inspirasi menarik seputar gaya hidup dan keluarga modern, selengkapnya di artikel.rumah123.com.

Kamu bisa wujudkan hunian idaman seperti LRT City Cibubur, hanya di Rumah123.com dan 99.co, yang pastinya #AdaBuatKamu!

Bagikan:
435 kali