Sebuah rumah mungil dengan fasad berdesain simpel dan berkesan modern. Foto: Rumah123/Jhony Hutapea

 

 

Kenapa harus punya rumah sekarang? Soalnya kalau nanti, mungkin tak terjangkau lagi harganya. Seperti diketahui, harga rumah cenderung naik dari tahun ke tahun. Kamu mau menunggu sampai tahun berapa? Jangan-jangan gak nyampe-nyampe juga tuh cita-citamu untuk punya rumah.

 

Rumah selain merupakan aset hidup, juga merupakan lambang kesuksesan seseorang. Masak sih? Setidaknya menurut hasil riset di Eropa, sebanyak 65% responden menyatakan bahwa beli rumah merupakan simbol kesuksesan. Di Polandia lebih percaya lagi, yakni sebesar 72%, sementara Turki dan Rumania mencatat angka 70%.

 

Jadi, boleh dibilang sebagian besar orang menganggap punya rumah itu adalah simbol kemantapan dan kesuksesan. Angka persentase tersebut adalah hasil dari riset ING, yang merupakan salah satu institusi perbankan dan lembaga keuangan terbesar di dunia.

 

Baca juga: Milenial Mau Cari Hunian? Cari yang Dekat Kantor Aja, Bisa Hemat 

 

Kalau kamu sudah oke untuk beli rumah, tapi terkendala dananya, ada cara kok agar keinginanmu bisa terwujud untuk punya rumah. Coba gandeng bank untuk dapat bantuan dana beli rumah dengan cara Kredit Pemilikan Rumah (KPR). KPR adalah fasilitas kredit yang disediakan bank bagi kamu yang ingin membeli, merenovasi, refinancing rumah, ruko, rukan atau apartemen.

 

Fasilitas kredit tersebut tentu akan memudahkan kamu memiliki rumah atau jenis tempat tinggal lainnya. Karena, dengan KPR kamu cukup siapkan uang muka (DP) beserta biaya-biaya lainnya (antara lain provisi, biaya administrasi, biaya notaris, pajak, biaya penilaian jaminan, biaya cek setifikat dan asuransi) lalu sisanya kamu bisa cicil dengan jangka waktu tertentu melalui KPR.

 

Baca juga: Kalau Milenial Mau Memaksa Menabung, Bisa Kok Punya Hunian 

 

Tantangan utama pembeli rumah pertama (milenial) biasanya adalah uang muka alias down payment (DP). Apakah kamu juga begitu? Nah, ini ada solusinya. Saat ini, Bank Indonesia mengatur ketentuan Loan To Value (LTV) untuk pembelian properti sebagai berikut:

   
Ketentuan LTV
Jenis Bangunan Fasilitas ke-1 Fasilitas ke- 2 Fasilitas ke-3, dst
Rumah Tinggal  LB < 22 m2 85% 85% 85%
Rumah Tinggal  LB 22 m2 - 70 m2 85% 85% 80%
Rumah Tinggal LB > 70 m2 85% 80% 75%
Ruko dan Rukan 85% 85% 80%
Apartemen LB < 22 m2 85% 85% 80%
Apartemen LB 22 m2 - 70 m2 85% 85% 80%
Apartemen LB > 70 m2 85% 80% 75%
   

Loan To Value merupakan persentase batas maksimal bank memberikan kredit. Semisal kamu beli rumah pertama, maka kamu wajib menyediakan DP sebesar 15% dari harga rumah, karena bank hanya dapat memberikan pinjaman kredit 85% dari harga rumah. Jadi, bila harga rumahmu Rp500 juta, maka kamu harus sudah mulai menyiapkan uang sebesar Rp75 juta untuk DP-nya.

 

Nominal tersebut tentu bukan angka yang kecil. Apalagi, generasi milenial kini juga hobi travelling. Belum lagi kebutuhan untuk tetap bisa dianggap “gaul”. Hal semacam itu akan menuntut seorang milenial memiliki kemampuan mengelola keuangan yang baik agar tetap bisa menjalankan gaya hidup sekaligus bisa mewujudkan tujuan keuangannya.

 

Baca juga: 3 Tips Agar Milenial Ga Susah-Susah Amat Beli Rumah, Mau Tahu Kaaannn…

 

Kalau dana untuk membeli rumah secara cash belum mencukupi, kamu gak perlu khawatir karena Bank Central Asia (BCA) hadir dengan KPR BCA “Angsuran Terencana”. Dengan “Angsuran Terencana”, kamu bisa mendapatkan plafon kredit yang lebih besar atau angsuran awal yang lebih ringan dibanding angsuran pada umumnya. Sehingga, kamu bisa memprediksi berapa besar angsuran yang dibayarkan setiap tahunnya selama periode suku bunga yang kamu pilih. Periode suku bunga yang dapat kamu pilih adalah suku bunga Fix 5 tahun atau Fix & Cap 5 tahun (Fix 3 tahun pertama, dan Cap 2 tahun berikutnya).

 

Jadi, jangan ragu lagi untuk mewujudkan rumah impianmu dengan “Angsuran Terencana” dari KPR BCA. Untuk info selengkapnya mengenai “Angsuran Terencana”, klik link berikut http://bit.ly/BCARUMAH123

Bagikan: 3095 kali