Ilustrasi. Foto: Rumah123/iStock Ilustrasi. Foto: Rumah123/iStock

Banyak pihak mendukung Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) bisa punya rumah. Dukungan itu antara lain Program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Subsidi Selisih Bunga (SSB), dan bantuan uang muka (DP). Namun, itu semua tetap saja belum cukup membantu MBR untuk bisa membeli rumah.

Hasil penelitian Perum Perumnas pada Juni-Juli 2016, memperlihatkan bahwa kemampuan  mencicil MBR untuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi hanya sekitar Rp500.000 per bulan. Sementara cicilan paling rendah untuk KPR bersubsidi saat ini sudah hampir menyentuh Rp1 juta per bulan.

Baca juga: Astra Berbisnis Properti, PUPR: Jangan Lupa Rumah Untuk MBR! 

Direktur Utama Perum Perumnas, Muhammad Nawir, mengatakan, penelitian tersebut melibatkan 11.600 responden dari 28 kota/kabupaten di seluruh Indonesia.

“Kalau dengan kemampuan mengangsur Rp500 ribu per bulan, harusnya nilai KPR dengan pola FLPP adalah Rp70 juta – Rp80 juta. Tetapi, sekarang harga rumah dengan pola FLPP sebesar Rp116 juta ke atas. Sehingga, ada gap antara daya beli dengan suplai harga,” kata Nawir seperti dikutip dari Kompas.com.

Menurut Nawir, 46,8 persen responden di Sumatera berdaya beli Rp500.000 per bulan untuk KPR bersubsidi. Sedangkan di Jawa ada 38,2 persen dari responden dengan kemampuan mencicil yang sama.

Baca juga: Inilah Syarat Pokok Agar MBR Bisa Beli Rumah Subsidi

Di Kalimantan, sebanyak 29,5 persen responden mampu mencicil KPR sebesar Rp500.000 per bulan. Sementara di Sulawesi, sekitar 45,7 persen responden berkemampuan mencicil di level sama.

Secara nasional, 40 persen dari responden menyatakan mampu mencicil KPR bersubsidi sebesar Rp500.000 per bulan.

“Kemampuan atau daya beli MBR ini yang menjadi tantangan bagi kita. MBR ini umumnya para pekerja di level UMR. Daya beli mereka hanya Rp500.000 per bulan untuk perumahan,” kata Nawir menegaskan.

Bagikan: 1510 kali