bisnis online- rumah123.com Saat Memulai Bisnis Online dari Rumah, Pastikan Kamu Memahami Pengaturan Keuangan Agar Bisnis Berjalan Lancar dan Berkelanjutan (Foto: Rumah123/Getty Images)

Bisnis online dari rumah memang menguntungkan saat ini. Ingat, sebelum menjalankannya jangan lupakan soal perencanaan keuangan.

Banyak peluang bisnis yang bisa dijalankan dari rumah. Kamu bisa menyebutkannya satu persatu seperti menjadi blogger atau vlogger, reseller barang, memulai usaha kuliner, membuat bisnis merchandise, dan banyak lagi.

Internet memang memudahkan para pebisnis pemula. Banyak orang yang menggunakan media sosial seperti Facebook atau Instagram untuk memasarkan produk dan jasanya.

Baca juga: 4 Pekerjaan Sampingan Selama Ramadan Ini Bisa Jadi Solusi Tabungan DP Rumah

Kamu tidak membutuhkan ruang yang besar untuk membuat kedai kopi atau membuat makanan ringan. Kamu cukup memiliki dapur yang besar untuk memenuhi pesanan.

Selanjutnya, kamu bisa memanfaatkan media sosial atau pemasaran melalui ojek online (ojol). Pasti kamu sering melihat ada kedai kopi yang lebih banyak antrian ojol dibandingkan konsumen.

Apa pun bisa diolah menjadi bisnis online. Namun, apakah kamu sudah mempersiapkan perencanaan keuangannya?

Baca juga: Beragam Keuntungan Kerja Online dari Rumah, Apa Saja Ya

Situs bank Commonwealth Bank of Australia, commbank.com.au memaparkan lima langkah mudah dalam merencanakan keuangan dalam berbisnis.

Ingat, kamu harus mulai mempelajari perencanaan keuangan sebelum bisnis berkembang menjadi besar. Jadi mulai dari sekarang, yuk belajar membuat rencana perencana keuangan.

Menghitung Biaya Memulai Bisnis

Lakukan riset kecil dan susun daftar semua yang kamu butuhkan untuk memulai bisnis. Kamu bisa memperkirakan apakah dana yang kamu miliki cukup. Jika kurang, kamu bisa berpikir meminjam dari bank atau mengajak orang lain seperti saudara dan teman untuk berkolaborasi.

Jika kamu menjadi blogger, vlogger, atau penulis konten, hitung berapa biaya langganan internet yang terjangkau. Kalau memulai bisnis kuliner, apakah peralatan memasak kamu sudah cukup lengkap? Jangan lupa untuk menghitung biaya membeli peralatan, dana operasional sehari-hari, dan lainnya.

Memperkirakan Keuntungan dan Kerugian

Kamu harus mulai untuk memperkirakan penjualan dan pengeluaran per bulan, per tiga bulan, atau per tahun. Setelah itu, kamu bisa memperkirakan berapa keuntungan atau kerugian setiap periode.

Selanjutnya, kamu bisa merancang target penjualan, penetapan harga, dan selisih keuangan. Kamu bisa mencari dengan melakukan analisis industri dan pasar, serta melakukan riset pasar. Saat kamu memulai bisnis kuliner, coba lihat berapa harga yang ditawarkan warung sebelah.

Belajar Memproyeksikan Pemasukan dan Pengeluaran

Saat memulai bisnis, belum tentu kamu mendapatkan keuntungan. Bisa jadi kamu membukukan penjualan pada bulan pertama, namun baru mendapatkan bayaran beberapa bulan kemudian.

Kalau kamu memiliki produk yang dititipkan ke warung atau toko, kamu harus bersiap kalau mereka tidak langsung membayar namun menunggu jangka waktu tertentu.

Jika kamu bisa membuat proyeksi cash flow alias pemasukan dan pengeluaran, maka kamu bisa mengetahui apakah ada cukup uang tunai dalam menjalankan bisnis atau seandainya kamu membutuhkan dana tambahan.

Ada tips singkat mengenai hal ini yaitu pertama, realistis lantaran pelanggan bisa saja membayar tidak sesuai yang diperkirakan. Kedua, segera lakukan tindakan jika ada masalah kekurangan uang tunai.

Mengkalkulasikan Laporan Keuangan

Setelah menjalankan bisnis selama 12 bulan, kamu harus membuat daftar mengenai aset dan kewajiban. Hal ini menjadi cara bagus untuk menggambarkan kesehatan keuangan bisnis. Kamu bisa menghitung apakah kamu memiliki cukup sumber daya untuk menjalankan bisnis tahun depan.

Laporan keuangan ini mencakup aset, kewajiban, dan ekuitas (hak) pemilik. Aset mencakup uang tunai, barang, dan bangunan. Kewajiban termasuk tagihan yang harus dibayarkan dan pinjaman. Ekuitas adalah bagian dari aset yang jadi bagian pemilik.

Jika kamu menjadi vlogger, coba hitung berapa yang sudah dikeluarkan untuk membeli kamera dan peralatan lain, biaya langganan internet, dan biaya lain.

Menghitung Kapan Balik Modal

Saat memulai bisnis, kamu harus bisa memperkirakan dan menganalisa break-even point atau balik modal. Hal ini berguna untuk menganalisa penjualan, biaya, dan menetapkan harga produk/jasa.

Jika kamu baru bisa balik modal dalam jangka waktu lama, coba hitung kembali semuanya supaya bisnis kamu lebih menguntungkan.

Ketika memulai bisnis, kamu pasti akan mengeluarkan sejumlah uang untuk membeli barang produksi misalnya mesin peracik kopi (coffee maker). Tentunya, kamu harus mengkalkulasikan berapa harga satu cangkir kopi sehingga semua pengeluaran kamu akhirnya impas.

Meminta Bantuan Profesional

Tidak ada salahnya untuk meminta akuntan profesional untuk membantu kamu dalam menghitung pengeluaran dan pemasukan. Namun kalau memakai jasa akuntan pastinya mahal. Solusi lainnya adalah meminta bantuan teman atau keluarga yang lebih mengerti.

Jangan salah lho, banyak pebisnis yang hebat dalam menjual produk, namun akhirnya bermasalah dengan keuangan lantaran tidak bisa menghitung pengeluaran dan pendapatan.

Bagikan: 3028 kali