hgu

Saatnya kamu memahami HGU atau Hak Guna Usaha agar terhindar dari masalah sengketa tanah yang sering terjadi di Indonesia, yuk disimak. 

Sederetan laman berita online seperti Kompas.com, Tirto.id, dan lainnya mewartakan sengketa lahan alias sengketa tanah antara kedua pihak. 

Pihak tersebut adalah Front Pembela Islam (FPI) dengan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII.

PTPN VIII sudah melayangkan somasi kepada Pondok Pesantren Alam Agrokultural Markaz Syariah milik Habib Rizieq Shihab.

BUMN (Badan Usaha Milik Negara) ini mengatakan kalau lahan pesantren berdiri di atas lahan HGU. 

Sementara pihak pondok mengklaim telah membelinya dari petani yang telah menggarap, tanah ini dinyatakan termasuk tanah terlantar. 

Sebelumnya, Rumah123.com sudah membahas mengenai aturan tanah terlantar, sekarang akan mengulas HGU.

hgu

Mengenal Hak Guna Usaha (HGU) 

Setelah memahami mengenai tanah terlantar, saatnya untuk memahami mengenai HGU atau Hak Guna Usaha. 

Biasanya, istilah HGU diperbincangkan ketika ada perselisihan yang terkait dengan masalah pertanahan. 

Situs berita Kompas.com mengulas mengenai HGU sebagai salah satu jenis hak kepemilikan atas tanah. 

Undang-undang Pokok Agraria (UUPA) Nomor 5 Tahun 1960 mengatur mengenai HGU tersebut. 

Definisi Hak Guna Usaha atau HGU adalah hak untuk mengusahakan tanah yang dikuasai langsung oleh negara.

Hak tersebut memiliki jangka waktu tertentu, yang digunakan untuk usaha pertanian, perikanan atau peternakan.

Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 40 Tahun 1996 tentang Hak Guna Usaha, Hak Guna Bangunan, dan Hak Pakai atas Tanah juga mengatur mengenai HGU. 

hgu

Siapa Saja yang Berhak Mendapatkan HGU 

Setelah memahami definisi apa itu HGU, saatnya mengetahui siapa saja yang bisa mendapatkan hak tanah HGU. 

Mereka yang bisa mendapatkan HGU adalah warga negara Indonesia dan badan hukum yang didirikan menurut hukum Indonesia dan berkedudukan di Indonesia. 

Luas minimal lahan HGU adalah lima hektare, sedangkan luas maksimal lahan HGU untuk perseorangan adalah 25 hektare. 

Kalau ingin mendapatkan HGU yang lebih dari 25 hektare ini, ada sejumlah persyaratan lain yang harus dipenuhi seperti investasi modal. 

Pemegang HGU mempunyai masa pakai paling lama 35 tahun, bisa diperpanjang untuk jangka waktu 25 tahun. 

Selain itu, pemegang HGU juga mempunyai kewajiban untuk membayar uang pemakaian serta kewajiban lainnya.

Segala hal yang terkait dengan HGU ini memang telah diatur dalam Undang-undang Pokok Agraria (UUPA) Nomor 5 Tahun 1960.

hgu

Kewajiban Pemegang HGU 

Mereka yang memiliki HGU ini ternyata juga mempunyai kewajiban yang ternyata lumayan banyak lo. 

Pemegang HGU wajib untuk membangun dan memelihara prasarana lingkungan dan fasilitas tanah yang ada di dalamnya. 

Lantas juga mereka juga wajib untuk memelihara kesuburan tanah, mencegah kerusakan sumber daya alam.

Tidak ketinggalan, para pemegang hak juga harus melindungi kelestarian lingkungan hidup sesuai peraturan. 

Mereka yang memegang HGU pun wajib memberikan laporan tertulis pada akhir tahun mengenai penggunaan hak.

Para pemegang hak dilarang menjadikan tanah HGU sebagai jaminan utang dengan dibebani hak tanggungan. 

Mereka juga tidak boleh menyerahkan penguasaan kepada pihak lain kecuali diperbolehkan menurut undang-undang. 

Setelah mengetahui semua hal terkait HGU, kamu bisa memahaminya kalau terjadi contoh kasus sengketa tanah atau sengketa lahan. 

Nah, termasuk juga bisa memahami mengenai perselisihan mengenai pertanahan atau agraria alias sengketa lahan antara FPI dengan PTPN VIII.

Sebenarnya, kasus sengketa tanah atau sengketa lahan seperti ini memang sering terjadi di Indonesia, banyak yang terkait dengan HGU. 

Situs properti Rumah123.com selalu menyajikan artikel dan tips menarik mengenai hukum pertanahan. 

Kalau kamu sedang mencari rumah tapak di kawasan Depok, Jawa Barat maka pilihan terbaik adalah Cimanggis Golf Estate.

Bagikan:
1293 kali