Miami, Florida, AS (Rumah123/iStockphoto)

Setelah Badai Andrew menerpa daratan Florida, Amerika Serikat pada 1992, pemerintah AS mulai berbenah dan belajar dari pengalaman buruk. Saat itu, Florida porak poranda.

“Badai ini benar-benar menjadi alarm yang membangunkan orang tidur. Ribuan dan ribuan rumah hancur lebur,” ujar vice chairman Badan Konstruksi Bangunan Pantai AS, Dan Whiteman kepada situs properti Mansion Global.

Baca juga: Integrasi Bus, Kereta, dan Sepeda, Ini Baru Sistem Transportasi Oke!

Badai Andrew termasuk badai kategori 5 dengan angin yang memiliki kecepatan hingga 297 km per jam. Badai ini menjadi badai kategori 5 pertama yang merusak kawasan Miami dalam 50 tahun terakhir.

Whiteman menyatakan kalau banyak bangunan terutama rumah yang rusak karena angin kencang dan juga benda yang beterbangan. Benda seperti marka jalan, penunjuk jalan, hingga kursi taman membuat jendela dan dinding rumah rusak parah.

Baca juga: Bangunan Berusia 117 Tahun Runtuh Karena Hujan Deras, Hati-hati Ya Kalau Musim Hujan

Lantaran kerusakan parah ini, semua pihak yang berkepentingan seperti perusahaan pengembang, perencana kota, dan pejabat pemerintah bersama-sama merevisi peraturan pembangunan dan peraturan gedung di kawasan yang rawan bencana.

Semua hal diatur mulai dari penggunaan dan jenis kaca jendela, penggunaan genteng, hingga bagaimana mempersiapkan lahan konstruksi dan juga pemasangan crane konstruksi.

Baca juga: Kenapa Sih Bangunan Bisa Runtuh? Yuk, Cari Tahu Penyebabnya

Salah seorang agen properti di Miami, Jill Eber memberikan pernyataan senada bahwa bangunan di kota Miami bisa tahan terhadap badai. “Pemerintah sangat perhatian terhadap lingkungan dan kebutuhan infrastruktur. Perusahaan pengembang di sini juga yang terbaik di dunia dan paling memiliki pengetahuan mendalam mengenai teknologi terbaru tentang bangunan,” ujar Eber.

Meski rata-rata hunian di kawasan Miami telah dirancang bisa tahan badai, namun Whiteman tidak menyarankan untuk tetap bertahan di rumah. Banjir bisa melanda kawasan.

Baca juga: Tinggal di Wilayah Rawan Bencana? Perencanaan Kawasan Jadi Solusinya

“Bahkan, topan yang biasa saja bisa membuat banjir jalanan di Pantai Miami,” kata Whiteman. Kalau kawasan banjir, maka apartemen biasanya mematikan generator dan lift. Hal ini tentu membuat penghuni tidak merasa nyaman.

Seperti halnya di Miami, Indonesia secara keseluruhan kecuali sebagian Sulawesi dan Papua, memang tergolong rawan bencana mulai dari gempa, letusan gunung berapi, tanah longsor, tsunami, kebakaran hutan, dan lainnya.

Baca juga: Indonesia Kan Negara Maritim, Kok Belum Punya Pelabuhan Keren Kayak Gini Sih?

Lantaran secara umum, Indonesia memang rawan gempa maka kamu harus membuat hunian tahan gempa ya. Ini karena Indonesia berada dalam pertemuan jalur gunung berapi.

Sebenarnya yang terpenting kalau tinggal di kawasan bencana adalah kamu mengerti saat terjadi bencana harus melakukan apa dan evakuasi ke mana. Bencana bisa terjadi kapan saja, jadi kamu harus bersiap.

Bagikan: 857 kali