Ilustrasi Rumah (Foto: Rumah123/Realestate.com.au)

Sepanjang 2018, pencarian hunian di pasar secondary di situs Rumah123.com tidak banyak mengalami perubahan. Namun, ada insight yang bisa kamu jadikan pedoman untuk membeli hunian.

Country General Manager Rumah123, Ignatius Untung menyatakan bahwa ada 20 kawasan yang menjadi top search di Rumah123, situs properti yang merupakan bagian dari REA Group Australia.

Sebanyak 15 kawasan yang masuk top search memang tidak berubah, sisanya ada beberapa kawasan yang berganti masuk ke dalam daftar.

Baca juga: Rumah123: Developer Mesti Pahami Kenapa Konsumen Milenial Ga Mau Beli Rumah

Hal ini diungkapkan oleh Untung dalam acara Rumah123.com Property Outlook 2019, Proyeksi Arah Properti 2019 dengan tema “Memanfaatkan Kesempatan untuk Bertahan di Tahun 2019” yang berlangsung di Jakarta pada Kamis (24/01/2019).

“Bandung, Depok, Bintaro, Bekasi, BSD, Kelapa Gading, Sunter, Serpong, dan Tebet stabil di depan. Bandung selalu di atas. Depok dan Bintaro bergantian,” ujar Untung.

Serpong dan Bintaro merupakan kawasan di bagian Barat Jakarta yang sudah tumbuh berkembang dengan ditunjang akses transportasi. Area ini menjadi lokasi perumahan menengah ke atas.

Baca juga:  Rumah123: Kalau Ga Nekat Beli Rumah, Ga Bakal Bisa Punya Lho!

Begitu juga dengan Cibubur. Kawasan di Timur Jakarta ini menjadi area sejumlah perumahan berkat akses jalan tol.

Belakangan, Depok, Bogor, Cikarang, dan Bekasi juga masuk dalam daftar pencarian properti. Depok masuk area Selatan Jakarta, sementara Cikarang dan Bekasi masuk ke kawasan Timur Jakarta.

Harga hunian di Depok dan Bogor belum setinggi Tangerang dalam hitungan per meter persegi. Begitu juga dengan Cikarang dan Bekasi.

Baca juga:  Rumah123: Wujudkan Mimpi Kamu, Punya Rumah Seru Lho

Namun, Cikarang dan Bekasi mulai diperhitungkan sejak kereta listrik commuter line sudah mencapai Cikarang. Selain itu, LRT (Light Rapid Transit) dan tol double track sedang dikerjakan.

Buat kamu yang sedang cari hunian, yuk cari hunian di Depok, Bogor, Cikarang, atau Bekasi. Ga usah mikir jarak bro and sis, mikirnya tuh akses. Ada nggak kereta commuter line, LRT, atau jalan tol.

Ngapain juga tinggal di Jakarta tapi kalau ke kantor kamu memerlukan waktu 1,5-2 jam, sementara kamu tinggal di sub urban malah hanya membutuhkan waktu di bawah 1 jam.

Baca juga:  Rumah123 Gelar Property Outlook 2017, Investasi Properti Bakal Bangkit Lagi

Bagikan: 1403 kali