GlobeCreated with Sketch.IdEn

Maskulin atau Feminin? Untuk Interior, Ya Gini Bagusnya!

Senin, 16/01/2017 17:07
Bagikan: 1205 kali

Gunakan fasilitas properti news alert seputar berita terkini properti

Ingatkan Saya
Foto: Rumah123/iStock

Maskulin atau feminin? Haruskah memilih? Gak kok! Kalau dalam memilih desain, maskulin dan feminin justru bisa dikombinasikan.

Gaya interior maskulin kalau dilansir dari situs Rooang dan Grya, mengacu pada sifat tegas, simpel, dan dingin. Sedangkan feminin tak luput dari kelembutan, kehangatan, dan keceriaan.

Kalau soal warna, gaya feminin identik dengan warna soft dan kewanitaan semisal pink, putih, biru, cenderung pastel. Lalu, warna maskulin bisa berupa hitam, abu-abu, merah.

Baca juga: Showroom dan Kantor Ini Direnovasi Jadi Lebih Berkelas, Keren Kan!

Nah, kalau soal perpaduan warna feminin-maskulin, Warna merah muda (pink) bisa dipadukan dengan warna hitam. Warna putih dikombinasikan dengan abu-abu.

Nah, gimana kalau kombinasi warna itu diterapkan pada interor rumah? Kalau warna dinding soft, coba padukan perabot yang berwarna maskulin atau berwarna gelap.

Begitu pula untuk furnitur yang warnanya feminin, harus disesuaikan dengan warna maskulin semisal pada lampu dan lukisan.

Baca juga: Berani Coba Warna Ini Tahun Depan?

Jika perabot dan warna dinding kombinasi maskulin dan feminin, ada baiknya pemilihan lantai menggunakan warna netral. Bisa menggunakan warna beige, putih, atau abu-abu.

Warna-warna solid seperti hitam dan warna kayu bisa menetralkan ruangan dengan penggunaan warna emas pada meja tamu atau table lamp.

Baca juga: Hamburg Innovation Port Sediakan Ruang Publik yang Luas, Mantap Nih!

Siapa bilang kain identik dengan feminin. Mungkin untuk gorden lebih identik pola feminin kalau semisal bermotif polkadot, bunga-bunga. Tetapi, kain gorden maskulin juga ada loh, warnanya bisa  biru, cokelat, atau abu-abu. (Wit)

Bagikan: 1205 kali