Studio foto rumahan menjadi salah satu inspirasi menarik dalam mencari cuan dari rumah. Simak 8 tips dan trik memulai usaha ini supaya bertahan lama, selengkapnya. 

studio foto

Studio foto rumahan dalam beberapa tahun ke belakang kian menjamur seiring dengan minat masyarakat terhadap fotografi.

Pembuatan studio foto tersebut bukan hanya sekadar menyalurkan hobi yang menyenangkan, melainkan juga menghasilkan pundi-pundi uang.

Jika kamu menekuninya dengan baik, bukan tak mungkin membuat studio foto rumahan bisa menjadi salah satu jenis hobi yang dibayar. 

Pasalnya, ada banyak orang yang memutuskan banting setir dari pekerjaan mereka dan menjadi seorang fotografer penuh waktu.

Lantas, bagaimana cara memulai usaha studio foto di rumah bagi para pemula? Simak pembahasannya bersama-sama berikut ini. 

Hal-hal yang harus kamu perhatikan untuk merintis studio foto dari rumah 

Sebelum kamu merintis studio foto di rumah, ada beberapa hal yang perlu kamu ketahui terlebih dahulu.

Adapun, faktor-faktor berikut ini harus kamu perhatikan sebelum menjadikan hobi fotografi sebagai salah satu sumber penghasilan yang menjanjikan.

1. Pastikan kamera yang kamu gunakan sudah memadai 

Harus diakui jika jenis kamera merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan maupun diimplementasikan.

Penggunaan kamera tersebut merujuk pada spesifikasi dan jenis yang dimiliki untuk kebutuhan studio. 

Ada beberapa jenis dasar kamera yang perlu kamu tahu, yakni mirrorless, DSLR, dan full frame.

Jika hanya untuk kebutuhan studio foto rumahan kelas menengah, penggunaan mirrorless pada dasarnya sudah lebih dari cukup, namun harus diperhatikan juga kebutuhannya. 

Perlu diingat, kamera yang kamu gunakan bukan hanya untuk gaya semata, melainkan juga sebagai investasi dalam menghasilkan uang. 

Baca Juga :  7 Modal Usaha Rumahan Ini Bisa Menjadi Solusi untuk Pegiat UMKM

2.  Menentukan layanan dan jasa pemotretan 

Sebelum merintis studio foto rumahan, kamu pun harus mengetahui target pasar dan layanan apa yang akan kamu siapkan untuk para pelanggan.

Umumnya, studio rumahan merujuk pada dua dimensi yang kuat, yakni untuk kebutuhan photoshoot dan juga foto pre wedding.

Dalam hal ini photoshoot bukan hanya merujuk pada orang dan model saja, melainkan juga sebuah foto produk. 

3.  Pilih bagian rumah yang tepat untuk dijadikan sebagai studio 

Sama seperti studio musik, studio foto rumah juga memanfaatkan bagian yang kosong di rumah, namun cenderung lebih praktis.

Pasalnya, studio ini bisa kamu tempatkan di mana saja di dalam rumah, baik dalam ruangan khusus maupun ruang tengah.

Meski demikian, pastikan studio ini tidak mengganggu aktivitas keluarga dan privasi di dalam rumah. 

4.  Perlengkapan studio foto pastikan sudah terpenuhi 

Tak hanya spesifikasi kamera yang mumpuni, perlengkapan studio juga harus terpenuhi secara lengkap.

Selain kamera, kamu juga harus memiliki beberapa jenis lensa, baik lensa manual, tele maupun fixed lens.

Perlengkapan lain seperti green screen, dan lighting profesional juga merupakan bagian yang sangat penting untuk membuat studio foto di rumah.

5.  Menetapkan harga produksi 

Harga produksi secara umum berkaitan dengan biaya jasa yang kamu berikan kepada klien.

Pertimbangan harga produksi merujuk pada biaya jasa yang kamu terapkan untuk produksi dan hasil fotomu.

Sebagai contoh, kamu bisa membedakan harga hasil foto, sesuai dengan kebutuhan dan perencanaan.

6.  Menentukan strategi dan promosi yang tepat 

Tanpa ada strategi dan promosi, studio yang kamu miliki akan sulit bersaing dengan banyak fotografer pada umumnya.

Kamu pun bisa melakukan promosi yang menarik di media sosial dengan hasil jepretan terbaikmu.

Selain itu, supaya calon klien merasa lebih yakin, kamu juga bisa membuat portofolio dalam bentuk situs pribadi.

7.  Manajemen usaha dan bisnis yang baik

Selain hasil foto yang berkualitas, kamu pun juga dituntut untuk membentuk manajemen usaha yang baik di rumah.

Manajemen usaha ini merujuk dari jumlah pekerja yang akan kamu siapkan, tak terkecuali juga perputaran uang.

Sebab, perputaran maupun manajemen keuangan merupakan hal yang sangat sensitif dalam merintis usaha seperti ini.

8.  Selain mempunyai studio di rumah, kamu bisa melakukan panggilan secara door to door

Selain memiliki studio di dalam rumah, kamu pun juga bisa melakukan pendekatan door to door untuk membantu pemotretan dari para klien yang kamu kehendaki.

Hal ini bertujuan supaya kamu bisa lebih dekat dengan para klien, sekalipun proses jemput bola tersebut bisa menghasilkan ekosistem pelanggan yang sangat baik.

Baca Juga : 6 Ide Usaha Rumahan Modal Kecil Untung Besar, Dijamin Cuan!

Demikian beberapa tips dan inspirasi untuk kamu yang ingin merintis usaha studio foto di rumah sebagai tempat terbaik dalam menyalurkan hobi. 

Yuk, cari cuan dari rumah dengan berbagai tips terbaik, selengkapnya di artikel.rumah123.com.

"Sedang mencari pemukiman elit di Bandung Barat? Kamu bisa cek Kota Baru Parahyangan di sini selengkapnya."

Bagikan:
1108 kali