Di Indonesia, terdapat dua dokumen legalitas yang populer; Hak Guna Bangunan, dan Sertifikat Hak Milik.

Keduanya sama-sama berfungsi sebagai bukti kepemilikan akan tanah dan bangunan. Yang membedakannya adalah kekuatan status hukum dan masa berlakunya.

Sertifikat Hak Milik memiliki status lebih tinggi di mata hukum, dan masa berlakunya berlangsung seumur hidup. Sedangkan Hak Guna Bangunan, statusnya lebih lemah di mata hukum. Masa berlangsungnya pun sementara, yaitu hanya 30 tahun. Setelah jangka waktu habis, pemilik masih bisa mengajukan perpanjangan kembali selama 20 tahun.

Umumnya, pemilik rumah dengan legalitas HGB akan meningkatkannya menjadi SHM. Sebab mereka tak perlu repot-repot lagi memperpanjang HGB secara berkala. Sedangkan pemilik apartemen atau rusun, tak bisa mengubah status kepemilikan hunian mereka menjadi SHM. Jadi mau tak mau setelah 30 tahun, mereka harus memperpanjang HGB kembali selama 20 tahun.

Bagi kamu pemilik apartemen atau rusun yang mau memperpanjang sertifikat HGB, bisa menemukan cara-caranya dalam artikel ini. Sedangkan untuk biayanya, bisa kamu selengkapnya di sini!

Perhitungan biaya pengurusan perpanjangan HGB

hak guna bangunan - rumah123.com

Biaya perpanjangan atau pembaruan HGB

Dilansir dari Detik.com, berdasarkan PP 46/2002 biaya perpanjangan HGB memiliki rumus berikut:

Jangka waktu perpanjangan HGB (20 tahun) yang diberikan dibagi 30 tahun dikalikan 1%. Hasil perhitungan tersebut dikalikan dengan hasil pengurangan Nilai Perolehan Tanah (NPT) dengan NPT Tidak Kena Uang Pemasukan (NPTTKUP) lalu dikalikan 50%. Besarnya NPT dan NPTTKUP bisa‎ dilihat pada SPT PBB tanah yang mau diperpanjang HGB-nya.

Contoh simulasi:

Sebuah apartemen berjumlah 3.500 unit di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan dengan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) sebagai acuan NPT yang berlaku saat ini Rp 15 juta/meter persegi, maka dapat diasumsikan bahwa total NPT untuk apartemen dengan luas area 5 hektar (50.000 meter persegi) adalah sebesar Rp 750 miliar.

Hitungannya 20 tahun dibagi 30 tahun dikalikan 1% maka diperoleh angka 0,0067. Kemudian, total NPT untuk apartemen dengan luas area 5 hektar seharga Rp 15 juta/meter persegi adalah sebesar Rp 750 miliar.

Dengan asumsi tersebut, maka dapat dihitung biaya perpanjangan HGB tersebut adalah 0,0067 dikalikan Rp 750 miliar dikalikan dengan 50%. Hasilnya, besar biaya yang harus ditanggung untuk memperpanjang HGB apartemen tersebut adalah Rp 2,5 miliar. Angka ini dibagi berdasarkan jumlah unit yang ada dalam satu area sesuai simulasi 3.500 unit adalah ‎sekitar Rp 714.000 per unit.

Biaya pengukuran bidang tanah yang HGB-nya mau diperpanjang

hak guna bangunan - rumah123.com

Salah satu proses yang akan dilewati ketika kamu memperpanjang HGB adalah pemeriksaan tanah dari pihak BPN. Biaya pengukuran tanah ditentukan dengan rumus tertentu. Untuk luas tanah 5 hektar, dihitung dengan rumus luas tanah dibagi 500 dikali Harga Satuan Biaya Khusus Pengukuran (HSBKu), lalu ditambahkan dengan Rp100.000.

Kalau kamu nggak mau repot, kamu bisa datang ke notaris dan mengajukan perpanjangan HGB ditambah dengan pengukuran. Biayanya ada di kisaran Rp 800 ribu.

Mengapa tanah tempat berdirinya apartemen atau rusun tidak bisa berstatus hak milik?

Sesuai dengan yang tertuang dalam UU 16/1985 tentang rumah susun yang berbunyi "Tanah bersama adalah sebidang tanah yang digunakan atas dasar kebersamaan secara tidak terpisah yang di atasnya berdiri rumah susun, dan ditetapkan batasnya dalam persyaratan izin bangunan". Maka, tidak ada tanah untuk masing-masing unit apartemen.

Memperpanjang HGB menjadi hal yang sangat penting. Untuk itu, supaya menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, sebaiknya kamu segera memperpanjang masa berlakunya ya!

Bagikan: 11484 kali