shalat tarawih di rumah Ilustrasi Orang Berdoa. Selama Masih Pandemi Corona, Umat Muslim di Indonesia dan Juga Beberapa Negara Lainnya Dihimbau untuk Shalat Tarawih di Rumah (Foto: Rumah123.com/Freepik.com)

 

Pandemi virus corona masih terjadi, umat Islam di Indonesia diminta untuk melakukan shalat tarawih di rumah. Sudah tahu tata cara dan niatnya? 

Penyebaran virus corona atau SARS CoV-2 atau covid-19 sudah melanda seluruh wilayah Indonesia. 

Jumlah warga Indonesia yang positif terinfeksi virus ini hingga Senin (20/5/2020) mencapai 6.760 orang. 

Sebanyak 747 orang berhasil sembuh, sementara 590 orang meninggal. Sejumlah dokter juga meninggal.

Sejumlah pemerintah daerah sudah melakukan berbagai langkah pencegahan mulai dari social distancing hingga PSBB.

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diberlakukan di sejumlah kota termasuk Jakarta dan kawasan penyangga. 

Para siswa siswi hingga mahasiswa mahasiswi sudah melakukan pembelajaran jarak jauh sejak satu bulan lalu. 

Begitu juga dengan para karyawan yang telah melaksanakan kerja dari rumah atau work from home

Warga juga sudah beribadah dari rumah. Tidak ada lagi shalat jamaah di masjid atau peribadatan lainnya di rumah-rumah ibadah. 

Kementerian Agama telah menghimbau agar shalat Jumat atau shalat jamaah diganti menjadi shalat di rumah. 

Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa mengenai pelaksanaan shalat di rumah terkait wabah. 

Ternyata, shalat tarawih di rumah akan berlakukan jelang bulan suci Ramadan yang akan datang beberapa hari lagi. 

Kementerian Agama bakal menggelar sidang isbat atau penentuan awal Ramadan pada Rabu, 23 April 2020. 

Shalat Tarawih di Rumah Juga Dilakukan di Negara Lain 

MUI mengajak masyarakat yang tinggal di kawasan terdampak virus corona untuk menyesuaikan kegiatan ibadah. 

Jika sebelumnya, ibadah selama Ramadan dilakukan di masjid, maka digeser untuk dilaksanakan di rumah. 

Sekretaris Komisi Fatwa MUI, Asrorun Ni'am Sholeh menyatakan masyarakat Indonesia harus mengubah kebiasaan ibadah. 

“Mari kita jadikan rumah sebagai tempat ibadah, ibadah mahdhah, dan juga ibadah ghairu mahdhah,” ujar Asrorun. 

Dia menyampaikan hal ini di Gedung BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) di Jakarta pada Sabtu (18/4/2020). 

“Kebiasaan ibadah di masjid dan musola saat tarawih, yang biasanya kita laksanakan, kita syiarkan dengan berbagai aktivitas keagamaan, mari kita geser itu ke kediaman masing-masing,” lanjutnya.

Dia melanjutkan pergeseran ibadah yang dilakukan di masjid ke rumah sama sekali tidak akan mengurangi nilai ketaatan. 

Pelaksanaan shalat tarawih di rumah tidak hanya dilakukan di Indonesia, namun di sejumlah negara lain. 

Negara-negara yang memiliki umat Muslim dalam jumlah banyak seperti Arab Saudi, Malaysia,  dan Mesir juga melakukannya. 

Tidak hanya itu, masyarakat Muslim di Inggris juga telah mengantisipasi untuk melakukan shalat tarawih di rumah. 

Menteri Urusan Islam Arab Saudi Dr Abdul Latif Al Sheikh menyatakan tidak ada pelaksanaan shalat tarawih di seluruh masjid di Arab Saudi. 

Hal ini juga berlakukan di Masjidil Haram di Mekkah dan juga Masjid Nabawi di Madinah. Shalat tarawih sebaiknya dilakukan di rumah. 

Tata Cara Shalat Tarawih di Rumah 

Shalat tarawih dikerjakan setelah Shalat Isya. Bacaan dan gerakan shalat sunnah ini sama dengan shalat lain.  

Perbedaannya tentu saja pada niat dan juga jumlah rakaat. Ada yang mengerjakan 23 rakaat dengan 3 rakaat witir. 

Sementara yang melaksanakan shalat tarawih dengan 11 rakaat dengan 1 rakaat witir. Kamu bisa memilih salah satunya. 

Pelaksanaan shalat tarawih bisa dikerjakan dengan dua macam cara yaitu setiap dua rakaat lantas salam. 

Yang kedua adalah setiap empat rakaat lantas salam, namun tanpa melakukan tasyahud awal. Namun, yang paling baik adalah setiap dua rakaat lantas salam. 

Niat Shalat Tarawih di Rumah

Niat shalat tarawih tentunya berbeda antara menjadi imam, makmum, atau juga shalat seorang diri. 

1. Niat Shalat Tarawih Berjamaah (2 Rakaat)

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatat taraawiihi rak’ataini mustaqbilal qiblati ma’muman lillahi ta’aalaa

Artinya: “Aku niat shalat tarawih dua rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta’ala”

2. Niat Shalat Tarawih Sendiri (2 Rakaat)

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatattarawihi rak’ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta’ala

Artinya: “Aku niat shalat tarawih dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala”

3. Niat Shalat Tarawih Sebagai Imam (2 Rakaat)

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ إِمَامًا ِللهِ تَعَالَى

Ushallii sunnatat-taraawiihi rak’ataini mustaqbilal qiblati imaaman lillaahi ta’alaa

Artinya: “Saya niat shalat sunnah tarawih dua raka’at menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta’ala.”

Niat Shalat Witir Setelah Shalat Tarawih di Rumah

1. Niat Shalat Witir (1 rakaat)

اُصَلِّى سُنًّةَ الْوِتْرِرَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً مَأْمُوْمًاِللهِ تَعَالَى

Ushallii sunnatal witri rak‘atan mustaqbilal qiblati adaa’an (ma’muman / imaman) lillaahi ta’alaa

Artinya: “Saya niat shalat witir satu rakaat menghadap qiblat menjadi makmum karena Allah Ta’alaa”

2. Niat Shalat Witir (3 rakaat)

اُصَلِّى سُنًّةَ الْوِتْرِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

Ushallii sunnatal witri tsalaasa raka’aatin mustaqbilal qiblati adaa’an (ma’muman/imaman) lillaahi ta’alaa

Artinya: “Saya berniat shalat witir tiga rakaat menghadap kiblat menjadi (ma’muman/imaman) karena Allah Ta’alaa”

Baca juga: Sejak Kapan Mulai Ajarkan Anak-anak Berpuasa Ramadan?

Bagikan:
816 kali