Ilustrasi (Foto: Dokumen Rumah123/iStockphoto) Ilustrasi. Foto: Rumah123/iStock
   

Kamu pengin beli rumah bekas? Silakan saja! Namun, beli rumah bekas atau rumah seken itu gampang-gampang susah lho....

Gampang karena lebih mudah untuk mengetahui bagaimana perkembangan kawasan di sekitarnya yang sudah ‘jadi.’ Susah karena gak banyak pilihan, baik pada jumlah unit maupun modelnya alias sedikit banyak kamu harus menerima apa adanya.

Membeli rumah bekas itu ibarat mencari jodoh. Membutuhkan waktu yang cukup lama dan ketelitian ekstra, plus kesabaran. Apakah rumah yang kamu incar telah memenuhi kriteria yang kamu inginkan? Apakah tampilan luar rumah sudah mewakili kondisi rumah tersebut secara keseluruhan?

Berikut ini tips yang bisa kamu simak kalau kamu ingin membeli rumah bekas:

Siapkan Anggaran

Cek kondisi keuanganmu dulu ya. Kamu harus menghitung lagi berapa dana yang kamu punya. Ada kewajiban-kewajiban yang harus kamu penuhi kalau kamu jadi membeli rumah.

Tambahkan pula dalam anggaranmu, minimal 10% untuk renovasi rumah, biaya transaksi, pindahan, dan lainnya. Pertimbangkan juga rencanamu ke depan, semisal  menambah anak lagi, ingin merenovasi lagi, dan sebagainya.

Dokumen Rumah

Bila kamu berencana memanfaatkan KPR dari perbankan, rumah yang kamu taksir haruslah rumah yang memiliki Sertifikat Hak Milik (SHM), ada Izin Mendirikan Bangunan (IMB), dan mempunyai nilai jual di pasaran.

Baca juga: Kini, DP Rumah Bisa 15 Persen Lho...

Buat Daftar Keinginan  

Kalau rumah bekas yang mau kamu beli masih harus dicari, maka buatlah daftar rumah yang bagaimana yang kamu inginkan. Lokasinya, modelnya, menghadapnya, dan lain-lain.

Setelah itu, coba kamu cari beberapa alternatif rumah yang mendekati daftar kamu itu. Kemudian tindak-lanjuti, tanyakan harga, spesifikasi dan fasilitasnya. Coret rumah yang harganya lebih tinggi 10% di atas daya beli kamu.

Kunjungi rumah-rumah yang kamu inginkan, secukupnya saja. Setelah kamu menemukan rumah yang klik di hati dan di kantong, bikin rencana untuk kunjungan lanjutan yang lebih lama dan jangan lupa rundingkan dengan anggota keluargamu lainnya.

Pertimbangkan juga jumlah anggota keluarga, pertumbuhan keluarga, hobi, gaya hidupnya. Apakah lebih menyukai rumah yang dekat ke kantor, sekolah, rumah kerabat yang menjadi tetangga, dan sebagainya.

Matangkan Pilihan Selama Seminggu

Kamu mungkin akan berhubungan langsung dengan pemilik rumah atau agen properti yang menangani penjualan rumah itu. Katakan kepada mereka bahwa kamu berminat dan mintalah pengurangan harga.

Selanjutnya, kamu perlu bikin tabel empat kolom, berisi: Kolom 1 adalah berisi daftar periksa, termasuk surat-surat rumah, fasilitas yang ada kesesuaian dengan gaya hidup keluarga, dan lainnya. Kolom 2,3,4 adalah buruk, sedang, bagus.

Bawalah selalu daftar yang kamu buat itu sewaktu kamu meninjau rumah tersebut. Luangkan waktu minimal tujuh hari (kecuali kamu sudah sangat mengenal wilayah rumah itu). Ini untuk lebih meyakinkan diri, sebelum kamu mengajukan penawaran. Siapa tahu begitu kamu menawar harga, sang pemilik rumah langsung setuju.

Ingat, selalu pertimbangan matang-matang sebelum mengambil keputusan, karena kamu dan keluarga mungkin saja akan tinggal lama di situ, mungkin 20-30 tahun ke depan, siapa yang tahu?

Baca juga: Ingin Rumah Bercahaya? Atur Dong... Gayanya!

Pastikan Harga Rumah

Ketika akan negosiasi harga rumah, kamu harus memastikan beberapa hal yang turut menjadi penentu. Sejumlah hal penting harus dipastikan dulu.semisal situasi dan kondisi rumah itu.Yang juga perlu dipertimbangkan adalah sisi investasinya. Jika suatu saat kamu harus menjual cepat rumah tersebut, apakah return-nya bisa untung atau malah rugi.

Pilih Notaris/PPAT Tepercaya.

Biasanya dalam transaksi pembelian rumah secara tunai, notaris/PPAT dipilih dan dibayar sepenuhnya oleh pembeli. Untuk itu, kamu bisa minta referensi notaris/PPAT dari saudara dan relasimu.

Sebaiknya notaris dan PPAT itu orangnya sama. Jadi sebaiknya kamu memilih notaris/PPAT yang beroperasi di wilayah tempat rumah tersebut berada. Pilih notaris yang berumur sekitar 40 tahun dan kelihatan bugar. Umur 40 biasanya berpengalaman, berhati-hati, dan akan lebih panjang umur. Umur panjang notaris bisa jadi penting untuk para ahli warismu sebagai bahan rujukan mereka bilakamu wafat.

Secepatnya bertransaksi kalau memang sudah tak ada masalah. Minimal jangan sampai penjual berubah pikiran. Kalau itu terjadi, selain kamu kecewa, akan membuang waktu, energi, biaya.

Pilih Agen Properti Tepercaya  

Jika kamu mendapatkan rumah itu melalui agen properti, baguslah! Karena agen properti bisa membantu kamu dalam proses transaksi dan kelengkapan, serta keabsahan dokumen. Pilihlah agen properti yang telah berbadan hukum dan dapat dipercaya, sehingga dapat membantu kamu dalam kelancaran proses transaksi.

Bagikan: 1811 kali