protokol new normal di mal

Sejumlah pusat perbelanjaan atau mal di Jakarta mulai dibuka setelah sempat tutup. Sebaiknya kamu mengetahui protokol new normal di mal. 

Setelah lebih dari tiga bulan ditutup, sebanyak 80 pusat perbelanjaan atau mal di Jakarta mulai kembali dibuka pada Senin (15/6/2020). 

Jakarta memang mulai memasuki masa transisi setelah memberlakukan PSBB atau pembatasan sosial berskala besar. 

Laman berita online Kompas.com melansir pernyataan Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DKI Jakarta Ellen Hidayat.

Ellen menyatakan para pengelola mal sudah menyiapkan sederetan protokol untuk mencegah penyebaran virus corona atau covid-19. 

Sejumlah protokol ini adalah menyediakan wastafel, sabun cuci tangan, hand sanitizer, aturan wajib masker untuk memasuki area mal. 

Lantas ada juga pengukuran suhu tubuh, pembatasan jumlah pengunjung, dan juga melakukan aturan physical distancing di dalam mal

Daftar 80 Mal di Jakarta yang Mulai Buka 

Di Jakarta Pusat ada 21 mal yang mulai buka yaitu Cikini Gold Center, FX Sudirman, Gajah Mada Plaza.

Selanjutnya ada Golden Truly, Grand Indonesia, Harco Pasar Baru, Istana Pasar Baru, ITC Cempaka Mas.

Berikutnya Mega Grosir ITC Mangga Dua, ITC Roxy Mas, Jakarta Design Center, Mal Mangga Dua, Mangga Dua Square.

Lantas ada Plaza Atrium, Plaza Glodok, Plaza Indonesia, Plaza Kenari Mas, Plaza Senayan, Senayan City, Teras Benhil, dan Thamrin City.

Di Jakarta Selatan, ada 26 pusat perbelanjaan yang mulai buka yaitu Blok M Square, Ciputra World Jakarta/Lotte Shopping Avenue.

Berikutnya ada De Entrance, Epiwalk, Gandaria City, Grand ITC Permata Hijau, ITC Fatmawati, ITC Kuningan. 

Selanjutnya, Kalibata City Square, Kuningan City, Kota Kasablanka, Lippo Mall Kemang, Mal Ambasador, Mal Blok M, 

Lantas ada, One Belpark Mal, Pacific Place, Pejaten Village, Plaza Blok M, Plaza Festival, Plaza Kalibata. 

Dan juga Plaza Mebel, Poins Square, Pondok Indah Mall, The Plaza Semanggi, Town Square Cilandak, Transmart Cilandak. 

Sementara di Jakarta Barat ada 10 mal yang buka yaitu Central Park Neo Soho, Lindeteves Trade Center (LTC) Glodok. 

Selanjutnya ada Lippo Mall Puri, Mal Ciputra Jakarta, Mal Matahari Puri Daan Mogot, Mal Taman Anggrek Mal.

Lantas ada pusat perbelanjaan Taman Palem, PX Pavilion, Puri Indah Mall, dan juga Seasons City. 

Di Jakarta Timur, ada 11 pusat perbelanjaan yang dibuka yaitu AEON Mal Jakarta Garden City,  Arion Mall.

Selanjutnya, Buaran Plaza, Cibubur Junction, Lippo Plaza Kramat Jati, Mal Cijantung, Mall @ Bassura.

Berikutnya adalah Mall Cipinang Indah, Pulogadung Trade Center, Pusat Grosir Cililitan, Tamini Square. 

Sedangkan di Jakarta Utara, ada 12 pusat perbelanjaan yang mulai beroperasi yaitu Baywalk Mall, Emporium Pluit Mal. 

Selanjutnya ada Koja Trade Mall, Mahaka Square, Mal Artha Gading, Mall of Indonesia, PIK Avenue, Pluit Junction, 

Terakhir ada pusat perbelanjaan Pluit Village, Summarecon Mall Kelapa Gading, Sunter Mall, WTC Mangga Dua.

protokol new normal di mal

Selalu Mengikuti Protokol New Normal di Mal 

Saat masa transisi ini, sebaiknya kamu memang masih harus membatasi diri untuk mendatangi pusat keramaian. 

Namun, kalau memang terpaksa dan harus mendatangi pusat perbelanjaan atau mal, kamu harus mengikuti protokol new normal di mal. 

Pengelola pusat perbelanjaan akan membatasi jumlah pengunjung, maksimal 35 persen dari jumlah pengunjung pada kondisi normal. 

Pergerakan pengunjung harus dipantau pada pintu masuk dan pintu keluar agar tidak ada kerumunan. 

Manajemen pusat perbelanjaan juga harus mewajibkan para karyawan menggunakan masker dan dinyatakan sehat. 

Situs properti Rumah123.com akan menjelaskan sejumlah protokol new normal di mal yang diolah dari berbagai sumber. 

1. Wajib Mengenakan Masker

Kamu memang harus mengenakan masker saat pergi ke luar rumah apalagi jika mendatangi keramaian. 

Jika kamu memiliki face shield, pakai saja sebagai langkah pencegahan. Biasakan juga membawa masker cadangan. 

2. Mengikuti Pemeriksaan Suhu Tubuh

Saat memasuki pusat perbelanjaan, pengunjung harus mengikuti pemeriksaan suhu tubuh terlebih dahulu. 

Jika temperatur pengunjung melebihi suhu tubuh normal, pastinya tidak diperbolehkan untuk masuk. 

3. Menjaga Jarak dengan Orang Lain 

Biasakan untuk menjaga jarak dengan orang lain saat berada di pusat perbelanjaan baik saat mencari barang atau membayar. 

Lakukan physical distancing saat bertemu orang yang dikenal sebagai langkah preventif penyebaran virus. 

4. Tidak Berdesakan Atau Berkerumun 

Mungkin kamu sudah lama tidak bertemu dengan teman atau kerabat, tunda dulu pertemuan tersebut. 

Lakukan social distancing dengan orang lain yang tidak tinggal serumah. Hal ini juga menjadi salah satu tindakan pencegahan. 

5. Melakukan Pembayaran Digital 

Upayakan untuk membayar dengan menggunakan pembayaran digital atau dompet digital yang saat ini sudah marak. 

Jika tidak ada atau saldo tidak mencukupi, gunakan kartu debit, kartu kredit, atau pembayaran tunai. 

Jangan lupa untuk membersihkan kartu menggunakan desinfektan dan juga biasakan mencuci tangan usai memegang uang tunai. 

6. Menggunakan Sarung Tangan 

Mungkin saja kamu masih belum terbiasa untuk tidak menyentuh tombol lift atau pegangan eskalator, gunakan saja sarung tangan. 

Jika sudah terbiasa, gunakan siku untuk memencet papan tombol lift agar tidak terlalu sering mencuci tangan. 

7. Membatasi Penggunaan Fasilitas Umum 

Untuk sementara waktu, sebaiknya kamu tidak menggunakan fasilitas umum seperti toilet lantaran rawan penularan virus. 

Fasilitas toilet menjadi tempat sering yang digunakan banyak orang sehingga kamu perlu menghindarinya. 

Jika tidak bisa, jangan lupa untuk membersihkannya terlebih dahulu meski pengelola akan melakukannya setiap saat. 

8. Membawa Masker, Sabun Cuci Tangan, Hand Sanitizer, Hingga Tisu Basah 

Ada sejumlah peralatan yang harus dibawa sendiri setiap harinya seperti masker, sabun cuci tangan, hand sanitizer, tisu basah, dan lainnya 

Masker cadangan tentu wajib, tisu basah dan hand sanitizer pun demikian agar kamu bisa membersihkan tangan setiap saat. 

Sementara sabun cuci tangan, handuk kecil, atau lainnya bisa menjadi opsional ketika kamu merasa tidak bisa mendapatkannya.

Sepertinya agak ribet ya saat bepergian harus membawa sederetan peralatan ini, namun kamu harus memerhatikan kesehatan kamu dan keluarga. 

Lakukan tindakan preventif untuk mencegah penyebaran virus covid-19 mulai dari diri kamu sendiri.

Baca juga: 6 Cara Mencegah Penularan Virus Corona Saat di Angkutan Umum

Bagikan:
904 kali