Rumah Pemain Bola Basket NBA, Stephen Curry (Rumah123/ABC7News)

Situs properti Realtor mengulas tiga kesalahan pemain bola basket NBA, Stephen Curry yang malah merugi saat menjual rumah dalam artikel sebelumnya. Padahal banyak orang bisa meraup keuntungan saat menjual properti milik mereka.

Nah, apalagi ya kesalahan Curry. Ada dua kesalahan lagi yaitu dana renovasi dan waktu penjualan yang tidak tepat.

Baca juga: Enaknya Aksi Flipper Properti, Turun Harga Tapi Masih Untung Banyak!

Keempat, Curry mengeluarkan uang 500.000 dollar AS (Rp6,7 miliar) untuk renovasi. Uang sebanyak ini untuk renovasi memang tidak bermasalah kalau perbaikan termasuk hal yang lazim.

Memang tidak diketahui apa yang ditambahkan oleh Curry. Tetapi legenda bola basker, Michael Jordan menambahkan lapangan standar NBA di rumahnya. Kalau hal ini terjadi, semakin sedikit pembeli yang mau kecuali pemain bola basket profesional.

Baca juga: Kerja 100 Jam Seminggu Buat Nyicil Rumah? Truz Kapan Istirahatnya?

“Kalau mengeluarkan uang untuk renovasi rumah, kamu ingin menambahkan area yang bisa membuat nilai jual rumah semakin baik yaitu dapur dan kamar mandi. Dari perspektif desain, kamu tidak ingin menambahkan sesuatu yang berbeda,” ujar agen properti dari kantor Keller Williams, David McLaughlin kepada Realtor.

Biasanya, para atlet suka membuat ruang tambahan seperti ruang memorabilia, lapangan basket, atau  fasilitas lainnya yang membuat pembeli enggan untuk memiliki rumah ini.

Baca juga: 7 Tahun Jual Rumah Ga Laku? Apa Yang Salah? (Bagian 3)

Kelima, Curry menjual terlalu cepat. Dia membeli di waktu yang salah, dia juga menjual hanya berselang setahun. Terlalu cepat untuk mendapatkan keuntungan.

“Ketika kamu membeli rumah pada pasar yang terimbas inflasi dan hanya memilikinya dalam jangka pendek, Anda bermain dengan harga potensial yang melemah,” ujar Chief Financial Analyst Bankrate, Greg McBride.

Baca juga: 7 Tahun Jual Rumah Ga Laku? Apa Yang Salah? (Bagian 2)

“Keuntungan finansial dari kepemilikan rumah terakumulasi pada jangka panjang. Jika Stephen Curry menjual rumah lebih mahal ketika dia beli, saat kamu memasukkan faktor harga pembelian, sepertinya tidak akan mendapatkan keuntungan,” lanjut McBride.

McLaughlin menyatakan kalau Curry sebenarnya tidak terlalu rugi meski membeli dengan harga 3,2 juta dollar AS (Rp43,2 miliar) dan menjualnya dengan harga 3,195 juta dollar (Rp43,1 miliar). Karena pasar hunian mewah memang nihil permintaan.

Baca juga: 7 Tahun Jual Rumah Ga Laku? Apa Yang Salah? (Bagian 1)

“Saat banyak orang berpikir mereka akan kehilangan ratusan atau ribuan dollar untuk renovasi dan harga harga turun, Anda mesti ingat juga kalau Stephen Curry memiliki pendapatan 11 juta dollar AS (Rp148 miliar) per tahun. Jangan lupakan juga dia meraup keuntungan menjual rumah di Orinda dengan profit 775.000 dollar AS (Rp10,4 miliar),” ujar agen properti Emile L’Eplattenier.

Wah, ternyata banyak juga ya kenapa penyebab seseorang bisa merugi saat menjual rumahnya. Kalau kamu punya pengalaman serupa nggak?

Bagikan:
1567 kali